Apa pertimbangan pemilihan joran untuk mancing cumi?

Ada dua metode mancing cumi yang kerap dilakukan, pertama dilakukan dari darat (landbase), serta dilakukan dengan merendam tubuh di laut (ngoyor). Dua metode ini menentukan pemilihan ukuran panjang joran. Untuk kebutuhan mancing di darat yang memerlukan lemparan lebih jauh, diperlukan joran cumi yang cenderung lebih panjang, biasanya ukuran 8’6″ (sekitar 262 cm).

Sementara bagi penggemar ngoyor, joran cumi ukuran 7’0″ (sekitar 213 cm) sudah cukup untuk mendukung lemparan-lemparan pendek umpan egi (capela). Joran cumi merupakan jenis joran bass, dimana pada bagian blank joran dari 4-5 cincin (ring guide) ke atas cenderung jauh lebih lentur.

Kelenturan joran tersebut diperlukan untuk memaksimalkan pengaplikasian umpan ketika ditarik yang harus dihentak. Karena karakteristik umpan egi ini harus menyerupai pergerakan sontak natural udang. Itulah mengapa joran ultralight jenis bass ini digunakan untuk menciptakan pecutan saat meretrieve.

Apakah semakin lentur joran cumi maka akan semakin baik? Pada intinya, kelenturan diperlukan untuk memudahkan proses pelemparan umpan (cast) serta membantu momentum strike. Tak ada ruit pada mata kail cumi, karakteristik makan cumi yang khas menggunakan tentakel tentu akan menyulitkan pemancing bila joran cenderung kaku.

Butuh kesabaran ekstra saat cumi menyambar umpan jika tak ingin gagal. Pemancing juga harus memperhatikan kesimbangan peranti (tackle balance) yang tertera pada bagian joran. Berapa ukuran senar dan umpan yang harus digunakan pada kedua jenis joran cumi.

Slamet Supriyanto

Bertugas sebagai peneliti dan pengembang (Research & Development) produk-produk peranti pancing di salah satu produsen alat pancing terbesar di Indonesia.