BMKG: Waspada Siklon Tropis Tumbuh Di Laut Banda

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – BMKG memperingatkan adanya bibit siklon tropis yang terus bertumbuh di sekitar wilayah laut Banda, kawasan selatan kepulauan Maluku, Rabu (8/5). Kehadiran badai tropis di laut lepas ini turut membawa dampak berupa; hujan lebat, angin kencang diatas 25 knot atau 48 km/jam, dan arus gelombang setinggi 4-6 meter di wilayah Indonesia Timur, khususnya di kawasan selatan Sulawesi dan kepulauan Maluku, NTT bagian timur, hingga laut Timor.

Bbiit siklon tropis terlihat aktif bergerak di sekitar laut Banda kawasan perairan NTT dan Timor Leste. Bibit badai tropis ini menimbulkan efek cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. (Dok/Iocwestpac.org)

Dalam pantauan BMKG, bibit siklon tropis terlihat pertama kali sejak empat hari lalu di sekitar laut Banda sebelah Maluku bagian tenggara atau di kordinat  6.9 °LS 128.5°BT. Sejak pertama kali dilihat, intensitas bibit badai ini terus menguat dalam 48 jam terakhir dan berpotensi menjadi siklon tropis yang dapat memberikan efek munculnya cuaca ekstrem.

Puncaknya pada Kamis (9/5) siang ini, BMKG memprediksi efek dari siklon tropis akan menerpa wilayah di sekitar laut Banda meliputi kawasan Nusa Tenggara Timur dan sebagian Maluku. Bibit badai di perairan lepas ini bergerak ke arah selatan barat daya, sekitar 550 km sebelah selatan Ambon dengan kekuatan kecepatan angin mencapai 40 knots (75 km/jam).

Dalam press conference yang dilakukan di gedung BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (8/5), Kapala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan efek dari bibit siklon tropis ini akan mulai terasa pada Kamis siang pukul 13:00 sampai pukul 19:00 malam hari.

“Dampaknya mulai dari hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah di kawasan Indonesia timur,” ujar Dwikorita kepada awak media yang hadir dalam jumpa pers, (8/5).

Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat yang beraktifitas di sekitar kawasan yang disebutkan agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca yang ditimbulkan dari keberadaan bibit siklon tropis. BMKG akan terus memantau perkembangan bibit siklon setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC).

Berikut dampak cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi efek dari siklon tropis di laut Banda:

  • Hujan dengan intensitas sedang – lebat berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, dan NTT bagian timur.
  • Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan.
  • Gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.50 m berpeluang terjadi di Perairan selatan Ambon, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan utara Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian timur, Perairan barat Yos Sudarso.
  • Gelombang dengan ketinggian 2.50 – 4.0 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Perairan Kep. Babar – Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah.
  • Gelombang dengan ketinggian 4.0 – 6.0 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kep. Sermata – Kep. Letti, Laut Arafuru bagian barat.
Infografis BMKG

Prediksi pergerakan bibit siklon tropis seperti dilansir dari Tropical Cyclone Warning Center:

Prediksi 48 jam, tanggal 10/05/2019 pukul 19:00 WIB :
Posisi        : 9.4LS, 127.0BT 
Arah Gerak    :selatan barat daya bergerak menuju wilayah Indonesia
Kecepatan Angin Maksimum: 25 knots (45 km/jam)
 
Prediksi 72 jam, tanggal 11/05/2019 pukul 19:00 WIB :
Posisi        : 10.1LS, 125.2BT 
Arah Gerak    : selatan barat daya  bergerak menuju wilayah Indonesia
Kecepatan Angin Maksimum: 10 knots (20 km/jam)