Melawan Illegal Fishing di Temanggung dengan Tebar Benih

Temanggung, SAHABATMANCING.COM – Sejak Maret 2019 lalu, sebanyak lebih dari 500 ribu ekor benih ikan endemik bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan wilayah selatan Jawa Tengah melalui Dinas Perikanan Temanggung disebarkan di berbagai wilayah di Temanggung, Jawa Tengah. Program tahunan ini merupakan upaya dinas terkait menjaga keseimbangan serta kelestarian ekosistem sungai-sungai di wilayah Temanggung.

Penebaran benih yang dilakukan di salah satu titik di Temanggung. Foto: Dokumentasi MMT

Temanggung, sama seperti wilayah pegunungan pada umumnya, memiliki perairan umum berupa sungai-sungai deras yang berhulu dari atas gunung. Sungai-sungai tersebut menyimpan beragam potensi perikanan yang kerap dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pemancing. Nama nilem (melem), nila, hampala, mas serta uceng sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga warga Temanggung.

Di balik besarnya potensi itu, ancaman perusakan dari oknum masyarakat pun muncul. Praktik illegal fishing dengan racun dan strum seolah tak ada remnya. Bukan tanpa upaya, Pemerintah Daerah setempat juga sudah menerbitkan Perda Kabupaten Temanggung No. 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perikanan pasal 18 ayat 1.

Perda tersebut berisi larangan perusakan dan pencemaran (illegal fishing) dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Upaya lain yang lebih persuasif akhirnya dilakukan, salah satunya dengan menggiatkan penebaran benih ikan-ikan lokal di perairan umum.

Penyuluh Perikanan Kab. Temanggung, Mahmud Efendi mengatakan 2-3 tahun belakangan ini, Temanggung memiliki program penebaran benih ikan yang disiapkan bagi masyarakat untuk kemudian disebar di daerah masing-masing. Program ini melibatkan masyarakat secara langsung agar mereka ikut merasakan dan menjaga apa yang sudah mereka sebar.

“Masyarakat beberapa sungai melihat oknum sedang merusak perairan, namun mereka tidak memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab sehingga membiarkan perusakan terjadi. Dengan melibatkan masyarakat (menebar benih), kami berharap tingkat kesadaran dalam menjaga bahkan melaporkan atau menangkap praktik illegal fishing tumbuh di hati masyarakat,” jelas Mahmud saat dihubungi via telepon, Rabu (22/5)

Pada bulan Mei ini, menggunakan APBD tahun 2019, Dinas Perikanan Temanggung sudah melakukan pendistribusian sebanyak total 440 ribu benih ikan nilem kepada masyarakat untuk kemudian disebar di daerah mereka masing-masing. Untuk pendistribusian di lapangan, Dinas Perikanan Temanggung bekerjasama dengan komunitas Mancing Mania Temanggung (MMT).

Penebaran ini terbagi melalui dua tahap, 200 ribu ekor pertama yang terbagi dalam 430 kantong disebar di sungai-sungai besar di Temanggung pada Kamis (16/5). Sementara sisanya didistribusikan lima hari kemudian ke sungai Galek, Mbrangkongan, Kuas, Tingal, Jambe, Curuglawe, Selopampang, Plumbon, Candiroto, Ngadirejo, Parakan dan sungai lainnya.

“Dua bulan sebelumnya juga dilakukan penebaran benih sebanyak 24 ribu ekor melem dan 54 ribu ekor nila. Benih-benih tersebut berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) Mungseng, Temanggung yang benihnya memiliki keunggulan ‘monosex’, dimana pertumbuhan benihnya akan jauh lebih cepat dibanding jenis non budidaya,” tambah Mahmud.

Purwono, perwakilan dari MMT menyebutkan antusias warga khususnya pemancing untuk melakukan penebaran benih ini sangat tinggi. Warga yang tergabung dalam komunitas mancing serta pengelola desa ikut ambil bagian setelah mendapat info yang diberikan sebelumnya.

“Benih-benih tersebut kami sirkulasikan kepada masyarakat agar tersebar secara luas. Agar berjalan tepat sasaran, kami mewajibkan daerah yang ingin mengambil benih untuk menyerahkan 10 fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga/perwakilannya,” jelas pria yang akrab disapa Wex itu kepada SM Rabu (22/5).

Langkah tersebut dimaksudkan sebagai bukti tanggung-jawab mereka yang menerima benih ikan, agar menjaga apa yang sudah dilakukan. Diharapkan, sungai-sungai yang menjadi lokasi penebaran itu kedepannya mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat.

“Tahun ini, kami bersama dinas terkait juga berencana akan melakukan penebaran benih ikan uceng sebanyak 1 juta ekor. Seperti diketahui, uceng merupakan ikon Temanggung yang keberadaannya sudah semakin langka di perairan umum,” tutup dia.