Lambang Supremasi Delta Mahakam

Lambang Supremasi Delta Mahakam

Kemarau masih bertahan walau pertengahan tahun sebentar lagi selesai. Jika terkadang bisa merugikan banyak sektor rupanya kemarau bisa pula datangkan berkah, salah satunya bagi pemancing di wilayah Delta Sungai Mahakam, Samarinda. Panas yang menyengat wilayah itu lebih lama, menjadi momentum terbaik guna berburu sensasi perlawanan Kakap Hitam.

Berdasarkan pengamatan megaskopis, sedimen permukaan daerah Delta Mahakam terdiri atas dominasi lempung, lumpur dan pasir. Sedimen yang mengendap itu, berada di sepanjang wilayah perairan, dimana pada saat penghujan datang akan membuat permukaan sungai terlihat keruh karena tersapu air hujan.

Kondisi ini tentu bukan lah berita baik bagi pemancing. Sebab, keruhnya sungai akan membuat ikan kehilangan agresifitas, sehingga mancing pun rasanya jadi kegiatan yang sulit untuk mendapatkan hasil.

Potensi ikan-ikan target pancing khususnya kakap Hitam (tembaring/Papuan Blackbass) merupakan salah satu spesies yang lebih mudah didapatkan saat musim kemarau di pertengahan tahun di Delta Mahakam. Sudut-sudut cabang anak sungai yang airnya jernih jadi titik potensial dimana tembaring berada. intensitasnya lebih mudah didapatkan dimulai dari bulan juli hingga Agustus berakhir.

Pada saat musimnya tiba, biasanya musim kemarau, ikan Blackbassdi aliran Mahakam bisa sampai berukuran diatas rata-rata.

Selain berada di perairan payau, tembaring di Kalimantan Timur menyebar hingga perairan air tawar atau di hulu sungai yang minim aktifitas dengan kontur sungai bebatuan. meskipun tergolong sejenis, namun tembaring air tawar sungai bebatuan berbeda bentuk dengan air payau. tembaring air tawar cenderung berbadan lebih memanjang dibanding dengan air payau yang lebih gemuk.

Petualangan mancing tembaring di aliran sungai mahakam hingga menuju deltanya adalah kegiatan yang luar biasa menyenangkan. Teknik casting dan teknik pancing tonda (trolling) menggunakan umpan buatan macam minnow merupakan dua metode pancing yang kerap pemancing gunakan.

Namun jika pada umumnya casting kerap digunakan, maka trolling-lah yang lebih berpeluang strike kala mancing di Mahakam.

Luasnya wilayah Delta Mahakam dengan aliran sungai nan bercabang membuat tonda dirasa jauh lebih efektif diaplikasikan oleh pemancing-pemancing di Samarinda. Untuk itu, pemilihan kapal dengan fasilitas dan kualitas pemandu yang kompeten adalah mutlak dilakukan. Sebab, tidak semua pemilik/kapten kapal menguasai keadaan spot, terutama aplikasi trolling secara benar. Apalagi sebabnya, jika bukan adanya instalasi pipa-pipa minyak milik perusahaan swasta banyak tertanam di beberapa titik di Sungai Mahakam.

Tembaring adalah tipikal ikan yang memiliki kebiasaan berada di dasar perairan. Umpan yang menggapai dasar sungai biasanya akan tersambar dan disergap karena ikan merasa terganggu. Itu lah, mengapa tonda perlu dilakukan oleh kapten/ pemancing yang berpengalaman, mengingat rentannya umpan tersangkut pipa-pipa di dasar.

Mulut yang lebar serta rahang yang kuat dengan gigi nan tajam menjadi senjata utama Blackbass dalam berburu mangsa.

Sementara untuk aplikasi casting, sudut-sudut perairan di bawah pepohonan yang rindang, baik itu di kawasan bakau maupun area pepohonan yang tumbang, merupakan target pelemparan umpan. Pemancing harus memperhatikan lokasi-lokasi potensial dengan tanda minimnya aktifitas manusia di sekitarnya.

Dengan begitu luasnya Sungai Mahakam, beragam aktifitas dilakukan di Mahakam hingga membuat sungai ini menjelma sebagai salah satu urat nadi perekonomian dan transportasi warga di Samarinda. Mulai dari aktifitas pertambangan batubara, minyak hingga lalu-lalang kapal penyeberangan dan nelayan. Untuk itu, perairan anak sungai Mahakam jadi spot terbaik untuk mengaplikasikan teknik casting. di dunia mancing air tawar (freshwater), Blackbass merupakan salah satu lambang supremasi tertinggi target casting. Sambarannya yang kuat mampu meledakkan perairan, lalu mendebarkan jantung hingga memacu adrenalin. Walau kuat sambarannya, rupanya Blackbass juga punya kelemahan. ikan ini sangat lambat pertumbuhannya, dimana bobotnya hanya bertambah sekitar 1kg per tahun sehingga membuat ikan ini masuk ke dalam daftar ikan langka.

Nelayan setempat di Delta Mahakam kerap melakukan penangkapan ikan menggunakan metode rawai (mancing menggunakan banyak matakail – red). Eksploitasi tinggi tanpa adanya kesadaran untuk melepas kembali hasil tangkapan yang dilindungi jadi faktor berkurangnya hasil pancing. Belum lagi praktik pencemaran yang dihasilkan akibat penggunaan racun oleh para pemilik empang di tepian Sungai Mahakam.

Pada tahun 2016, dinas terkait pernah melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) untuk mensosialisasikan empang ramah Lingkungan dengan tidak menggunakan racun pasca panen dan tidak menebang hutan bakau. Semenjak dua tahun terakhir setelah sosialisasi empang ramah Lingkungan tersebut dilakukan, kondisi air di Delta Mahakam mulai membaik. Untuk itu, kesadaran menjaga alam secara berkesinambungan perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat.–Nico Putra Wijaya

Chat