Ikan Belida Jumbo Ditemukan Saat Pembersihan Setu Mangga Bolong

Jakarta, SAHABATMANCING.COM – Ikan Belida (Notoptera Chitala) berukuran sekitar 6 kg ditemukan oleh operator alat berat eskavator dari tim UPK Badan Air DKI Jakarta, di Setu Mangga Bolong, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (12/11). Penemuan ikan Belida di tengah-tengah kota besar, tentu menjadi fenomena langka karena ditemukan di luar habitat aslinya yang berupa sungai-sungai dalam maupun rawa berair.

Rani Rika Puspita, saat mengangkat ikan Belida berukuran besar yang tak sengaja terangkut saat ia tengah membersihkan permukaan air Setu Mangga Bolong dari tumbuhan Gulma dan Teratai Air. (Dok: Rani Rika)

Rani Rika Puspita, selaku operator alat berat eskavator, menceritakan bagaimana awal penemuan ikan Belida berukuran besar tersebut. Ia bersama tim UPK Badan Air DLH Jakarta tengah melakukan giat kebersihan rutin menggunakan alat berat eskavator di Setu Mangga Bolong, Selasa (12/11).

Saat membersihkan tanaman gulma berupa teratai yang menutupi permukaan Setu, ia melihat ada yang aneh dari isi bucket eskavatornya yang mengangkut tumpukan sampah teratai. Setelah ditelisik lebih dekat, tak dinyana ada seekor ikan berukuran besar yang ikut terangkut ke dalam ceruk pengangkut material tersebut.

Ia pun langsung mengangkat ikan yang tak dikenalnya tersebut dan memberi tahu rekan-rekan kerjanya yang lain. “Rekan saya yang memberi tahu kalau itu namanya ikan Belida. Saya sendiri baru pertama kali melihat ikan besar seperti ini. Setelah itu banyak warga yang juga ingin melihat ikan tersebut hingga ramai seperti sekarang,” ujar Rani kepada SahabatMancing.com, (14/11).

Ia mengaku saat ditemukan, ikan Belida dalam kondisi ‘mabuk’ karena kondisi perairan yang keruh efek pembersihan oleh alat berat. Kondisi ini yang memudahkan baginya untuk mengangkat ikan predator air tawar tersebut ke daratan bahkan dengan menggunakan tangan kosong.

“Memang sudah tugas kami sebagai tim UPK Badan Air untuk pemeliharan dan pembersihan area Setu Mangga Bolong. Waktu operasional kami mulai dari hari Senin-Jumat. Kalau weekend kami berhenti beroperasi karena akan dipakai masyarakat untuk rekreasi,” tambahnya.

Alat berat eskavator yang dioperasikan Rani saat membersihkan Setu Mangga Bolong.

Salah satu rekan Rani, Eko Wahyudi juga menjelaskan jika Setu Mangga Bolong memang banyak dihuni ikan-ikan berukuran besar. Ia yang juga tinggal tak jauh dari kawasan resapan air ini kerap mendapati para pemancing mendapatkan ikan-ikan berukuran besar. Mulai dari Ikan Mas, Patin, Aligator, hingga yang terakhir ditemukan, ikan Belida.

“Kalau kata warga sekitar pernah ada ikan Aligator pernah didapatkan oleh pemancing belum lama ini. Tapi yang pasti di sini (Setu Mangga Bolong) ada ikan Toman, Gabus, sama ikan Mas ukuran lumayan,” jelas Eko, yang juga bekerja sebagai operator alat berat UPK Badan Air.

Menurutnya, banyaknya jenis ikan yang hidup di Setu Mangga Bolong karena tak sedikit pihak baik perorangan maupun komunitas yang merilis beragam jenis ikan air tawar ke waduk buatan tersebut.

“Banyak yang suka pelepasan ikan di setu ini. Misalnya pak Walikota pernah nebar bibit ikan, lalu Hidayat Nur Wahid juga pernah kalau tidak salah setahun yang lalu. Selain itu Setu ini juga pernah menjadi tempat budidaya keramba ikan oleh kelompok tani setempat, jadi mungkin karena itulah banyak ikannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ikan Belida (Notoptera Chitala) merupakan ikan endemik asli Indonesia yan biasa di temukan di ekosistem air tawar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Umumnya ikan Belida mendiami habitat di kawasan rawa berair, embung, anak sungai, hingga bermigrasi ke sungai besar.