Menyibak Sarang Monster Teluk Tomini

Bolsel, SAHABATMANCING.COM – Gelaran turnamen mancing Fishing De Tomini memang telah berakhir pada Sabtu (16/3). Namun lewat hajatan akbar Pemda Bolaang Mongondow selatan (Bolsel) itu seakan membuka tirai baru destinasi mancing potensial di timur Indonesia. Pasalnya dalam event mancing yang digelar di Teluk Tomini itu, terungkap sarang monster yang berhasil dieksplor oleh para peserta. Salah satunya adalah Eskolar berbobot monster yang membawa tim Hantu Laut menuju podium juara.

Salah satu juri turnamen mancing Fishing De Tomini berpose dengan deretan tangkapan yang dihasilkan peserta, diantaranya adalah dua ekor Eskolar berbobot monster. Lewat turnamen mancing ini memang kian terungkap potensi besar teluk Tomini yang menjadi spot lomba yang digagas oleh Pemda Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tersebut. (Dok. Arief Suhardiman).

Sunny Wijoyo dan Suyanto merasa bersyukur bisa menjadi juara dalam turnaman Fishing De Tomini yang digelar pada 14-16 Maret 2019 kemarin. Dua pemancing yang tergabung dalam tim Hantu Laut itu berhasil menorehkan tangkapan dua ekor Eskolar ‘monster’ berbobot total 92,15 kg. Bila dihitung terpisah, Sunny mendaratkan Eskolar berbobot sekitar 50 kg, dan Suyanto 40 kg lebih.

Atas hasil itu keduanya mendapuk juara umum dan berhak atas hadiah trophy dan uang tunai senilai Rp35 juta. Raihan ini hanya mampu disusul oleh tim Mahi-mahi di posisi kedua dengan tangkapan total 49,65 kg dan tim Indik-indik dengan tangkapan 38,65 kg.

“Kami dari team Hantu Laut Merasa sangat beruntung bisa menjuarai event ini. Istilahnya kalau orang lokal sini bilang mujur malendong (dikerumuni rejeki), karena hampir semua peserta  berpengalaman mengikuti turnamen di berbagai daerah dan internasional. Sedangkan kami hanya team kecil dan baru terbentuk awal 2018. Puji syukur bisa menjadi juara,” ujar Sunny dengan nada merendah, (18/3).

Dalam percakapannya kepada redaksi Sahabatmancing.com lewat pesan singkat, Sunny membeberkan perjuangan mendaratkan Eskolar monster ke atas geladak kapal. Butuh waktu sekitar 90 menit bagi Sunny untuk memenangi pertarungan dengan spesies oilfish itu. Ia menggunakan peranti joran pe6 underhead dan ril underhead Pe10, dengan rangkaian dasaran khusus Eskolar dengan umpan Barakota yang sudah di-fillet beserta pemberat Landum 800 gram.

Menurutnya sejak awal ia bersama rekannya memang sudah menyiapkan amunisi heavy tackle untuk membidik monster penghuni perairan Teluk Tomini. Tak tanggung-tanggung, ia sudah menyiapkan rangkaian peranti pe6 dan pe8 600 meter dengan leader lebih dari 100lbs.

 “Sebelumnya target utama kami adalah Yellow Fin Tuna, tetapi karena kendala cuaca sehingga waktu memancing dipangkas dari yang awalnya dua malam menjadi hanya satu malam, terpaksa kami hanya mengeksplor satu spot di Tanjung Tolu,” beber Sunny.

Spot terakhir yang disebut oleh pria asal Kotamobogu itulah yang menjadi kartu truf bagi ia dan peserta lainnya di kapal Inkamina dengan nomor lambung tiga tersebut. Pasalnya Tanjung Tolu merupakan spot bagi berbagai spesies monster bawah laut mulai dari GT, Doggie Tuna, Mata Bongsang. YFT, Eskolar hingga Kerapu Kertang. Yang menjadi spesial ternyata spot Tanjung Tolu letaknya hanya selemparan mata memandang dengan daratan Bolsel meski berada di perairan dalam.

“Spotnya tidak jauh dari rumah penduduk, mobil dan motor lalu lalang masih kelihatan jelas saat kami memancing di atas kapal. Meski begitu airnya cukup dalam antara 150-200 meter,” jelasnya.

Sunny Wijoyo (tengah mengenakan kacamata) berpose dengan hasil tangkapannya yaitu Eskolar berbobot sekitar 50 kg.

Terungkap Potensi Besar Teluk Tomini

Pada dasarnya Teluk Tomini tidak hanya memiliki potensi dari luasnya yang mencapai lebih dari 6 juta hektar, tapi juga terdapat keunggulan biodiversitas bawah lautnya yang meliputi kekayaan terumbu karang, hingga topografi dasar laut yang memiliki beragam kedalaman hingga mencapai 4000 meter.

Belum lagi di Teluk Tomini terdapat arus global yang bergerak secara horisontal maupun vertikal (upwelling), yang memegang peran untuk mendistribusikan nutrien dari bawah ke permukaan laut serta mengendalikan salinitas, sehingga sangat mengundang migrasi ikan ke wilayah tersebut.

Upwelling artinya naiknya massa air dari lapisan bawah ke atas (permukaan air) yang kaya akan bahan makanan. Mekanisme inilah yang menyebabkan perairan menjadi subur. Selain itu daerah Teluk Tomini juga merupakan salah satu koridor yang di lewati arus global Arlindo (Arus Lintas Indonesia), yaitu arus yang membawa massa air dingin bergerak dari wilayah lintang tinggi (samudera pasifik) menuju equator yang banyak mensuplai nutrien yang kaya akan makanan sehingga perairan menjadi subur.

Arlindo tersebut merupakan bagian penting dari arus-arus termoklin di dunia yang sangat menentukan terjadinya migrasi ikan pelagis seperti tuna, cakalang, barakuda dan lain-lain. Dengan terdapatnya aliran arus yang sarat akan zat hara (nutrien) ke Teluk Tomini, bukan hal aneh bila teluk yang mengokupansi tiga provinsi sekaligus di wilayah Sulawesi itu menjadi sarang bagi spesies monster bawah laut.

“Kurang lebih dalam 7 tahun Pemda Bolsel sangat memperhatikan Teluk Tomini dengan memberantas pemboman karang dan racun ikan,
sehingga populasi ikan kecil meningkat dan menarik perhatian ikan-ikan predator untuk masuk ke teluk terlebih ke perairan Bolsel. Semoga dengan ada momentum event ini dapat memviralkan potensi Teluk Tomini sebagai lokasi mancing terbaik di Sulawesi,” pungkas Sunny.


Heksa Ragil Pamungkas

Author