KKP Tebar 260 ribu Benih Ikan Di Danau Toba

Samosir, SAHABATMANCING.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menebar sekitar 266 ribu benih ikan konsumsi di perairan danau Toba, Sumatera Utara, Sabtu (14/9). Kegiatan penebaran bibit ikan (restocking) ini, merupakan upaya KKP dalam mengoptimalkan kembali potensi danau Toba sekaligus, menambah stok ikan konsumsi agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, bersama jajaran dan masyarakat di sekitar danau Toba melakukan penebaran benih ikan saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Sabtu (14/9). (DOK: KKP)

Penebaran benih yersebut dilakukan langsung oleh Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, dalam lawatannya di pulau Samsosir saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Sabtu (14/9). Bersama warga sekitar, Menteri Susi menebar bibit ikan di beberapa titik, mulai dari tepi danau dekat pemukiman warga, hingga ke tengah danau menggunakan kapal.

Jenis ikan yang ditebar juga bervariasi meliputi 250 ribu benih ikan Nilem, 15 ribu benih ikan Tawes, dan 1000 benih ikan Batak. KKP memastikan jenis bibit ikan yang ditebar merupakan ikan lokal atau endemik untuk menyeimbangkan populasi ikan di ekosistem danau Toba.

Ikan Batak sendiri merupakan ikan endemik lokal yang hanya ditemukan di perairan danau Toba saja. Namun saat ini populasi ikan Batak terus menyusut dan berada di ambang ancaman kepunahan.

“Dengan kegiatan restocking ikan ini, kita kembalikan lagi ketersediaan ikan khususnya ikan endemik maupun spesifik lokal untuk menjaga keseimbangan eksosistem lingkungan perairan di Danau Toba,” ujar Susi, dalam keterangan resminya yang diterima SahabatMancing.com, Minggu (15/9).

Lebih lanjut Menteri Susi mengatakan, penyediaan kembali ikan di Danau Toba ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dia berpesan agar sumber daya perikanan yang luar biasa ini harus dikelola dengan baik agar dapat lestari dan berkelanjutan.

“Apabila penangkapan ikan di Danau Toba ini tidak terkontrol, percuma kita lakukan tebar benih. Gunakan alat tangkap yang sesuai aturan dan ramah lingkungan. Jangan rusak ekosistem perairan agar terus berkelanjutan,” pintanya.

Penebaran benih ikan tidak hanya dilakukan di tepi danau Toba saja, tapi juga ditebar di bagian tengah danau dengan menggunakan kapal.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan kepada para nelayan sekitar untuk tidak menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap terlarang. Menurutnya, ia bersama jajaran KKP akan menindah tegas nelayan Danau Toba yang melakukan kegiatan penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan merusak.

“Saya minta aparat penegak hukum setempat beri tindakan kepada nelayan yang menangkap ikan menggunakan setrum atau racun ikan. Hal ini berbahaya karena dapat membunuh anakan dan indukan ikan. Merusak ekosistem perairan seperti itu harusnya ‘ditenggelamkan’,” ucapnya.

Seperti diketahui, penggunaan alat tangkap terlarang seperti setrum dan bom tidak hanya dapat mematikan ikan ukuran besar saja, tapi juga membunuh ikan-ikan kecil yang sama halnya merusak siklus rantai perkembangan spesies tersebut. Lambat laun ikan-ikan yang diburu dengan alat tangkap merusak akan terancam punah.

“Bapak-bapak nelayan bisa gunakan alat penangkapan ikan ramah lingkungan seperi pancing atau jaring. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terbuka apabila ada usulan permohonan bantuan. Silakan diajukan melalui dinas setempat,” pungkasnya.