BMKG: Masyarakat Waspada Beraktifitas di Pesisir Pantai Selat Sunda 

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Badan Metereologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, terkait dengan aktifitas erupsi gunung anak Krakatau, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dalam beraktifitas dan menghindari pesisir pantai dengan radius 500 meter hingga 1 km.
BMKG mengimbau kepada masyarakat di sekitar kawasan perairan selat Sunda untuk menghindari daerah pesisir pantai dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. Imbauan ini terkait dengan aktivitas erupsi anaka gunung Krakatau yang sedang berada di status Waspada II. (Dok/Newselafoto)
Pengaruh pola tekanan angin rendah di Samudera Pasifik bagian utara Papua Barat dan Laut Cina Selatan, berdampak pada pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Akibatnya dalam seminggu terakhir, sebagian wilayah di Indonesia akan diterpa angin kencang yang berimplikasi pada timbulnya gelombang tinggi. Dalam rilis resminya, BMKG mencatat wilayah perairan di Selat Sunda, Kepulauan Seribu, Laut Sulawesi, Kepulauan Sangihe-Talaud, utara Halmahera dan Laut Banda menjadi kawasan yang akan diterpa angin kencang dengan intesitas paling tinggi. Kemudian gelombang tinggi antara 2,50 m sampai 4 meter juga berpeluang menerjang kawasan perairan yang disebutkan di atas. Untuk wilayah lainnya, peluang gelombang tinggi juga terjadinamun rata-rata ketinggiannya hanya berkisar 1,25 m sampai 2,50 meter. BMKG memberikan catatan saran keselamatan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas diperairan, untuk menghindari penggunaan alat transportasi atau kapal bila kondisi angin dan gelombang tinggi. Seperti menghindari penggunaan kapal nelayan bila bila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m. Kapal tongkang bila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 m.Kapal Ferry bila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5m. Serta kapal berukuran besar seperti kapal pesiar/kapal kargo bila kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 m. Erupsi Gunung Anak Krakatau Terkait dengan aktivitas erupsi gunung anak Krakatau, BMKG memberikan catatan khusus agar masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda menghindari lokasi pesisir dan lepas pantai dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan dalam jumpa pers di kantor BMKG, Selasa (25/12), kondisi aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau sewaktu-waktu dapat mengakibatkan longsor tebing ke bawah laut seperti yang terjadi pada Sabtu (22/12) kemarin. Meski begitu kondisi tersebut akan terus dipantau oleh BMKG bersama Badan Geologi dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. “Jadi informasi akan terus kami update melalui situs media sosial atau aplikasi mobile info BMKG serta aplikasi mobile MAGMA Indonesia danbadan geologi. Karena aplikasi MAGMA Indonesia akan memberikan peringatakan dini level aktivitas Gunung Anak Krakatau agar tidak mudah terpancing isu yang menyesatkan,” ujar Dwikorita seperti dilansir Detik, Selasa(25/12).
Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG berbicara kepada awak media dalam jumpa pers di gedung BMKG, Jakarta, Selasa (25/12). BMKG mengimbau kepada masyarakat di sekitar perairan selat Sunda untuk menghindari daerah pesisir dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer.
Lebih lanjut, Dwikorita menegaskan, imbauan untuk menjauhi lokasi pesisir atau pantai tersebut khusus untuk di wilayah Selat Sunda, yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. “Oleh karena itu kami mohon kepada msyarakat tetap terus memonitor perkembangan informasi terkini melalui situs media sosial atau aplikasi mobile info BMKG serta aplikasi mobile MAGMA Indonesia dan badan geologi,” tutupnya.

Heksa Ragil Pamungkas

Author