Ketika Popping Berakhir Babon GT

Ketika Popping Berakhir Babon GT

Bagikan:

Mendapatkan ikan buruan dengan ukuran besar merupakan kebanggan tersendiri bagi setiap pemancing ketika mancing di laut. Sensasi menaklukkan perlawanan ikan adalah hal yang paling ditunggutunggu. Ditambah rasa bangga jika memeluk hasil buruan dan langsung diabadikan ke dalam bingkai gambar. Aneka jenis ikan dari berbagai macam ukuran sudah berhasil ditaklukkan oleh para pemancing diseluruh dunia. Salah satunya adalah ikan jenis Giant Trevally (GT). Ikan handal ini menjadi salah satu ikan favorit untuk diburu.

Berdasarkan rekor yang dicatat, GT terbesar bisa mencapai bobot hingga 90 Kg. Kehebatan ikan GT membuat Alex Gani dan Hengki Zulkarnaen, dua orang pemancing dari Banten tertarik untuk memburunya. Bagi Alex Gani, GT bukanlah ikan yang asing. Pria asal Anyer tersebut sudah beberapa kali menaklukkan GT menggunakan teknik andalannya, Popping.

Cuaca Sabtu pagi 22 November lalu cukup bersahabat. Melalui Pelabuhan Paku, Anyer, Alex dan Hengki memulai petualangannya menuju spot pertama di Perairan Batu Mandi, Pulau Sanghyang menggunakan kapal mesin ukuran kecil. Waktu yang dibutuhkan dari titik keberangkatan menuju spot pertama memakan waktu kurang lebih satu jam. Namun bila cuaca sedang buruk dan ombak besar, perjalanan bisa mencapai 1,5 jam.

Tak terasa matahari mulai menampakkan cahayanya dan kapal tiba di spot pertama. Walau permukaan laut cenderung datar, namun kondisi arus bawah air masih belum stabil. Segala macam tehnik mancing coba dilakukan, mulai dari casting hingga popping. Namun hingga 30 menit berlalu tetap saja umpan belum juga disambar ikan dan hasilnya pun nihil.

Sadar tak ada umpan yang di sambar, akhirnya tim memutuskan untuk pindah ke spot utama di Tungku Tiga yang jaraknya sekitar 20 menit dari spot sebelumnya. Setibanya di Tungku Tiga, baik Alex Gani maupun Hengky langsung melempar popping ke dalam laut. Hingga 2 jam di Tungku Tiga, ternyata ikan tak juga mau menyambar umpan. Tehnik popping hingga casting juga tak mempengaruhi hasil mancing. Beberapa kali lure diganti pun masih belum membantu, hingga kapal memutari perairan Tungku Tiga berkali-kali.

Lelah bercampur kesal saat itu. Mereka akhirnya memutuskan untuk istirahat sambil memainkan tehnik bottom alias dasaran menggunakan umpan cumi yang diiris-iris kecil. Sambil istirahat, kapten kapal memutuskan untuk menjalankan kapal tak jauh dari spot sebelumnya.

Alex Gani dengan giant trevally tangkapannya
Alex Gani dengan giant trevally tangkapannya

Sampai di spot baru, kapal sengaja dibiarkan terbawa ombak tanpa menurunkan jangkar karena ombak tidak begitu kencang. Di spot ini, hanya ikan-ikan ukuran kecil yang berhasil diangkat seperti Lencam Babi, Kerapu Lodi dan ikan-ikan tambak lainnya.

Kira-kira 1 jam memainkan tehnik dasaran, Alex masih penasaran dan memutuskan untuk kembali ke spot Tungku Tiga. Sesampainya di sana, Alex dan Hengky langsung kembali memainkan tehnik popping. Satu-dua kali popper dilempar hasilnya masih sama seperti sebelumnya.

Akhirnya saat-saat yang ditunggu tiba. Popping ala Alex Gani membuahkan hasil. Pada tarikan ketiga itu poppernya disambar ikan. Joran miliknya melengkung dan rilnya menderit mengikuti perlawanan predator laut. Ya benar saja, setelah meladeni perlawanan ikan selama 20 menit kali ini ternyata popper Alex di sambar Giant Trevally. Alex terus berjibaku. Suasana menjadi ceria kala ikan sudah dekat di hadapannya. Ternyata GT berukuran lumayan besar sekitar 20 Kg. Dengan cepat ABK membantu menaikkan GT ke atas kapal kemudian ditimang di pelukkan Alex.

Lelah dengan popping, Alex dan Hengky kembali main dasaran. Hengky mencoba memainkan micro jig menggunakan jig 40 gr. Sabar mengayunkan joran sambil menggulung senar, akhirnya Hengky strike GT juga. Hasilnya pun tak kalah besar dari Alex. Pemancing asal Cilegon, Banten tersebut berhasil mendapatkan GT dengan ukuran sekitar 18 Kg setelah berjibaku selama kira-kira satu jam sebab ia menggunakan joran ukuran PE4. Waktu yang lumayan lama dan menguras banyak tenaga.

Memasuki siang hari, Alex Gani memutuskan untuk istirahat. Makan siang di atas kapal sambil berdiskusi mengenai hasil tangkapan GT membuat suasana kian akrab. Cuaca siang itu juga cenderung cerah membuat semangat memancing jadi bertambah.

Selesai makan siang pukul 13:00 WIB, Alex dan Hengky kembali beraksi. Keduanya menggunakan tehnik popping lagi sebagai jurus andalan hari itu.

Alex Gani dan Hengki berpose dengan hasil tangkapannya
Alex Gani dan Hengki berpose dengan hasil tangkapannya

 

Beberapa kali dilempar, popper milik Hengky belum juga disambar. Kesabaran, kerja keras dan semangat tak mau menyerah akhirnya membuahkan hasil kembali. Hengky memulai atraksi poppingnya. Strike!!! Tarik menarik terjadi antara Hengky dan ikan buruannya. Ternyata lagi-lagi GT yang menyantap popper miliknya. Strike popping berakhir saat GT berukuran sekitar 4 kg diangkat ke atas kapal. Senyum sumringah terlihat dari rona wajah Hengky yang baru beberapa kesempatan ini menggunakan tehnik popping saat mancing.– Alex Gani

Bagikan:
Chat