Pasar Ikan Modern Pertama Di Indonesia Resmi Dibuka

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kelautan & Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (13/3). Peresmian ini menasbihkan PIM Muara Baru menjadi sentra industri perikanan dengan konsep one stop shopping pertama di Indonesia.

Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda, Rabu (13/3). PIM Muara Baru menjadi sentra bisnis perikanan dengan konsep one stop shopping pertama di Indonesia. (SAHABATMANCING/Heksa R.P)

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengungkapkan awal mula pembangunan PIM Muara Baru bermula dari keresahannya akan stigma pasar ikan di Indonesia yang selalu dicap kumuh, bau dan tak terawat. Untuk itu dalam suatu rapat terbatas pada Juli 2016, mantan Gubernur Ibukota ini mendelegasikan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti untuk membangun pasar ikan dengan konsep modern di Jakarta.

“Masa kita tidak bisa memiliki pasar ikan yang bersih dan terawat seperti fish market Tsukijii di Jepang. Untuk itu saya tugaskan Menteri Susi untuk membangun pasar ikan yang serupa dengan Tsukijii. Alhamdulilah, setelah awal pembangunan pada 2018, tahun ini kita memiliki pasar ikan modern pertama di Indonesia,” ujar Presiden Jokowi, (13/3).

Presiden Jokowi, bersama Menteri Susi dan Gubernur DKI, Anies Baswedan saat penandatanganan prasasti simbol diresmikannya Pasar Ikan Modern Muara Baru. (SAHABATMANCING/Heksa R.P)

Lebih lanjut, hal ini diamini oleh Menteri Susi yang juga hadir dalam pembukaan PIM Muara Baru. Ia berharap konsep pasar ikan modern yang baru diresmikan ini bisa juga dikembangkan di berbagai wilayah lainnya di Indonesia. Tak lupa ia menitipkan pesan kepada pedagang dan masyarakat untuk menjaga fasilitas pasar yang sudah dibangun oleh pemerintah.

“Bapak-bapak pedagang, jangan ada lagi ikan berceceran di lantai. Untuk para pembeli buang sampah jangan sembarangan. Saya tak ingin seminggu atau sebulan setelah diresmikan pasar kembali kotor. Tolong jaga pasar ini agar terus bersih dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Susi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Susi juga memberikan laporan kepada Presiden perihal aktivitas perdagangan yang sudah berlangsung sejak 16 Februari 2019 kemarin. Tercatat perdagangan yang dihasilkan oleh pedagang rata-rata mencapai 500 ton setiap harinya. “Jumlah pembeli yang datang rata-rata 1400 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp10 miliar-Rp12 miliar setiap harinya,” tambah Susi.

Presiden Jokowi, bersama Menteri Susi beserta jajaran meninjau lapak pedagang di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (13/3). Para pedagang sudah menempati PIM Modern sejak 16 Februari 2019 kemarin.

Melihat respon positif tersebut, Menteri yang terkenal dengan tegas terhadap illegal fishing tersebut optimis jika Pasar Ikan Modern Muara Baru mampu menjadi sentra perbelanjaan perikanan yang tidak kalah dengan Mall.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga mengapresiasi berdirinya PIM Muara Baru yang menjadi hadiah besar bagi warga Ibukota. Karena menurutnya selama ini Jakarta sebagai kota pesisir terkadang tak bisa langsung merasakan berkah laut yang ada di hadapan Ibukota. Dengan adanya pasar ikan modern Muara Baru, ia berharap manfaat Jakarta sebagai kota pesisir akan semakin terasa.

“Pemprov akan terus mendukung dan berharap pasar ikan di lingkungan Ibukota bermanfaat bagi masyarakat luas. Utamanya konsumsi ikan akan benar-benar menjadi konsumsi gizi utama penduduk Jakarta,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pasar Ikan Modern Muara Baru dibangun di atas lahan 14,5 hektar yang berada tepat di pesisir utara Jakarta. Fasilitas yang tersedia di pasar ini meliputi; 894 kios basah (wet market) dan 155 kios kering (dry market), kemudia fasilitas lain penunjang seperti cold storage, food court, ruang pengepakan, Instalasi Pengolahan Limbah (IPALI), klinik, ATM , ruang pertemuan dan masjid.

Heksa Ragil Pamungkas

Author