Seperti apa karakteristik spot ikan tapah?

Ada dua jenis karakteristik spot ikan tapah, pertama ada di sungai arus deras di wilayah aliran atas namun belum mencapai hulu. Lalu tapah juga berhabitat di perairan danau, rawa-rawa liar di tepian aliran sungai yang tenang. Jika dilihar secara awam, perbedaan mencolok antara tapah arus deras dan tapah danau/rawa bisa dilhat dari warna tubuh. Untuk tapah air deras berwarna kuning, sementara tapah danau berwarna agak kehitaman. Tapah rawa memiliki warna mencolok (kemerahan) dibanding tapah spot lain. Tapah jenis ini memiliki ukuran rata-rata antara 3-4 kg per ekornya dan biasa hidup di pertemuan dua sungai. Jenis tapah arus deras menjadi merupakan yang terkuat dan biasanya berukuran rata-rata di atas 10 kg karena karakteristiknya yang kerap melawan derasnya arus.

Momentum musim kemarau atau antara Juli-Agustus menjadi saat yang tepat untuk memancing tapah. Sebab ikan ini akan sulit ditemukan pada saat penghujan tiba. Mancing tapah di air deras lebih cocok  menggunakan lure (minnow) tipe floating dengan ciri mengambang pada kedalaman 1 meter. Mengingat area sungai beresiko tersangkut bebatuan dan ranting. Sementara di danau atau area terbuka, jenis deep seperti crank bait akan lebih cocok digunakan.Ukuran mulai dari 10-12 cm atau berat 13-18 gram. – Paryono Paidul

Paryono Paidul

Pemancing asal Lamandau, Kalimantan Tengah ini kerap melakukan eksplorasi spot-spot air tawar dengan target tapah, belida dan predator lainnya.