Ahli Gizi; Hidangan Ikan Jadi Menu Sehat Santap Sahur

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Ritual sahur menjadi momentum penting untuk menjaga kelancaran ibadah puasa Ramadan. Pemilihan menu yang tepat tentu akan menunjang asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat menjalani ibadah puasa.

Menu ikan tenggiri asam manis yang disajikan di atas kapal Berdikari 9. Daging ikan yang mengandung tinggi protein, ragam vitami, omega tiga dan rendah lemak sangat dibutuhkan tubuh untuk menunjang aktifitas sehari-heri, terlebih saat menjalani ibadah puasa ramdan. (SAHABATMANCING.com/Heksa R.P)

Hidangan yang mengandung protein tinggi, namun rendah lemak bisa jadi pilihan sebagai menu utama santap sahur. Dan kedua zat yang baik bagi tubuh ini banyak didapatkan pada menu berbahan dasar Ikan.

Menjalani ibadah puasa tak lengkap rasanya bila tak membahas sajian kuliner yang akan disantap saat ritual sahur maupun berbuka. Menyantap menu sahur yang tepat, tidak hanya akan menjadi cadangan energi yang baik untuk menjaga metabolisme tubuh selama puasa, tapi juga dapat menjadi sumber asupan nutrisi untuk merawat kesehatan.

Umumnya masyarakat Indonesia menyantap menu makanan dengan variasi; nasi, lauk pauk dan sayur. Dari beragam variasi menu yang bisa dipilih, produk makanan dengan bahan dasar ikan sangat dianjurkan untuk disajikan sebagai menu sahur.

Bukan tanpa alasan, selain mengandung protein esensial tinggi, hidangan ikan juga mengandung sedikit lemak ketimbang daging merah. Tidak hanya itu, daging ikan juga kaya akan ragam vitamin dan kandungan omega 3 yang sangat baik untuk tubuh.

Seperti diungkapkan oleh ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen yang dilansir dari Kompas.com. Menurutnya, pemilihan menu santap sahur harus memenuhi prinsip pemenuhan gizi yang seimbang.

“Kaidah sehat dan seimbang perlu dijaga. Menu yang dipilih harus memenuhi unsur karbohitdat cukup dan sehat, protein yang diolah dengan cara sehat, serta lemak yang terpilih,” ujarnya.

Secara rinci, Tan menyebut empat syarat yang diperhatikan dalam memilih menu sahur yang tepat sebagai cadangan energi untuk menjalani puasa. “Pertama adalah menu sehat seimbang, kedua lambat dicerna jadi gula, ketiga tinggi antioksidan seperti sayur dan buah, dan terakhir tidak menciptakan radikal bebas dan akrilamid akibat pengolahan yang kurang tepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tan merilis beberapa menu sahur yang relevan dengan prinsip yang telah disebutkan sebelumnya. Menu pertama terdiri atas variasi nasi merah, lauk ikan bawal bakar, sayur sup oyong dengan udang, dengan lalap sayuran dan sambal, serta tambahan buah pisang.

Pepes kan Kembung, salah satu menu yang dianjurkan sebagai menu santap sahur oleh ahli gizi, (Dok:Bukalapak)

Kemudian menu kedua terdiri atas variasi singkong rebus, pepes ikan kembung, sup bening bayam dan tambahan trancam (semacam sayuran urap). Terakhir variasi menu ketiga terdiri dari nasi jagung, ikan pangek, sayur lodeh dan tambahan lalap sayur beserta sambal.