Semarak Turnamen Sport Fishing yang Berpadu Dengan Upacara Sembonyo

Trenggalek, SAHABATMANCING.COM – Dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara, Polsek Watulimo bersama komunitas Angler Sampel Community menggelar event Turnamen Spot Fishing, di teluk Perigi, Trenggalek, Sabtu (21/7). Sekitar 316 pemancing dari 79 tim dari Jateng dan Jatim, ikut serta dalam turnamen mancing yang berbarengan dengan ritual Labuh Laut Sembonyo tersebut.

Turnamen sport fishing yang berpadu dengan ritual upacara labuh laut Sembonyo di teluk Prigi, Trenggalek, Minggu (21/7). Dok:Muhammad Subhan

Polsek Watulimo bersama komunitas Angler Sampel Community menggelar event Turnamen Sport Fishing, di kawasan perairan teluk Perigi, Trenggalek, Jawa Timur (21/7). Event ini digelar dalam rangka menyambut upacara adat labuh laut Larung Sembonyo yang menjadi tradisi masyarakat Trenggalek, khususnya kaum nelayan yang bermukim di pesisir teluk Prigi.

Eko Widyaka, selaku ketua panitia menuturkan, bila turnamen mancing ini terselenggara berkat dukungan Polsek Watulimo yang menginginkan kegiatan upacara adat Sembonyo dipadukan dengan event mancing.

“Kebetulan kami (komunitas Angler Sampel) dipercaya oleh pak Saiful Rokhman selaku Kapolsek Watulimo, untuk menukangi kegiatan turnamen mancing ini. Beliau menginginkan komunitas-komunitas mancing bisa ikut meramaikan agenda upcara labuh laut Sembonyo,” ujar Eko kepada SahabatMancing.com, (22/7).

Gayung pun bersambut, sekitar 316 pemancing dari 79 tim dan komunitas mancing se-Jateng dan Jatim ikut ambil bagian dalam turnamen sport fishing tersebut. Para peserta dipersilakan untuk mengeksplorasi perairan teluk Prigi yang menghadap langsung dengan samudera Hindia.

Lomba dimulai sejak pukul 05:00 Minggu pagi dengan mengambil titik keberangkatan kawasan pemukiman nelayan teluk Prigi. Para peserta memiliki waktu hingga pukul 14:30 waktu setempat untuk mendulang tangkapan dari perairan Segoro Kidul. Sesuai dengan tema acara yang diangkat, para peserta diperbolehkan untuk mengeksplor spot dengan teknik sport fishing seperti; jigging, popping dan dasaran.

“Teluk Prigi masih sangat potensial mengingat perairan ini langsung tersambung dengan samudera Hindia. Hal ini terbukti dengan hasil tangkapan ikan yang didapatkan sebagian peserta memiliki bobot besar,” tambahnya.

Sampai waktu penimbangan tiba, ada tiga tim mancing yang masuk ke dalam podium juara. Mereka adalah tim Mancing Meneh dari Malang di posisi ketiga, tim MMP dari Pasuruan di posisi runner up, dan tim Handayani Rock Fishing (HRF) dari Yogyakarta yang mengisi podium utama.

Ketiganya berhak atas hadiah uang tunai senilai Rp3 juta untuk tim Mancing Meneh, Rp5 juta untuk tim MMP, dan Rp10 juta beserta trofi untuk tim HRF.

Tim Handayani Rock Fishing yang berhasil mendaratkan tangkapan Tenggiri berbobot sekitar 25 kilogram.

“Saya mewakili panitia mengucapkan beribu terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung turnamen mancing ini. Pak Kapolsek juga berpesan agar kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya,” pungkas Eko.

JUARA TIM MANCING BERAT IKAN (kg) JENIS IKAN
Terberat 1 Handayani Rock Fishing 25 Tenggiri
Terberat 2 Mancing Mania Pasuruan 14,30 Amberjack
Terberat 3 Mancing Meneh 11,30 Amberjack