Langkah Pertama KKP Mengalihkan Alat Tangkap Cantrang Nelayan Di Tegal

Langkah Pertama KKP Mengalihkan Alat Tangkap Cantrang Nelayan Di Tegal

Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) bergerak cepat dalam progress peralihan alat tangkap cantrang kepada sejumlah nelayan di Jawa. Tim khusus yang diterjunkan KKP langsung melakukan pendataan dan verifikasi kapal cantrang di kota Tegal, Jawa Tengah, (2/2). Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah pemerintah bertemu perwakilan nelayan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok nelayan, di depan Istana Negara dua pekan yang lalu.  

Tim khusus yang diterjunkan KKP tengah mendata dan memverifikasi sejumlah nelayan pengguna alat tangkap cantrang untuk dialihkan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, di Tegal, Jawa Tengah, Jum’at (2/2). (Dok/Humas KKP)

Pendataan, verifikasi dan validasi ini bertujuan untuk mengetahui jumlah serta ukuran kapal dengan alat tangkap yang dilarang atau tidak ramah lingkungan seperti cantrang dan sejenisnya yang dimilki oleh para nelayan dan pelaku usaha yang digunakan untuk berlayar.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat meninjau langsung kegiatan pendataan dan verifikasi kapal di PPP Tegalsari, Jum’at (2/2), menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk tidak lanjut kesepakatan dari pertemuan antara perwakilan nelayan dengan presiden di Istana Presiden dua pekan lalu. Menteri Susi juga kembali mengingatkan bahwa telah disepakati penggunaan alat tangkap cantrang  tetap beroperasi hingga pengalihan alat tangkap nelayan selesai.

Seperti diketahui, dalam pertemuan tersebut nelayan telah sepakat soal perpanjang waktu yang diberikan oleh pemerintah dengan catatan; tidak ada penambahan kapal cantrang. Kemudian kapal yang berlayar juga harus diukur ulang dan hanya berlayar di Pantai Utara Pulau Jawa.

“Selama beberapa pekan kedepan, pendataan dan verifikasi terhadap ratusan kapal ditargetkan dapat selesai dilaksanakan, sehingga bisa segera dilakukan penyelesaian pengalihan alat tangkap yang dilarang menjadi ramah lingkungan,” ujar Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima SahabatMancing.com, Jum’at (2/2).

Direktur Jendral KKP, Sjarief Widjaja terjun langsung untuk mendata dan memverifikasi beberapa nelayan pengguna cantrang di kota Tegal, Jawa Tengah.

Lebih lanjut, diperkirakan sebanyak 561 kapal dan pelaku usaha di Tegal akan dapat didata selama dua hari. Setelah melakukan pendataan, verifikasi dan validasi, nelayan diperbolehkan kembali berlayar selama memiliki surat izin berlayar sementara yang dikeluarkan oleh KKP. Untuk memperoleh surat izin berlayar sementara tersebut, para nelayan akan diminta untuk menandatangani pernyataan kesanggupan beralih alat tangkap.

Dalam pengalihan alat tangkap ini, KKP bekerjasama dengan perbankan (BRI), penyedia alat Vessel Monitoring System (VMS), instansi daerah, beserta perangkat pendukung lainnya untuk menyukseskan kegiatan ini. Setelah Tegal, kegiatan ini akan dilanjutkan pelaksanaannya ke sejumlah daerah seperti Batang, Pati, Rembang, dan Lamongan dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dua bulan.

Proses pendataan dan validasi ini juga dilakukan langsung di atas kapal Nelayan.

Sebagai informasi, pemerintah telah membentuk tim khusus penyelesaian peralihan alat tangkap ikan yang dilarang ini terdiri dari berbagai unsur yakni Satgas 115, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT KKP), Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (DJPSDKP KKP) dan kepala daerah setempat. Tim khusus tersebut dikepalai Laksamana Madya TNI (Purn) Widodo.

 

Chat