Bagaimana karakteristik toman tepian keramba?

Bagaimana karakteristik toman tepian keramba?

Bagikan:

Di danau-danau besar di Jawa Barat seperti Saguling, Cirata dan Jatiluhur pada umumnya digunakan sebagai tempat budidaya ikan-ikan keramba jaring apung. Melimpahnya sumber makanan dari ekosistem alami seperti nila, mas dan lainnya di sekitaran keramba pada dasarnya membuat toman keramba selalu terpenuhi kebutuhan makanannya.

 

Toman-toman lebih sering bersembunyi di tepian keramba, atau juga di celah antara keramba. Untuk menandai keberadaannya secara spesifik, toman kerap berada di keramba dengan satu jaring bukan double jaring, keramba non aktif, serta keramba yang berbentuk persegi.

Tempat-tempat itu merupakan lokasi atau spot-spot casting potensial. Reaksi umpan-umpan berisik top water macam slash bait berkail satu menjadi senjata andalan mengingat lure ini bisa menggugah keberadaan toman. Walau berada di beberapa meter dari permukaan air, sulit bagi castinger mengaplikasikan lure-lure dalam atau umpan top water berkail ganda dengan double atau treble hook karena akan lebih beresiko tersangkut jaring terlebih saat disambar ikan.

Ketika umpan dilempar di tepian keramba, castinger hanya perlu melemparnya short cast tidak lebih jauh dari 10 meter guna bisa mengatur akurasi dan kecepatan retrieve. Sering kali toman menyambar ketika umpan sudah mendekati perahu.

Waktu yang tepat untuk casting toman tidak lain saat sebelum matahari terbit hingga menjelang gelap. Tingginya intensitas mancing saat ini dengan segala perkembangannya berefek pada berkurangnya agresifitas toman. Saat ini, toman cenderung sudah beradaptasi, tak takut suara mesin perahu, juga suara kebisingan lainnya.

Bagikan:

Wawan Webe

Sudah beberapa tahun berjalan, pemancing yang berdomisili di Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut menjadi produsen slater bait dengan merk WeBe Buzz, dimana produknya sudah digunakan oleh para castinger di berbagai kota di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Chat