Bagaimana penentuan penggunaan rasio pada ril spinning?

Pemilihan jenis rasio gigi (gear ratio) pada ril harus ditentukan berdasarkan kebutuhan pada teknik mancing yang akan diaplikasikan. Perkembangan zaman membawa beragam inovasi pada peranti ril pancing yang menghadirkan tiga varian gear ratio, ada Power Gear (PG), High Gear (HG) dan Extra Gear (XG).

Ketiganya punya fungsi masing-masing. Jenis PG termasuk dalam jenis rasio ukuran rendah, biasanya berukuran 4,8 kali putaran dalam satu kali gulung. Putarannya yang lambat menjadikan ril ini mampu memaksimalkan pergerakan umpan (khususnya metal jig) dan menopang beban berat saat berjibaku dengan perlawanan ikan, sehingga lebih efisien digunakan pada pengaplikasian vertical jigging.

Sedangkan HG, lebih tepat digunakan untuk pengaplikasian umpan-umpan horizontal (casting, dsb). Sebab putaran ril yang lebih besar dengan rasio rata-rata 5.7:1 dibutuhkan untuk membantu memaksimalkan action terlihat lebih hidup sehingga menggoda predator.

Seri terakhir adalah XG yang lebih sering digunakan untuk teknik casting dan popping yang membutuhkan kecepatan menggulung senar.

Penyematan rasio 6,1:1 bertujuan agar senar selalu dalam keadaan kencang yang memudahkan retrieve. Hanya sekali hentakan joran dibarengi satu putaran ril, ril XG dengan mudah memaksimalkan action cepat lure khususnya popper.

Sederhananya, rasio rendah berarti untuk kekuatan menarik beban (ikan), sementara rasio tinggi berarti kecepatan menggulung senar. Jadi, makin besar angka pertama di gear ratio maka makin cepat spool menggulung senar dan sebaliknya.

Jimmy Cicit

Pengalamannya menggeluti kegiatan mancing membuatnya banyak melakukan open trip bersama para pemancing dari berbagai komunitas ke spot-spot mancing nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.