Angsana Fishing Tournament; Cara Pemerintah Desa Geliatkan Pariwisata Mancing

Angsana Fishing Tournament; Cara Pemerintah Desa Geliatkan Pariwisata Mancing

Pemerintah desa Angsana, kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan siap menghelat turnamen mancing yang bertajuk Angsana Fishing Tournament 10-11 Maret 2018. Event ini menjadi langkah pemerintah desa untuk memajukan wilayah Angsana sebagai destinasi mancing andalan di Kalimantan Selatan.

Pantai Angsana adalah salah satu objek pariwisata andalan yang terletak di kecamatan Angsana Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pantai ini akan menjadi saksi sejarah digelarnya event perdana Angsana Fishing Tournament 2018. (Dok/Youtube)

Berbagai persiapan telah dirampungkan oleh perangkat desa Angsana untuk menyambut gelaran turnamen mancing perdananya. Mulai dari kordinasi dengan berbagai dinas dan instansi terkait seperti dinas pariwisata, dinas perhubungan, Polairud dan TNI AL, hingga mempersiapkan kapal-kapal laik pakai yang akan digunakan oleh peserta mancing.

Menurut Sutrisno selaku panitia bendaraha Angsana Fishing Tournament, total tersedia lebih dari 40 kapal dari berbagai ukuran dan jenis milik sejumlah juragan kapal dan juga masyarakat di sekitar pesisir pantai Angsana. Bahkan khusus untuk menyambut event Angsana Fishing Tournament, para pemilik kapal juga telah memperbaiki dan merenovasi kapal agar lebih nyaman digunakan untuk mancing.

“Masyarakat memang menginginkar agar pantai Angsana bisa menjadi objek pariwisata mancing, sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga. Apalagi rata-rata masyarakat pesisir di sini memiliki kapal atau bekerja sebagai abk selain menjadi nelayan” ujar Sutrisno kepada SahabatMancing.com, (8/3).

Lebih lanjut, hal itu pun terbukti dengan antusias pegiat hobi mancing yang ingin mengikuti turnamen mancing Angsana. Tercatat sudah lebih dari 63 tim peserta yang telah mendaftar ke meja panitia. Torehan ini melebihi target panitia yang hanya mematok 60 tim yang ikut serta sebelum pendaftaran ditutup.

Pamflet lomba Angsana Fishing Tournament.

Dengan kapasitas 5 peserta untuk satu tim, peserta cukup membayar biaya pendaftaran senilai Rp1 juta untuk setiap timnya. Biaya itu belum termasuk sewa kapal karena peserta boleh membawa kapal sendiri ataupun menyewa kepada masyarakat setempat.

“Kami dari panitia hanya bisa memfasilitasi untuk bertemu kepada pemilik kapal bila peserta berasal dari luar daerah Angsana. Biaya sewa kapal umumnya Rp500 ribu – Rp700 ribu per hari. Namun karena ada momentum turnamen ini harganya bisa diatas itu, tergantung deal dengan si pemilik kapal,” tambah Sutrisno.

Nantinya peserta diwajibkan berkumpul di pantai Angsana pada Hari Sabtu (11/3) pukul 08:00 pagi, untuk melakukan pendaftaran ulang dan juga untuk pengecekan fisik kapal. Baru pada pukul 16:00 sore di hari yang sama peserta akan dilepas langsung oleh Bupati Tanah Bumbu. Mereka bisa mengeksplorasi spot perairan Angsana hingga 20 mil dari bibir pantai.

Peserta dibebaskan untuk menggunakan berbagai teknik mancing casting, popping, jigging, trolling, hingga dasaran sekalipun. Nantinya para juara akan ditentukan dari tangkapan terberat 1, 2 dan 3 dan juga tangkapan terberat dari 8 jenis kategori ikan.

“Ada kategori GT, Kerapu, Kakap, Tenggiri, Talang-talang, Jenaha dan lain sebagainya. Selain itu untuk pengamanan, panitia juga telah berkordinasi dengan Danlanal TNI AL dan juga Polairud untuk bersiaga mengamankan jalannya turnamen,“ terangnya.  Sutrisno berharap jika event Angsana Fishing Tournament bisa berjalan aman, lancar dan sukses, serta bisa menjadi ajang tahunan yang rutin diselenggarakan oleh pemerintah desa Angsana.

 

Chat