Menteri Susi Ajak Masyarakat Untuk Mancing Di Spot Penenggelaman Kapal Asing

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Usai seremoni penenggelaman kapal nelayan asing pelaku illegal fishing, Sabtu (4/5), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk memancing di spot bekas penenggelaman kapal tersebut. Ia menyebut, kapal nelayan yang ditenggelamkan dengan cara ‘digembosi’ itu, bisa menjadi rumpon buatan bagi ikan-ikan spesies karang dan dasaran. Untuk itu, mari sambut lahirnya spot potensial baru di perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat!

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk memancing ikan di spot penenggelaman kapan nelayan milik asing pelaku ilegal fishing. Menurutnya, bangkai kapal tenggelaman tersebut akan menjadi rumpon buatan bagi biota ikan-ikan di bawah laut. (Doc: @SusiPudjiastuti)

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, mengajak masyarakat untuk memancing di spot bekas penenggelaman kapal nelayan asing pelaku illegal fishing. Menurutnya kapal-kapal yang sengaja ditenggelamkan ke dasar laut itu akan menjadi rumah baru (rumpon buatan) bagi berbagai spesies ikan karang dan dasar laut.

Namun Susi mengimbau agar masyarakat khususnya pemancing, untuk sabar menunggu sekitar 2-3 bulan sebelum mengeksplor rumpon kapal tenggalam tersebut. Pasalnya butuh waktu bagi kawanan ikan untuk berkembang biak terlebih dulu agar siap untuk dipanen di saat mencapai ukuran ideal.

“Undang kawan-kawan (pemancing) dua tiga bulan lagi mancing disitu, makan ikan ramai-ramai hasil pancingan !!,” ujar Susi dalam cuitannya di media sosial Twitter, Rabu (4/5).

Lantas saja, tweet dari Menteri Susi ini disambut positif oleh para pehobi mancing. Tercatat ada 17 retweets dan 130 like yang menanggapi cuitannya, Beberapa komentar warganet menyanggupi undangan menteri Susi untuk mancing di lokasi penenggelaman kapal nelayan asing tersebut.

“Mantul (mantap betul) bu,” komen warganet dari akun @Don_Ondol. “ini yang saya suka. Lets go fishing! makin banyak kapal yang ditenggelamkan, makin banyak rumah ikan. Cuma reklamasi di Batam mengganggu ekosistem,” ujar akun @Takazhene menimpali.

Seperti diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan menenggelamkan sekitar 13 kapal nelayan pelaku illegal fishing berbendera Vietnam, di sekitar perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5). Menteri Susi pun memimpin langsung penenggelaman kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah teritori Indonesia secara ilegal tersebut.

Sebelum ditenggelamkan, 13 kapal itu sebelumnya sudah dikosongkan dan dibersihkan dari sisa-sisa barang dan minyak yang sifatnya dapat mengotori perairan. Menteri yang terkenal dengan slogal ‘tenggelamkan!” itu juga menjamin, lokasi penenggelaman berada pada lokasi yang ideal, berada di kedalaman yang cukup, dan tentunya tidak merusak terumbu karang yang ada.

“Cara penenggelaman kapal ini lebih unggul karena kapal-kapal tersebut nantinya bisa jadi rumpun ikan dan diving site (spot menyelam) baru,” pungkasnya.