Bagaimana umpan mancing Baronang di waktu malam?

Dari pengalaman pribadi, umpan nasi yang dilumat akan maksimal digunakan untuk mancing ikan baronang pada malam hari, peluangnya sampai 70%.

Berbeda jika penggunaannya pada siang hari, dimana masih banyak aktifitas ikan-ikan lain di sekitar habitat baronang yang mengganggu target pancing. Namun kelemahannya adalah umpan nasi lumat akan lebih mudah hancur dan terlepas dari kail (garong) saat menggentak atau terkena arus/ombak.

Berbeda dengan penggunaan lumut yang lebih awet karena dililit/dijepit di atas garong, tidak dipadatkan di sekeliling garong seperti umpan nasi. Umpan nasi lumat akan lebih cocok digunakan di spot yang minim makanan alami baronang yaitu lumut-lumut di bebatuan karang. Penggunaan umpan nasi lumat umumnya 80% lebih disukai oleh baronang jalu. Pengaturan umpan, digantung atau mendasar, tergantung dari karaktersitik spot.

Seorang garonger harus pintar-pintar membaca keadaan. Contohnya seperti di Pulau Kelapa dan Pramuka, Kepulauan Seribu, terkadang baronang berada di dasar, ada juga di setengah kedalaman.

Variasinya jarak umpan dari dasar yaitu antara 5-10 cm, karena pada malam hari, ikan baronang lebih cenderung mencari makan di dasar. Berbeda saat pada siang hari, umpan lebih baik digantung dan disesuaikan dengan karakteristik spot. Mengingat baronang memiliki kebiasaan migrasi vertikal saat pergantian hari.

Fandy Arifin

Menjadi salah satu pengurus dan mencetuskan pembentukan komunitas mancing Baronang bernama Garonger Nusantara yang memiliki anggota ribuan orang di seluruh Indonesia.