Mabar Ultralight Anniversary Mancing Mania Malang Raya

Malang, SAHABATMANCING.COM – Komunitas Mancing Mania Malang Raya (M3R) tengah bersiap untuk menyelenggarakan event Mancing Bareng (Mabar) Ultralight di pesisir pantai Tamban, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/3). Agenda mancing pinggir pantai dengan menggunakan peranti kecil ini dilangsungkan bersamaan dengan perayaan hari jadi komunitas M3R yang keempat.

Pesisir Pantai Tamban Malang yang akan menjadi lokasi event Mabar Ultralight komunitas Mancing Mania Malang Raya. Pesisir pantai di selatan Malang ini masih kaya akan potensi ikan-ikan pinggiran seperti; Talang-talang, Cendro, Baraccuda, Kerapu, hingga Bluefin Trevally. (Dok/Kuncoro)

Melihat tren mancing dengan menggunakan peranti ultralight yang tengah membumi di kalangan pemancing Malang, komunitas M3R melirik potensi tersebut untuk dikembangkan dalam agenda mancing bersama. Bersamaan dengan anniversary komunitas mancing terbesar di kota apel tersebut, digelarlah event Mancing Bareng Ultralight di pesisir pantai Tamban, Malang Selatan.

Ferial Eka Bagus selaku Ketua Panitia mengungkapkan jika event mabar ini selain sebagai sarana silaturahmi tahunan bagi pegiat mancing se-Malang Raya, juga menjadi momentum untuk mengenalkan teknik mancing Ultralight yang tepat dan efektif.

“Mancing teknik UL ini sedang ramai-ramainya diterapkan oleh kalangan pemancing Malang. Untuk itu kami adakan event mabar ini sekaligus sebagai sarana edukasi tentang teknik mancing UL termasuk dengan bagaimana aturan dan tata cara mancing UL yang benar,” ujar pria yang akrab disapa dengan Iphe itu kepada SahabatMancing.com, (29/3).

Lebih lanjut, kegiatan mancing yang diselingi dengan edukasi ini dinilai sangat penting bagi para pemancing Malang, mengingat pihaknya juga mendapat antusias besar dari peserta yang ingin mengikuti event mabar namun terkendala dengan peranti yang tidak sesuai.

“Jadi pada saat mendaftar panitia harus menjelaskan secara rinci kepada calon peserta mengenai aturan dan tatacara mancing UL. Kami sudah tekankan bila peserta wajib menggunakan Rod maksimal ukuran 8 lb dan reel maksimal ukuran 2000,” terang Iphe.

Meski begitu, ia tak membatasi peserta bila ingin tetap mengikuti event mabar namun terkendala dengan peranti. Menurutnya, pihaknya tetap mengutamakan tujuan awal dari acara mancing bareng sebagai sarana untuk bersilaturahmi antar pemancing se-Malang Raya.

Menjelang hari H penyelenggaraan, segala persiapan juga sudah rampung dilakukan oleh panitia. Mulai dari perizinan, operasional di lapangan, teknis lomba, sampai pendaftaran peserta. Hingga berita ini diturunkan, daftar peserta yang sudah masuk ke meja panitia mencapai 80 peserta. Iphe menjelaskan, untuk pendaftaran masih akan dibuka sampai H-1 sebelum lomba digelar. Namun ia tak menampik bila ada peserta yang masih ingin mendaftar pada hari H, panitia akan memberikan kelonggaran.

Ujicoba spot yang dilakukan oleh panitia sebelum digelarnya agenda mancing bareng.

Jalannya lomba sendiri akan dilangsungkan di sepanjang garis pantai Tamban, di selatan kota Malang. Pantai ini masih memiliki potensi besar khususnya dari mancing peranti UL. “Di bibir pantai Tamban ini lumayan banyak potensi ikannya. Mulai dari Bluefin trevally, Talang-talang, Cendro, Baraccuda, Kerapu, sampai kalau sedang musimnya, ikan Layur pun ada meskipun dipinggiran,” pungkasnya.

Ia berharap jalannya event Mabar Ultralight M3R bisa berjalan sesuai rencana dan dapat menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahunnya.

Pamflet Mabar Ultralight Mancing Mania Malang Raya