Tiga Juta Bibit Nila Akan Disebar di Surakarta

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berencana akan meminta bantuan 3 juta bibit Ikan Nila kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Permintaan tersebut sudah beliau ajukan secara lisan dan akan segera diteruskan dengan serius.

Ilustrasi penebaran benih. Foto: International Fishing Tackle

Secara formal, Rudy akan segera mengajukan bantuan tersebut atas nama program sekolah sungai. Bibit-bibit tersebut rencananya akan disebar di seluruh sungai di dalam Kota Solo, seperti sungai Sudiroprajan, Kali Pepe dan lainnya. “Kalau Embung Tirtonadi sudah jadi, pasti bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya kepada Tribun Solo, Jumat (6/1).

Rudy menambahkan, tujuan dari rencana penyebaran bibit Nila itu tidak lain untuk menghidupkan kembali sungai sebagai ekosistem air tawar. Selanjutnya dia berharap kedepannya masyarakat bisa memanfaatkan sungai sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kalau seminggu sekali ada lomba mancing kan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Rudy. Selain untuk disebar di sungai, Rudy juga mengajukan bantuan bibit ikan untuk beberapa pondok pesantren di Kota Solo.

Ketua komunitas mancing 100% Nyobok, Alexandrie Mahendro menyambut baik kabar tersebut. Ia mengatakan, pihaknya selaku pegiat mancing di wilayah Surakarta dan sekitarnya siap menyukseskan program itu.

“Kami pasti berpartisipasi, baik dalam tebar benih maupun bersih-bersih kota. Kami pun sudah membuktikan langkah kami pada event BPBD sekolah sungai di Kab. Wonogiri bersama grup mancing Edan Nyobok,” kata Alex saat dihubungi via pesan singkat, Senin (16/1).

Jika program dari Walikota Surakarta terealisasi, Alex yakin program itu mampu meningkatkan kualitas kegiatan mancing di wilayah Surakarta. Ia menambahkan, ditebarnya benih ikan akan menjadi alternatif wisata baru serta menumbuhkan kesadaran lingkungan.

“Sebab kegiatan penebaran benih pada umumnya disertai himbauan untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, dalam hal ini sungai. Juga adanya larangan penangkapan ikan menggunakan setrum dan racun,” tutup Alex. – RPS