Rombongan Pemancing Pulau Seribu Selamat Dari Peristiwa Kapal Tenggelam

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Rombongan pemancing asal Jakarta selamat dari peristiwa kapal tenggelam yang terjadi di sekitar perairan pulau Seribu, Sabtu (10/8). Sembilan pemancing, dua ABK dan satu kapten kapal berhasil diselamatkan oleh kapal kargo yang melintas, setelah terombang-ambing di lautan sekitar empat jam lamanya.

Momen-momen ketika rombongan pemancing yang menjadi korban kapal tenggelam diselamatkan oleh awak kapal kargo yang tengah melintas di sekitar perairan kepulauan Seribu. Sebelumnya KM Endeavour yang menjadi armada para pemancing terjungkal dan tenggelam setelah disapu ombak di perairan yang sama. Dok/Facebook Damon Prasetyo Wibowo

Sekelompok pemancing yang tengah menjalani trip di sekitar perairan pulau Seribu mengalami peristiwa kapal tenggelam, setelah kapal yang ditumpakinya terbalik diterjang ombak. Hal ini dituliskan secara langsung oleh Damon Prasetyo Wibowo dalam sebuah postingan di laman sosial medianya.

Dalam postingannya tersebut, Damon menjelaskan secara rinci bagaimana awal perjalanan tripnya menggunakan kapal Endeavour, dari dermaga Marina Ancol menuju spot Karang Jana sekitar 7 km arah timur pulau Pari, kepulauan Seribu. Ia bersama rekan-rekan Angler Paguyuban Mancing, bertolak sejak subuh menuju spot dan baru bergegas pulang pada pukul 15:00 sore waktu setempat.

Dalam perjalanan pulang tersebutlah, kapal yang ditumpaki total 12 orang itu terbalik setelah diterpa ombak. Menurut penuturan Damon, jika saat itu kapal melaju sangat cepat ketika menerjang ombak, namun posisi kapal terlalu menyamping sehingga langsung terbalik.

Baca juga : BILA MENGALAMI KAPAL TENGGELAM, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

“Saya posisi di dalam kabin kapal bersama 3 rekan lainnya. Begitu kapal terbalik seketika saya mencari jalan keluar kapal dengan berenang ke arah atas permukaan air. Saya sudah tidak sempat membawa barang apapun, termasuk dompet, telepon seluler, kunci, tackle semua ikut tenggelam,” ujar Damon dalam tulisan yang dipublish di akun media sosialnya tersebut.

Lebih lanjut, setelah berhasil naik ke permukaan air, ia langsung mencari alat keselamatan yang masih tersangkut di dalam kapal. Beruntung ia masih dapat menarik beberapa pelampung dan lifevest sebagai media untuk tetap mengapung di permukaan.

“Sepuluh menit kemudian kapal tenggelam total. Awalnya kami mengapung secara terpisah-pisah, lalu kami mencari cara agar tetap bersama. Akhirnya masing-masing dari kami dapat menggunakan pelampung dan terapung-apung bersama selama kurang lebih 3,5 jam,” tambahnya.

Selama terapung-apung tersebut, ia menceritakan bagaimana mereka saling menjaga kesadaran satu sama lain mengingat kondisi fisik yang sudah mulai menurun. Mulai dari kram, sampai hipotermia juga sudah mulai mereka rasakan. Bahkan menurut pengakuannya, Damon sampai menggertak tegas terhadap salah seorang temannya yang mulai menunjukan tanda menyerah.

“Beberapa teman sudah panik dan shock bahkan hampir menyerah, seperti sakaratul maut. Karena mereka sudah terlalu banyak menelan air laut. Saya beri semangat untuk berusaha bertahan demi keluarga mereka dan saya bentak ala militer supaya (dia) tetap sadar,” terangnya.

Tak ingin bergantung pada nasib semata, mereka pun sepakat menunjuk sang kapten kapal untuk mencari pertolongan dengan berenang ke daratan terdekat. Saat itu lokasi terdekat untuk dijangkau adalah pulau Pari.

Masih menurut penuturan Damon, setelah kapten berenang menuju pulau Pari yang nampak terlihat dari titik kapal tenggelam, sekitar pukul 05:00 sore terlihat dari kejauhan ada kapal kargo yang melintas. Para survivor itupun sekuat tenaga memberikan tanda perihal keberadaan mereka dengan melambaikan tangan dan meniupkan peluit sekeras-kerasnya. Gayung pun bersambut, kapal kargo melihat keberadaan mereka dan memberikan sinyal untuk segera menolong.

Singkatnya, para korban kapal tenggelam ini berhasil diangkat ke geladak kapal kargo satu per satu. Sontak saja setelah para pemancing berada di atas kapal, haru tangis tak terbentung seraya mengucap syukur dan terima kasih kepada abk kapal kargo yang telah menyelamatkan mereka. Di atas kapal para korban segera mendapat penanganan medis pratama dan diberikan pakaian kering serta makanan dan minuman hangat.

“Kami menunggu cukup lama setelah kapal memberikan sinyal untuk menolong, ternyata mereka menyelamatkan kapten kapal kami lebih dulu yang sebelumnya hendak mencari pertolongan. Sesaat setelah kami di atas kapal, saya pribadi langsung memeluk orang yang menarik kami ke atas kapal. Di atas kapal mereka memperlakukan kami seperti saudara, luar biasa kebaikan mereka. Kami berhutang budi dan nyawa,” timpal Damon.

Setelah itu para korban dijemput kapal Basarnas yang sudah dikontak oleh kapal kargo untuk di bawa ke pelabuhan Tanjung Piruk. Di pelabuhan, mereka disambut oleh pihak berwenang, syahbandar dan beberapa petugas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Seluruh korban dinyatakan selamat dan hanya mengalami luka ringan serta psikis saja.

Berikut daftar korban selamat tenggelamnya Kapal Mancing Endeavour:

1. Kendir (74) sebagai nakhoda,

2. Suhaimi (54) sebagai ABK,

3. Slamet (56) sebagai ABK

4. Rizky (33) sebagai penumpang

5. A Zubair (33) sebagai penumpang

,6. Zulfan (26)sebagai penumpang,

7. Rembos (54) sebagai penumpang,

8. Amril (32) sebagai penumpang,

9. Demon (38) sebagai penumpang,

. Iman (33) sebagai penumpang,

11. Hadi (38) sebagai penumpang,

12. Purnomo (47) sebagai penumpang.