Senopati Fishing Club Gelar Uncal Bareng & Release Bibit Tukik

Senopati Fishing Club Gelar Uncal Bareng & Release Bibit Tukik

Ada yang berbeda dari gelaran mancing bareng yang diadakan oleh komunitas Senopati Fishing Club, Minggu (21/1). Dalam agenda yang bertajuk ‘Uncal Bareng Senopati’ di pesisir Pantai Pelangi, Bantul Yogyakarta ini, tidak hanya dilangsungkan agenda mancing bareng semata, tapi dihelat juga aktifitas pelestarian lingkungan dengan menebarkan puluhan benih penyu (tukik) jelang penyelenggaraan acara.

Ratusan peserta meramaikan event Uncal Bareng Senopati yang diadakan Senopati Fishing Club di pesisir Pantai Pelangi, Bantul, Yogyakarta, Minggu (21/1). Selain mancing bareng, dilakukan juga aksi pelestarian lingkungan dengan merilis bibit penyu atau tukik. (Dok/Bambang)

Pelepasan tukik ini dilakukan di pesisir pantai Ndorowati – Gubug Dowo yang juga menjadi spot mancing para peserta uncal bareng senopati tersebut. Aksi ini dilakukan dalam rangka kampanye pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh komunitas Senopati di sela-sela kegiatan mancing mereka.

Menurut Bambang Sepoor selaku ketua pelaksana, jika kegiatan mancing bareng ini merupakan ajang kopi darat rutin untuk mempertemukan para pegiat mancing seluruh Yogyakarta. Tidak lupa, sebagai sebuah komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut, dikemas pula aksi pelepasan tukik dihadapan ratusan pemancing yang ikut serta mengawal benih penyu itu ke laut lepas.

Concern kami memang mengkampanyekan kegiatan peduli lingkungan lewat agenda kopi darat dan mancing bareng yang rutin kami lakukan. Sejatinya kami juga ingin sekaligus melakukan kegiatan penanaman bibit pohon bakau (mangrove), namun kemarin masih terkendala cuaca hujan yang terus turun sepanjang hari,” ujarnya kepada SahabatMancing.com, (24/2).

Kawan-kawan pemancing yang tergabung dalam Senopati Fishing Club melepaskan bibit anak penyu (tukik) di pesisir pantai Pelangi, Bantul, Yogyakarta.

Lebih lanjut Bambang menyambungkan, untuk mengadakan kegiata pelepasan tukik sendiri bukan perkara mudah karena pihaknya harus mengantongi izin dari dinas terkait. Ia mengaku aspek pengurusan adminitrasi untuk mendapatkan izin ini yang sempat menjadi kendala, hingga akhirnya perizinan dapat keluar dengan keterbatasan jumlah tukik yang didapatkan.

“Tukik ini termasuk hewan yang dilindungi jadi perlu izin untuk mendapatkannya. Kami sampai minta ke wilayah Jawa Timur tapi memang jumlahnya terbatas untuk mendapatkan benih tukik,” tambahnya. Bambang melanjutkan, rencananya untuk melakukan aksi penanaman bibit pohon bakau, bakal direalisasikan pada agenda kopdar mancing bareng selanjutnya yang akan dilakukan pada pertengahan tahun ini.

Dalam penyelenggaran Uncal Bareng Senopati sendiri diikuti oleh sekitar 251 pemancing dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut Bambang, faktor cuaca hujan yang terus mengguyur wilayah pantai Pelangi sejak Minggu pagi menjadi kendala bagi para pemancing lain yang biasa ikut mendaftar pada hari H acara.

Ratusan peserta tengah unjuk kebolehan dalam agenda Uncal Bareng Senopati di pesisir pantai Pelangi. Cuaca ekstrim menjadi kendala para peserta dalam menggaet buruan ikan.

Faktor tersebut pula yang membuat torehan hasil tangkapan para peserta mancing bareng tak sebesar event edisi sebelumnya. “Karena musim hujan perairan di sekitar pantai jadi sedikit keruh, imbasnya tangkapan yang didapat peserta juga hanya ikan-ikan ukuran kecil. Namun kita cukup puas karena setidaknya visi kita untuk mempererat silatuhrami antar sesama pemancing se-Yogyakarta bisa terlaksana,” tandasnya.

Meski begitu, acara uncal bareng ini tetap berjalan lancar sampai selesai dan peserta yang berhasil keluar sebagai pemenang. Disematkan pula hadiah berupa uang tunai kepada para kampiun juara yang besarannya sesuai persentase total peserta mancing bareng. “Harapan saya kedepan komunitas mancing seluruh Yogyakarta bias makin erat silatuhraminya dalam arti; yang awalnya hanya kenal di sosmed jadi bisa kenal secara tatap muka dan memanjang tali silatuhrami,” tutupnya.

Chat