Bila Mengalami Kapal Tenggelam, Apa yang Harus Dilakukan?

Peristiwa kapal tenggelam yang dialami rombongan pemancing Jakarta cukup mengambil perhatian para pegiat mancing. Pasalnya penggunaan kapal mewah nan canggih bukan jaminan keselamatan akan berlaku secara mutlak. Para pemancing yang menjadi korban kapal tenggelam perlu berjibaku dengan waktu dan sisa tenaga yang ada untuk bertahan hidup di lautan lepas. Lalu apa yang perlu diperhatikan oleh para pemancing laut saat mengalami peristiwa kapal tenggelam?

MOMEN-MOMEN KETIKA ROMBONGAN PEMANCING YANG MENJADI KORBAN KAPAL TENGGELAM DISELAMATKAN OLEH AWAK KAPAL KARGO YANG TENGAH MELINTAS DI SEKITAR PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU. SEBELUMNYA KM ENDEAVOUR YANG MENJADI ARMADA PARA PEMANCING TERJUNGKAL DAN TENGGELAM SETELAH DISAPU OMBAK DI PERAIRAN YANG SAMA. DOK: (FACEBOOK DAMON PRASETYO WIBOWO)

Damon Prasetyo Wibowo, salah satu korban tenggelamnya kapal mancing Endeavour di perairan pulau Seribu, Sabtu (10/8) kemarin, mengungkapkan pengalamannya kepada redaksi SahabatMancing.com.

Ia bersama sembilan pemancing lainnya mengungkapkan jika pada saat kejadian kapal tenggelam itu kondisi cuaca masih dalam kategori baik. Cuaca sesekali berangin dan alun gelombang hanya sekitar satu meter. Tidak hanya itu, di waktu yang sama juga banyak lalu-lalang kapal mancing yang turut membawa para pemancing menjalani trip di sekitar pulau Seribu.

“Saat sore hari baru gelombang mulai agak meninggi. Di beberapa spot memang kami banyak menjumpai sampai 10 kapal mancing. Namun saat di spot karang Jana hanya ada kapal kami saja,” ujar Damon.

Baca Juga : ROMBONGAN PEMANCING PULAU SERIBU SELAMAT DARI PERISTIWA KAPAL TENGGELAM

Faktor Human Error Paling Krusial

Kemudian kapal yang ditumpakinya bersama rekan-rekan Angler Paguyuban Mancing juga dalam kondisi baik, laik jalan, dan tergolong mewah untuk ukuran kapal mancing. KM Endeavour sendiri merupakan kapal persewaan mancing yang bersandar di dermaga Sunda Batavia dengan tujuan spot pulau Seribu.

Selayaknya kapal speedboat kelas atas yang bersandar di sekitar dermaga Marina Ancol, kapal ini terbuat dari bahan material fiberglass dan menggunakan mesin tempel 2×250 HP. Kapal ini dapat menampung 12 orang, termasuk 2 ABK dan 1 kapten kapal.

Damon mengakui sendiri jika kapal Endeavour ini merupakan kapal terbagus yang pernah ia naiki selama menekuni hobi mancing. Namun menurutnya, penyebab kapal tenggelam lebih dipengaruhi oleh faktor human error.

Sesaat sebelum kapal terjungkal karena dihempas ombak, ia yang saat itu berada di dalam kabin merasakan langsung bagaimana kapal sempat oleng satu kali. Kemudian hempasan yang kedua seketika kapal langsung terbalik dan membuat para penumpang terombang-ambing di lautan.

“Saat posisi kami sudah diselamatkan di atas kapal kargo, kami saling berdiskusi. Menurut penilaian saya dan teman-teman jelas sekali sebagian besar faktor kecelakaan ini adalah human error. Ini terlihat sesaat sebelum tenggelam, posisi kapal agak bersampingan dengan ombak sehingga kapal tersapu dari arah samping,” tambahnya.

Sebelumnya ia bersama rekan-rekan pun sudah merasakan gelagat yang kurang berkenan perihal kapabilitas kapten dalam menahkodai kapal. “Bawa kapalnya selalu ngebut dan menurut saya agak grusa-grusu waktu perjalanan ke spot. Kami selama perjalanan sempat khawatir dan memperingatkan kapten untuk mengutamakan safety dalam membawa kapal,” tandasnya.

Namun cerita berkata lain, ia bersama delapan angler lainnya harus mengalami peristiwa kapal tenggelam dan terombang-ambing di lautan selama kurang lebih empat jam, sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal kargo yang melintas.

Tips Survival Berdasarkan Pengalaman

Pengalaman bertahan hidup di lautan lepas itupun ia bagikan dalam sebuah postingan di media sosialnya. Tak lupa Damon mengingatkan kepada sesama angler yang ingin menjalani trip di laut lepas agar senantiasa mengutamakan keselamatan. Mulai dari menyiapkan alat keselamatan diri, memperhatikan kapal yang akan digunakan, hingga memiliki kompetensi dasar bertahan hidup.

“Pemancing minimal harus menguasai ilmu basic survival supaya tidak mudah panik, tahu cara memakai  pelampung atau alat keselamatan diri, tahu cara membunyikan peluit, dan bisa membaca arah mata angin. Kemudian bisa berenang itu juga mutlak sih, karena sangat menentukan hidup dan mati di awal kejadian saat belum memakai lifevest atau mendapat benda terapung untuk pegangan,” terangnya.

Kemudian satu hal yang cukup vital juga menurutnya adalah mengetahui kondisi kapal yang akan digunakan, mengenal kecakapan kapten, dan paham medan serta spot yang akan dituju. “Plus selalu memantau cuaca lewat aplikasi seperti Windy atau InfoBMKG. Sekarang semua informasi cuaca sudah lengkap mulai dari kecepatan angin, pasang surut, hingga ketinggian gelombang,” jelas Damon.

Meski begitu, menurutnya tak ada yang bisa menduga apa yang akan terjadi bila sudah berada di alam bebas khususnya samuderan luas. Untuk itu, bila pemancing mengalami peristiwa kapal Tenggalam, hal pertama yang harus diingat adalah jangan panik dan lihat situasi serta kondisi di sekelilingnya.

Kemudian pikirkankan keselamatan diri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menolong orang lain. “Selalu waspada dan bersiap mengenakan lifejacket. Lalu inventaris alat keselamatan yang bisa dikumpulkan seperti; botol air, galon, drybag, coolbox dan benda-benda yang bisa mengambang. Tidak usah bawa benda yang hanya menambah beban,” tukasnya.

Terakhir, bila sudah mendapat pelampung atau media untuk mengapung, jaga kondisi tubuh agar menghemat tenaga yang ada seraya menanti pertolongan datang. Karena butuh energi ekstra untuk dapat memberikan sinyal pertolongan ketika ada kapal yang melintas.