Bagaimana Kondisi Laut Mempengaruhi Hasil Mancing?

Suhu air, pasang surut, arus air mempengaruhi keberadaan ikan dan nafsu makan ikan, sementara suhu air, arus air, dan cuaca mempengaruhi keberadaan ikan. Saat terjadi perubahan arus, terkadang kondisi laut menjadi tidak berarus dan umumnya ikan kurang maksimal untuk mau makan. Kondisi yang baik ialah air yang berarus sedang, bila terlalu kencang akan menyulitkan pemancing.

Arus dan angin biasanya kita namakan sesuai arah mata angin. Ada angin barat, angin timur, angin tenggara dan lain-lain. Semua angin umumnya bagus, tinggal bagaimana pemancing merasa nyaman pada kondisi tersebut, ikan tentunya sudah pasti ada. Angin dari Samudra Hindia yang merupakan lautan luas menghadirkan ikan berukuran lebih besar dan lebih banyak.

Kualitas dan kuantitas ikan juga tergantung dari letak geografis dimana kita memancing. Karena setiap daerah berbeda-beda. Pemancing di area Jawa Barat dan Sumatra bilang kalau angin baratan ikannya lebih besar dari angin timuran karena angin dari arah timur terhalang banyak pulau besar dan kecil sehingga ukuran ikan umumnya tidak sebesar sewaktu angin barat. Bila memancing di perairan Pulau Jawa hasilnya kurang bagus, belum tentu demikian di Sulawesi atau Papua, ini faktor letak geografis.

Saat angin kurang bagus saya mainkan bottom fishing atau jiging, lebih aman main di kedalaman air. Gunakan timah sebagai pemberat umpan agar jatuh ke tempat yang dituju. Pemilihan timah bermacam-macam, tergantung kondisi dasar laut dan kekuatan arus. Begitu pun penggunaan jig, besar kecilnya jig disesuaikan dengan kekuatan arus dan kedalaman air. Untuk arus normal di laut Jawa bisa memakai timah maksimal J5-J6 berat 100 gr karena tidak terlalu dalam.- Jimmy Koswara

 

Jimmy Koswara

Seorang developer perumahan, berdomisili di Bekasi, menggemari mancing sejak belia. Dari 10 tahun yang lalu tekun mengeksplorasi laut Jawa dan Sumatra.