Lumajang Fishing Tournament 2019; Mengenalkan Potensi Wisata Pantai Wotgalih

Lumajang, SAHABATMANCING.COM – Komunitas Lumajang Angler Generation (LAG) dalam waktu dekat akan menggelar event Lumajang Fishing Tournament di pantai Wotgalih, Lumajang, Jawa Timur, 10 November 2019. Dalam event turnamen mancing tepi pantai edisi tahun ketiga ini, peserta akan dibagi ke dalam dua zona sesuai teknik mancing yang digunakan; pertama zona casting, kedua zona dasaran (bottom fishing).

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, secara simbolis mengikuti kegiatan mancing pada turnamen Lumajang Fishing Tournament edisi tahun lalu di pantai Watupecak, Lumajang. Pada tahun ini direncanakan sang Bupati kembali akan meramaikan event mancing tahunan di kota yang dipimpinnya tersebut. (Dok: Dokumentasi Panitia)

Hal ini dilakukan agar sesama peserta tak saling tumpang tindih spot yang akan digunakan. Menurut penuturan Abas, selaku ketua panitia Lumajang Fishing Tournament, jika kondisi ini telah dipelajari dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang membebaskan teknik mancing yang digunakan maupun spot yang digunakan oleh peserta.

“Selama ini tidak dibedakan di mana tempat peserta yang casting dan peserta yang dasaran. Akhirnya kerap terjadi singgungan karena dari teknik mancingnya kita tahu sendiri sudah berbeda. Makanya pada edisi kali ini kami pisahkan agar masing-masing peserta juga bisa fokus pada teknik mancing yang digunakan,” ujar Abas kepada SahabatMancing.com, (1/11).

Lebih lanjut, pemisahan zona teknik mancing ini juga berimplikasi pada daftar juara yang disediakan. Masing-masing zona mancing akan memunculkan delapan daftar juara yang akan direbutkan oleh para peserta.

Meski begitu, jalannya turnamen mancing seluruhnya tetap akan dipusatkan pada satu titik yaitu di pesisir pantai Wotgalih, Lumajang, Jawa Timur.

Dipilihnya pantai di pesisir selatan Lumajang itu sebagai spot lomba, selain karena potensi tangkapan ikannya yang masih sangat baik, pihak panitia juga ingin mengangkat pamor pantai Wotgalih sebagai destinasi pariwisata yang dikenal dari sisi keunikannya.

Salah satu sisi keunikan dari pantai Wotgalih ialah areal pantainya yang bisa digunakan untuk lahan pertanian buah Semangka. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Semangka pasir—karena memang ditanam dan tumbuh subur di areal berpasir.

“Inti dari event mancing ini adalah untuk mengenalkan potensi wisata dan kuliner khas Lumajang. Salah satu yang menjadi andalan ialah komoditas Semangka pasir ini. Kalau dari kulinernya ada Sego Kelor. Nantinya sehari sebelum lomba akan ada acara makan bersama di pinggir pantai agar ada nuansa kekerabatan antar peserta,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar agenda turnamen mancing tidak hanya sekadar kegiatan lomba mancing semata, tapi juga ada nilai tambah dari sisi kontribusi terhadap pariwisata daerah Lumajang.

“Sesuai dengan petuah Bu Susi Pudjiastuti, bahwa laut itu masa depan bangsa. Jadi kami harap agenda turnamen mancing ini juga bisa menjadi pendongkrak pariwisata kabupaten Lumajang,” terangnya.

Hingga berita ini ditulis, update peserta yang mendaftar di meja panitia sudah menyentuh angka lebih dari 800 orang. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah, mengingat pihak panitia mematok target peserta hingga mencapai 1000 orang.

Bila pemancing ingin mengikuti event Lumajang Fishing Tournament, akan dikenakan biaya pendaftaran senilai Rp150 ribu. Biaya itu sudah termasuk dengan jersey, tiket masuk pantai Wotgalih, air mineral dan asuransi.

Untuk info turnamen dan pendaftaran Lumajang Fishing Tournament 2019, sila hubungi contact person di bawah ini. Abas (0856-4947-7723)