Di Desa Ini Pengantin Wajib Melakukan Penebaran Benih

Sebuah desa di kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, Yogyakarta, memiliki sebuah budaya unik yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Budaya tersebut berupa penebaran benih-benih ikan di sungai Kontheng bagi pasangan pengantin yang tengah melangsungkan pernikahan. Ritual penebaran benih ini diterapkan sebagai langkah untuk memerangi aksi illegal fishing dan juga menghidupkan kembali ekosistem sungai yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Pada medio November 2017, camat Sedayu, Fauzan Muariffin menerbitkan surat yang ditujukan kepada kantor urusan agama (KUA) kecamatan Sedayu. Surat tersebut berisi syarat wajib untuk melakukan penebaran benih ikan di sungai Kontheng bagi pasangan pengantin yang ingin menikah. Langkah ini diterapkan sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mereduksi praktik illegal fishing yang marak terjadi di sungai Kontheng.

Berawal dari satu pengantin ke pengantin lainnya, dari satu titik penebaran hingga berkembang ke berbagai titik, kegiatan penebaran bibit ikan ini terus berlangsung hingga menjadi sebuah budaya yang ikut meresap ke sosial masyarakat Sedayu. Kondisi ini tentu juga bergaris lurus dengan praktik penyetruman dan racun ikan yang berangsung-angsur menghilang dari lingkungan sungai Kontheng.

“Sebenarnya budaya penebaran benih ikan ini untuk mengendalikan aksi penangkapan ikan dengan cara setrum dan racun di sungai. Dengan begitu otomatis para warga juga akan menjaga sungai dari para pelaku illegal fishing dan mengedukasi masyarakat lainnya. Alhamdulilah, hasilnya sekarang sudah tidak ada praktik penyetruman lagi,” ujar Fauzan kepada SahabatMancing.com, (31/3).

Lebih lanjut, hingga berita ini diturunkan tercatat sudah ada lebih dari 170 pasang pengantin yang telah menunaikan penebaran benih. Melihat antusias besar dari masyarakat yang ingin ikut andil dalam menjaga ekosistem sungai Kontheng, kini bebera[a elemen masyarakat yang beraktifitas di kecamatan Sedayu juga turut serta dalam budaya penebaran benih ikan tersebut.

“Sekarang tidak hanya pengantin, tapi juga mahasiswa yang sedang kuliah kerja nyata (KKN), organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok mancing juga ikut melakukan penebaran benih. Kemudian sekarang jenis ikan yang ditebar juga sudah diatur, harus spesies ikan lokal seperti; Tawes, Hampala, Sidat, Tombro, Lele jenis lokal, sampai Gabus,” tambahnya.

Salah satu pasangan pengantin yang ikut menebar benih ikan di pinggir sungai Kontheng.

Menurutnya, jenis ikan yang mulai diatur untuk mengembalikan ekosistem sungai Kontheng dari spesies endemik lokal yang mulai langka di habitat aslinya. Tidak hanya itu, keberadaan ikan spesies lokal ini juga menarik minat para pehobi mancing untuk mengeksplorasi sungai Kontheng.

Saking banyaknya masyarakat yang menebarkan benih ikan dan juga menjaga ekosistem sungai dari pengkapan ikan secara ilegal, tidak jarang para pemancing berhasil mendapatkan tangkapan ikan dengan bobot besar.

“Pernah ada yang dapat ikan besar macam; Hampala 3,6 kg, Sidat 9 kg panjangnya 1,5 meter. Jadi sepertinya alam berterima kasih ketika kita sering restocking akhirnya ikan ikan besar mudah terpancing, sebelumnya belum ada cerita ikan besar terpancing,” tambahnya.

Hamapala ukuran besar yang berhasil dipancing oleh warga.

Dari Penuh Sampah, Jadi Lokasi Wisata

Budaya peduli ekosistem sungai Kontheng juga turut mengubah wajah kecamatan Sedayu secara keseluruhan. Dari yang awalnya aliran sungai Kontheng penuh sampah dan kerusakan ekosistem yang cukup berat, kini transformasi sungai Kontheng itu mulai dirasakan secara sosial dan ekonomi dengan pemanfaatan aliran sungai sebagai obyek wisata air.

Pemerintah kecamatan Sedayu bahu-membahu mewujudkan program Sedayu Tourism District untuk mendulang wisatawan dengan menciptakan obyek wisata Tubing. Tubing sendiri ialah wahana rekreasi air mengeksplorasi aliran sungai dengan menaiki ban dalam kendaraan truk. Setidaknya sudah ada empat destinasi tubing yang dimanfaatkan dari aliran sungai Kontheng.

“Wahana tubing ini menjadi wisata unggulan di kecamatan Sedayu yang disukai oleh wisatawan. Setelah tubing kami juga sedang merancang wisata rock balancing sebagai destinasi wisata Sedayu berikutnya,” tukasnya,

Wisata Tubing yang menjadi obyek wisata di sungai Kontheng.