Cara Warga Desa Damar Menghidupkan Kembali Spot Mancing yang Hilang

Tanahbumbu, SAHABATMANCING.COM – Berawal dari tidak memiliki lokasi tempat mancing, sekelompok pemancing di desa Damar Indah, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan giat melakukan bersih-bersih danau dari tumbuhan gulma dan sedimen lumpur. Secara gotong royong, dua danau dan sejumlah vegetasi air di desa mereka dibersihkan hingga disebar benih ikan demi menghidupkan kembali spot mancing milik mereka yang hilang.

Sekolompok pemancing yang tergabung dalam komunitas Damar Fishing Club melakukan aksi bersih bersih danau dan sungai di desa mereka di kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Aksi bersih bersih danau ini berangkat dari permasalahan lingkungan yang membuat spot mancing mereka di desa mereka menghilang. (Dokumentasi Rudi DFC)

Mereka adalah komunitas Damar Fishing Club, kelompok mancing yang tergerak untuk merevitalisasi sejumlah danau dan vegetasi air yang rusak di desa mereka. Kerusakan ini berimplikasi atas tiadanya ketersediaan tempat mancing yang dahulu amat melimpah di sekitar tempat mereka bermukim.

Belum lagi maraknya praktik penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan ikut menggerus ekosistem sungai di Desa Damar hingga ke titik nadir. Seperti yang diungkapkan oleh Rudi selaku ketua komunitas Damar Fishing Club. Menurutnya, permasalahan lingkungan yang mendera desa mereka menjadi pelecut semangat DFC untuk mengembalikan kelestarian ekosistem danau dan sungai.

“Desa kami mempunyai potensi spot mancing yang luar biasa, hanya saja tidak terawat. Sehingga sungai dan danau tersebut hilang karena tertutup oleh rumput liar. Meskipun ada danau terbuka kurang begitu ada ikannya karena aktivitaspenangkapan ikan yang berlebihan dan merusak lingkungan,” ujar Rudi kepada SahabatMancing.com, (12/3).

Pemancing bahu-membahu membersihkan bantaran danau dari endapan lumpur dan rumput liar

Untuk itu ia bersama rekan-rekan pemancing DFC bertekad untuk mengembalikan spot mancing mereka, dengan membersihkan bantaran dari sedimentasi lumpur dan tanaman gulma, hingga menebar bibit ikan serta memagari danau demi mengembalikan kembali ekosistem danau seperti sedia kala.

“Kami cukup terkendala saat pembersihan rumput liar bercampur lumpur dan air yang mempunyai ketebalan hampir 1 meter. Tentunya ini menambah beban berat saat mengangkat rumput ke pinggir sungai karena kami melakukan pembersihan dengan alat seadanya dan manual. Kemudian bibit ikan yang kami sebar sebelumnya juga kami besarkan lebih dulu di keramba agar bisa dilepas dengan ukuran yang sesuai,” tambahnya.

Pembersihan sedimen lumpur dan rumput yang menutup luas muka danau.

Mulai dari satu danau, dan beberapa titik vegetasi air di sungai Ma’ca, kini DFC sudah memulai membersihkan danau kedua yang ada di desa Damar Indah, kecamatan Sungai Loban. Bahkan sejumlah elemen masyarakat juga mulai turut berperan untuk merevitalisasi ekosisten danau dan sungai.

“Puji syukur kami mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait seperti Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Polmas, Babinsa dan tentunya masyarakat desa Damar Indah sendiri. Untuk bibit ikan kami juga mendapat bantuan dari komunitas-komunitas mancing yang tergabung dalam komunitas Peduli Alam Kita Tanah Bumbu,” terangnya.

Meski efek positif dari aksi bersih bersih danau ini belum sepenuhnya terlihat, namun Rudi optimis seiring berjalannya waktu aksi mereka dapat menghidupkan kembali fungsi danau dan sungai sebagai sebuah ekosistem yang sehat.

“Melihat potensi yang ada, muncul ide-ide bagaimana cara pengelolaan yang baik dan berkesinambungan seperti pembudidayaan ikan, dan tempat wisata mancing. Sehingga masyarakat juga tak perlu jauh-jauh lagi untuk bisa memancing dan menikmati hasil tangkapan ikan. Semoga aksi ini terus berjalan secara konsisten” tutupnya.