Hal Apa Saja yang Harus diperhatikan Saat Memancing Cumi?

Seperti kegiatan mancing pada umumnya, kondisi cuaca yang kondusif (baik angin maupun arus lautnya) menjadi faktor utama dalam mancing cumi. Kondisi cuaca tentu berpengaruh pula dengan kejernihan air laut yang berefek langsung dengan keberadaan cumi dalam habitatnya. Wilayah perairan dengan dasar laut berupa karang dengan tumbuhan airnya yang didukung tingkat kejernihan air yang tinggi menjadi lokasi potensial untuk dijadikan spot mancing cumi. Mancing cumi bisa dilakukan kapan pun, namun malam hari menjadi saat tepat jika ingin mancing cumi dengan hasil lebih besar dari biasanya. Sebab cumi berukuran besar lebih cenderung aktif pada malam hari (matahari terbenam). Bulan Agustus hingga Oktober jadi momentum yang tepat untuk mancing cumi karena sedang musimnya.
Teknik casting menggunakan peranti ringan (ultralight) merupakan metode modern yang kerap digunakan untuk mancing cumi. Joran menggunakan ukuran PE 0.4 – 1.2 dengan panjang 210 – 260 cm, hampir mirip ukuran joran ultralight hanya sedikit lebih kaku. Joran dipadukan dengan ril ukuran kecil, mulai dari ukuran 500 – 2000. Ini dimaksud agar tangan tidak lelah menahan berat peranti karena gaya mancing cumi yang harus disentak agar lure mendapatkan action nyata. Lure ebi (capela) ukuran 5 – 12 cm dengan warna andalan seperti jingga (oranye), hijau, dan biru jadi senjata andalan. Lalu gunakan senar PE dengan ukuran 0.6 – 1.2 dan disesuaikan dengan ukuran umpan. Jangan lupa gunakan peniti (snap) agar mudah dalam mengganti umpan. – Bernard Dinata

Bernard Dinata

Kerap membuat video blog dari beragam kegaiatan mancing yang dilakukannya melalui saluran Youtube-nya, mulai dari mancing Baronang dan kini lebih aktif mendokumentasikan mancing cumi.