Rapers: Bersatu Demi Castinger

Menyambut kegiatan akbar acara kopdar castinger se- Indonesia 2019, pemancing di Jawa Tengah bersatu. Kekompakkan mereka yang berasal dari komunitas – komunitas mancing di sekitar danau Rawapening terpatri dalam Rawapening Anglers squad (Rapers). Sebagai panitia ‘tuan rumah’ acara kopdarnas yang diadakan di danau seluas 2500 Ha tersebut, tanggung jawab Rapers dalam mempromosikan wisata mancing di sana melalui kopdarnas ini sangatlah besar.

Bagaimana Rapers mempersiapkan diri dan menjaga kekompakaan menjelang event akbar castinger akhir Juli 2019 nanti? Sehingga Rapers sebagai tuan rumah mampu mempromosikan wisata mancing di Rawapening hingga luas lagi? Simak wawancara Sahabat Mancing dengan perwakilan Rapers, Purwono berikut ini:

Rapers dipersatukan menjelang acara Kopdar Castinger 2019 Rawapening, mengapa perlu menggabung komunitas-komunitas mancing di Jawa Tengah ini?

Kegiatan ini memerlukan campur tangan kepanitiaan lokal guna melancarkan kesiapan serta penyelenggaraan Kopdarnas secara langsung di lapangan. Tidak hanya dari satu komunitas, kepanitian juga perlu melibatkan komunitas-komunitas mancing lain mengingat kopdar castinger ini cakupannya sudah nasional. Dimana secara tidak langsung akan dihadiri lebih banyak orang dari berbagai daerah yang tentunya memerlukan banyak personel kepanitiaan.

Untuk itu, kami libatkan rekan-rekan komunitas mancing dari P.A Community Temanggung, Panglima Temanggung, GFP Temanggung, MMA Ambarawa, Castinger Ambarawa, Capek Pekalongan, KFC Kendal, Insane Jateng, MMS Sukoharjo, M3 Magelang, Poerjo Fishing Purworejo dan MMS Semarang.

Piala bergilir Forcasi sudah tiba di Ambarawa pada awal tahun 2017 lalu dipajang di Palembang usai KMMS masuk sebagai juara.

Agar terkesan tidak menonjolkan dominasi suatu komunitas tertentu, juga dikarenakan kami sering mengeksplorasi kegiatan mancing dan bertemu di Rawapening, maka disepakati kami gunakan nama Rawapening Anglers Squad (Rapers). Untuk menyatukan (visi-misi) bersama tergolong mudah dikarenakan para komunitas mancing di sekitar Rawapening ini sudah akrab satu sama lainnya dan sudah seperti keluarga.

Mengapa komunitas-komunitas tersebut yang dipilih menjadi bagian kepanitiaan lokal?
Spot-spot mancing di sekeliling Rawapening kerap kami eksplorasi bersama-sama. Setiap titik-titik potensial dan keadaan di lapangan
sudah rekan-rekan ketahui. Maka dari itu, saya rasa pemancing yang tergabung di Rapers ini tidak salah untuk ditunjuk sebagai panitia lapangan. Kami di sini semua sama-sama belajar agar berpengalaman menangani sebuah event mancing, baik kegiatan mancing maupun kopi darat. Dalam susunan kepanitiaan Rapers sendiri, banyak rekan-rekan pemancing baru yang bahkan belum pernah terlibat kepanitiaan.

Kami sama-sama ingin memperkenalkan lebih jauh lagi potensi mancing, khususnya yang ada di Danau Rawapening. Disini kami mencurahkan semuanya. Waktu, pikiran, dan tenaga. Segala macam info mengenai persiapan Kopdar Castinger Nasional 2019 selalu diupdate di sosial media.

Bagaimana awal mula pemilihan Rawapening sebagai lokasi Kopdar Castinger 2019? Bagaimana potensi mancing terutama casting di sana?
Seperti yang sudah banyak diketahui oleh kalangan pemancing bahwa Rawapening merupakan danau potensial untuk memancing khususnya target gabus (snakehead). Seolah tak ada habisnya, para pemancing dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya rutin menyambangi Rawapening, baik untuk casting atau mancing mujair.

Perwakilan Rawapening Anglers Squad ketika melakukan pengecekan persiapanm Kopdar Castinger 2019 se Indonesia bersama segenap pengurus pusat forcasi di danau Rawapening, Ambawara, Juni 2019.

Selain itu, luasnya cakupan spot-spot mancing di sana jadi alasan kuat karena mampu menampung banyak pemancing. Melihat pengalaman sebelumnya pada penyelenggaraan Casting Bersama Hinomiya yang dihadiri oleh lebih dari 600 castinger dari berbagai daerah. Saat itu, ikan hasil casting peserta juga lumayan banyak.

Titik-titik lokasi di RWP yaitu Kampungrawa, Sumurup, Ngasinan, Tambakrejo, Bejalen, Galwuni, Kebonbawang, Kebondowo dan Bukit Cinta rencananya akan digunakan untuk menyebar konsentrasi peserta agar menjaga kenyamanan memancing.

Persiapan dan upaya apa yang sudah Rapers lakukan guna melancarkan dan menyukseskan Kopdar Castinger nasional 2019?
Beberapa bulan belakangan ini sudah banyak sekali upaya yang kami lakukan, salah satunya keberhasilan kerjasama event ini dengan Polres Semarang. Selain Piala Bergilir Forcasi, dengan adanya kerjasama tersebut nantinya peserta juga akan memperebutkan Piala Tetap Kapolres Semarang dalam rangka HUT Bhayangkara 2019.

Pada pertengahan Juni kemarin, rapat pematangan dengan Kapolres Semarang dilakukan. Alhamdulillah, pihaknya siap mendukung penuh dengan mendampingi panitia dalam upaya pengajuan proposal bantuan ke sponsor dan keamanan acara. Banyak kendala selama persiapan. Karena ini event nasional, pasti kami juga akan disibukkan dengan antar jemput peserta dari luar daerah di stasiun, terminal atau bandara. Ini merupakan tantangan bagi kami agar terus berkoordinasi satu sama lain.

Konsep pembeda apa yang akan Rapers berikan pada penyelenggaraan Kopdar Castinger Forcasi tahun ini?

Kegiatan Komunitas Rapers saat meghadiri acara casting yang diadakan bersama Hinomiya

Sesuai rencana kami dan pengurus pusat Forcasi akan memberikan ruang dan memfasilitasi bagi para perajin umpan buatan (lure) yang akan memperkenalkan hasil karyanya di Kopdar Castinger Forcasi 2019 ini. Kami sadar bahwa banyak sekali teman-teman yang juga pemancing menjadi lure maker. Melalui kopdar ini, kami juga ingin meningkatkan sektor perekonomian melalui produk lokal.

Mungkin saat ini mereka hanya bisa berkomunikasi lewat media sosial, namun dengan adanya stand mereka bisa memilih produk dan bertatap langsung dengan perajin lure. Selain itu kami juga akan menyisihkan uang pendaftaran peserta Rp10 ribu untuk dikumpulkan dan digunakan untuk kegiatan sosial memberikan sembako bagi warga tidak mampu di sekitar Rawapening. – Rico Prasetio