KKP Ajak Pembudidaya Lakukan Restocking Ikan

Natuna, SAHABATMANCING.COM – Indonesia merupakan salah satu kawasan strategis dengan potensi perikanan terbesar di dunia yang harus dijaga kelestariannya. Berbagai upaya dari pemerintah dilakukan, salah satunya dengan melakukan penambahan stok ikan tangkapan ke perairan umum (restocking).


Pelepasan benih Rajungan sebanyak 2000 ekor produksi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara di perairan Natuna, Kepulauan Riau (6/5). Foto: Dokumentasi Humas KKP.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, contohnya di Kepulauan Natuna yang merupakan kawasan strategis. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan sumber daya ikan yang ada di sana. Oleh karena itu, sebagai unsur teknis, Ditjen Perikanan Budidaya memiliki tanggungjawab untuk menjamin agar jenis-jenis ikan asli, dan terancam tetap terjaga keseimbangannya.

“Beragam cara, pemerintah lakukan, salah satunya dengan mendorong inovasi teknologi pembenihan yang fokusnya untuk restocking di berbagai perairan di Indonesia. Perikanan budidaya punya peran ganda yakni sebagai buffer stock di alam dan untuk pemenuhan kepentingan ekonomi dan pangan,” jelas Slamet.

Ia melanjutkan, perikanan budidaya ini fungsinya sebagai buffer stock. Artinya, keseimbangan stok SDI di alam akan banyak bergantung pada peran perekayasaan di bidang perikanan budidaya. Slamet mengintruksikan ke semua UPT agar restocking ini menjadi bagian program prioritas.

“Saya akan mengeluarkan surat edaran berisi ajakan agar para pembudidaya khususnya pelaku pembenihan bersedia menyisihkan minimal 2 persen dari benih yang dihasilkannya untuk dirilis ke alam atau perairan umum agar bisa memperkaya kembali plasma nutfah di Indonesia, khususnya untuk ikan-ikan yang tidak berbahaya atau invasif,” ajak Slamet.

Slamet berharap, kedepannya restocking atau penebaran benih ke alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan restocking secara mandiri.

Seperti diketahui pada Minggu (5/5) lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti melakukan restocking nener bandeng sebanyak 4000 ekor di Pantai Sahi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Restocking nener bandeng diharapkan akan meningkatkan jumlah stocknya di alam, mengingat bandeng merupakan komoditas yang digemari masyarakat.

Sementara itu di hari kedua juga dilakukan restocking sebanyak 2.000 ekor benih rajungan produksi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara yang dilakukan oleh Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Toha Tusihadi.