Berawal dari Hobi Mancing, Afis Ciptakan Alat Pendeteksi Ikan Berbasis Andorid

Berawal dari Hobi Mancing, Afis Ciptakan Alat Pendeteksi Ikan Berbasis Andorid

Sabi Fish Finder, alat pendeteksi ikan ciptaan Afis Sabi Masrury, rupanya tidak dibuat hanya untuk menyalurkan hobi mancingnya saja. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 ini mengungkapkan, jika dirinya tergerak untuk menciptakan alat pendeteksi ikan berawal dari keprihatinannya kepada Nelayan yang berada di dekat kediamannya di Sitobondo, Jawa Timur.

Afis Sabi Masrury, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 memamerkan alat temuannya dalam sebuah acara di stasiun televisi nasional.

Afis Sabi Masrury mungkin tidak ada bedanya dengan para pegiat hobi mancing di Indonesia. Selain kerap menyalurkan hobinya untuk memancing, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 ini juga getol mencari spot-spot mancing yang banyak menyediakan ikan-ikan potensial. Namun selayaknya para pemancing pada umumnya, ada kalanya ia bisa pulang dengan tanpa hampa atau istilahnya ‘boncos’ ketika memancing.

Memang saat ini tersedia alat khusus pendeteksi ikan yang bisa memudahkan para pemancing atau nelayan saat mencari ikan. Alat yang biasa dikenal dengan fish finder ini mudah ditemui di pasaran, dan sudah banyak digunakan pada kapal-kapal penangkap ikan skala besar maupun oleh para pemancing profesional.

Namun bagi seorang Afis yang hanya mahasiswa berkantong pas-pasan, hal tersebut tentu bukanlah sebuah solusi konkret. Selain harganya yang relatif mahal, alat pendeteksi ikan komersil umumnya membutuhkan perangkat lain saat difungsikan seperti monitor dan alat penangkap frekuensi ikan.

Sebagai seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi di bidang Teknik Informatika, nalarnya pun tergerak untuk menciptakan alat pendeteksi ikan sendiri yang bisa  memudahkan dirinya saat memancing. Keterbatasan alat dan modal, tidak dijadikannya sebagai sebuah hambatan. Malah Afis bertekad untuk menciptakan perangkat fish finder yang terjangkau dan juga user friendly.

Tak dinyana, di kediamannya yang juga berfungsi sebagai laboratorium itu, Afis seorang diri menciptakan sebuah alat pendeteksi ikan yang ia beri nama Sabi Fish Finder. Pria yang merantau ke Surabaya untuk berkuliah ini, hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama dua bulan untuk menciptakan prototype Sabi Fish Finder.

Salah satu keunggulan dari hasil ciptaannya adalah alat pendeteksi ikan ini bisa dioperasikan melalui smartphone berbasis aplikasi Android. Hal yang tidak dimiliki oleh alat pendeteksi komersil pada umumnya.

Berawal Dari Pengamatan

Dalam wawancaranya kepada SahabatMancing.com, Senin (14/8), Afis menjelaskan mengapa ia menggunakan perangkat Andorid dalam alat pendeteksi ikan besutannya. Menurutnya hal tersebut  berangkat dari pengamatannya kepada Nelayan di dekat pemukimannya di daerah Situbondo Jawa Timur yang banyak membawa gawai saat melaut.

“Ternyata mereka bawa smartphone ke tengah laut itu untuk main game. Makanya saya buat alat itu dengan menggunakan Android. Program androidnya saya buat sendiri dan sudah jadi prototype-nya pada Januari 2017,” terangnya.

Lebih lanjut, selain bisa mendeteksi kedalaman perairan dan keberadaan ikan, kelebihan lain dari Sabi Fish Finder adalah bisa memancarkan frekuensi untuk memanggil ikan. “Diaplikasi androidnya nanti ada grafik tentang kondisi perairan. Kemudian misalnya ada ikan nanti akan ada notifikasi suara ikan. Saat ini jarak yang bisa dideteksi baru sampai tiga meter. Nanti untuk versi komersilnya bisa sampai kedalaman 100 m,” tambahnya.

Mahasiswa tingkat akhir ini melanjutkan, saat ini ia tengah mengembangkan Sabi Fish Finder untuk versi komersilnya. Nantinya jika dijual di pasaran ia hanya mematok banderol kurang dari Rp1 juta untuk setiap unitnya.

 

Chat