Spot Pakis Tak Terpengaruh Kebocoran Minyak Pertamina

Karawang, SAHABATMANCING.COM – Kejadian bocornya pipa pengeboran lepas pantai milik Pertamina di lepas pantai Karawang pada 12 Juli lalu tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan mancing di sana. Jauhnya spot mancing dan bergesernya minyak ke arah barat dan pesisir pantai menjadi alasan kegiatan mancing di sana masih diminati.

Salah satu spot mancing pengeboran lepas pantai di laut Karawang, Jawa Barat. Sahabatmancing.com/Rico Prasetio

Ujang, pemilik kapal mancing di Pakis menyebutkan bahwa kejadian bocornya pipa minyak tersebut berbeda lokasi dengan lokasi mancing yang biasa ia sambangi. Berdasarkan laporan pemberitaan beberapa media massa nasional, minyak tercecer ke arah barat memasuki teluk Jakarta dan mencemari pulau-pulau.

“Lokasi bocornya jauh, jadi mancing di sini (via Pakis) masih aman,” jelas Ujang kepada Sahabatmancing.com via pesan singkat, Selasa (6/8). Sementara dari Pakis sendiri, Ujang kerap membawa para pemancing ke spot pengeboran di Rig Kunti, Nakula, Sadewa dan satu spot baru lebih ke arah utara.

Dari laporan Ujang hingga berita ini diturunkan, pencemaran minyak yang menimpa pesisir laut Karawang sudah mulai tak terlihat karena sudah dibersihkan petugas.

Sebelumnya, pemancing dari berbagai wilayah di Karawang dan Jakarta sempat memesan sewa kapal miliknya untuk melakukan eksplorasi mancing di perairan pengeboran lepas pantai. Namun bukan karena pipa pengeboran bocor, ia terpaksa harus membatalkan dan mengatur jadwal ulang kegiatan mancing karena cuaca yang tidak bersahabat beberapa hari belakangan.

“Memang saya sempat kabarin dan cancel, tapi bukan karena minyak tumpah, melainkan angin dan ombak di perairan laut Karawang sedang tidak kondusif,” tutup Ujang yang memiliki kapal Sri Gadis 1 dan 2 itu.

Minyak yang bocor tersebut tercecer ke arah barat mencemari gugusan Kepulauan Seribu. Setidaknya, ada lima pulau di sana yang diduga ikut tercemar dari tumpahan minyak mentah atau pek milik PT Pertamina.

Seperti diberitakan Tempo.co, 30 Juli lalu, tercemarnya wilayah Kepulauan Seribu itu diketahui setelah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya mengecek ke wilayah perairan tersebut.

“Terdapat ceceran pek yang diduga dari kebocoran pipa minyak Pertamina anjungan lepas Pantai Karawang. Ceceran pek ditemukan di lokasi bibir pantai Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor,” kata Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rusliyanto saat dihubungi, Selasa (30/7).

“Sampai Senin, 29 Juli 2019, pek yang terkumpul di Pulau Untung Jawa dan Rambut sekitar 1.000 karung. Yang sudah dibawa dan dimusnahkan oleh Pertamina 475 karung,” terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum menyebut dalang dari kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.