Bagaimana potensi mancing udang galah saat musim hujan?

Tidak hanya dilakukan pada musim panas (surut), mancing udang galah juga bisa dilakukan pada akhir tahun saat memasuki penghujan/ banjir (Oktober-Desember) hingga surut (Februari), pada saat para pemancing udang galah ‘gantung joran’. Ketika wilayah sungai banjir, udang galah di beberapa wilayah pada umumnya mencari perairan yang arusnya lebih tenang seperti di daerah keramba (mati) yang sudah ditinggal pemiliknya atau ke wilayah yang lebih dangkal (kedalaman 4-5 meter) seperti di sungai dengan tepian berpasir. Di luar dugaan, udang galah pun ternyata memiliki sensasi tarikan luar biasa. Terlebih dalam penggunaan peranti kelas ringan ukuran 1-3 lbs dengan rangkaian senar bagian atas mono ukuran 0.25 dan leader bawah ukuran 0.18.
Setiap pemancing memiliki selera masing-masing dalam memilih senar yang akan digunakan. Ada pemancing yang memilih menggunakan Pe, namun sensasi strike-nya lebih asyik menggunakan mono. Sementara untuk kail umumnya menggunakan kail jenis sepit hijau ukuran 3. Jika kondisi air di spot dalam keadaan tinggi, umpan basah seperti cacing nipa dan cacing kebun berwarna merah menjadi umpan andalan yang digemari udang galah. Akang Aidy

Akang Aidy

Sangat aktif memancing udang galah terutama di spot air desar di wilayah Tanjung putus, Pelalawan, Riau yang terkenal akan potensi udang galahnya yang besar.