Selayar Fishing Tournament; Perpaduan Antara Profesional Dengan Tradisional

Selayar Fishing Tournament; Perpaduan Antara Profesional Dengan Tradisional

Bagikan:

Pemerintah Kabupaten Selayar sukses menggelar event Selayar Fishing Tournament pada 11-12 Mei 2018 kemarin. 53 tim dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta meramaikan turnamen mancing kebanggan masyarakat Selayar tersebut. Peserta bukan saja datang dari wilayah Selayar tapi juga ada dari Makassar, Pinrang, Kendari, Gowa, Luwuk, Kalimantan Selatan hingga Jakarta.

Pemkab Kepulauan Selayar kembali menggelar event Selayar Fishing Tournament pada 11-12 Mei 2018 kemarin. Ajang mancing kebanggan masyarakat Selayar ini menjadi jilid pertama dari dua rangkaian turnamen mancing yang digelar dua kali dalam setahun. Jilid kedua nanti akan diselenggarakan pada November 2018 mendatang. (Dok/Udyn Boge)

Ratusan pegiat mancing dari berbagai daerah itu berduyun-duyun datang demi satu tujuan, memboyong trophy juara dalam ajang bergengsi Selayar Fishing Tournament. Dalam turnamen ini pula, peserta tidak hanya berhadapan dengan pemancing dari wilayah lain semata, tapi juga menantang langsung nelayan-nelayan lokal yang turut menyemarakan turnamen mancing tahunan tersebut.

Hal inilah yang menjadi pembeda gelaran Selayar Fishing Tournament tahun ini dibanding penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang diungkapkan langsung oleh Udyn Boge selaku panitia penyelenggara. Menurutnya jika pada tahun ini Selayar Fishing Tournament mempertemukan dua kelas yang berbeda, yaitu kelas profesional dan kelas tradisional.

Selain untuk memeriahkan jalannya turnamen, kondisi itu dihadirkan agar kaum nelayan yang banyak bermukim di pesisir Selayar, turut bisa merasakan efek hadirnya turnamen akbar dari Pemkab Selayar itu. “Kelas tradisional ini ada juga untuk memberdayakan kaum nelayan yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat Selayar. Sesuai dengan saran pak Bupati (Basli Ali), yang menginginkan adanya kompetisi antara profesional pemancing dengan tradisional,” ujar Udyn kepada SahabatMancing.com, Sabtu (12/5).

Lebih lanjut, meski mempertemukan dua kelas yang bagai bumi dan langit, namun Udyn mengaku jika jalannya turnamen tetap berlangsung secara aman dan tertib tanpa terkendala halangan yang berarti. Ia mengapresiasi peran para peserta yang sangat menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran dalam menjalani turnamen mancing.

“Antara tradisional dengan profesional sengaja kami padukan, ternyata memang profesional yang lebih unggul. Namun alhamdulilah, para pemancing tetap profesional memegang teguh kode etik serta sportifitas dan kejujuran dimanapun mereka berada,” tambahnya.

Tampak antrean peserta saat penyerahan secara simbolis atribut turnamen mancing Selayar 2018 pada saat acara briefing dan tekhnikal meeting.

Dalam gelaran turnamen mancing Selayar sendiri hampir sebagian besar hasil tangkapan monster didominasi oleh pemancing profesional. Ada tiga peserta dari kelas profesional dan tradisional yang sukses masuk ke podium juara, dengan menyisihkan ratusan peserta lainnya. Masing-masing juara berhak membawa pulang hadiah berupa trophy dan uang tunai senilai Rp25 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara kedua dan Rp10 juta untuk juara ketiga.

Udyn berharap, lewat gelaran Selayar Fishing Tournament bisa terus menggiatkan potensi wisata mancing di Kabupaten Selayar bagi kalangan pehobi mancing seluruh Indonesia. “Karena sasaran market kami memang pemancing dari luar wilayah Selayar. Dan mudah-mudahan dari event ini Selayar bisa jadi destinasi mancing nasional, bahkan kalau memang memungkinkan jadi target turis internasional,” pungkasnya.

Daftar Juara Selayar Fishing Tournament

  • Kelas Profesional

Nama Tim                           Tangkapan                          Berat Ikan

JAC (Jakarta)                      Dogtooth Tuna                  18,45 Kg

Poseidon (Kendari)        Ruby                                      11,35 Kg

KFC (Kendari                      Ruby                                      9,35 Kg

 

Bagikan:
Chat