Gelorakan Selat Sunda Aman Lewat Lomba Mancing AKCF

Banten, SAHABATMANCING.COM – Event Lomba Mancing Selat Sunda dalam rangkaian kegiatan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF), telah berakhir, Sabtu (31/8). Lomba mancing yang mengambil tempat di selat yang memisahkan Jawa dan Sumatera ini, menjadi momentum kebangkitan pariwisata Anyer yang sempat meredup usai diterpa bencana Tsunami dan Gempa beberapa waktu silam.

Peserta event Lomba Mancing Selat Sunda memamerkan tangkapan ikan berjenis Kerapu Lodi di atas perairan Selat Sunda. Dalam rangkaian event AKCF, Pemkab Serang menggelorakan semangat Selat Sunda Aman untuk memulihkan pariwisata di kawasan Anyer seperti sedia kala. (SAHABATMANCING/Heksa R.P)

Sekitar 260 pemancing dari wilayah Banten, Jakarta hingga Bandung, mengikuti gelaran Lomba Mancing Selat Sunda yang berpusat di dermaga Paku, Kabuparen Serang, Banten, Sabtu (31/8). Usai sempat ditunda selama sebulan setelah peristiwa gempa yang terjadi di wilayah Sumur, Banten, 2 Agustus 2019 kemarin, agenda turnamen mancing tahunan ini kembali bisa diselenggarakan dengan aman dan lancar.

Menurut Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa, yang membuka langsung jalannya lomba mancing, rangkaian event AKCF menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gelora pariwisata Anyer seperti pada masa kejayaannya pada beberapa tahun yang lalu.

“Kami ingin event mancing ini bisa turut menggairahkan pariwisata Anyer seperti sedia kala. Karena Pemkab Serang sudah menetapkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Panji dalam sambutannya kepada pengunjung yang hadir, Sabtu (31/8).

Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa, membuka langsung jalannya Lomba Mancing Selat Sunda dalam rangkaian event AKCF 2019, di dermaga Paku, Anyer, Sabtu (31/6).

Lebih lanjut, menurutnya pihak Kemenpar juga sudah ikut mesupport Pemkab Serang, untuk memulihkan Pariwisata Anyer dengan membentuk tim khusus bernama ‘Selat Sunda Aman’.

Tim ini bertugas untuk merealisasikan tiga strategi pemulihan pariwisata di kawasan Selat Sunda meliputi; pemulihan dari aspek sumber daya manusia, aspek pemasaran, dan pemulihan fisik destinasi yang terdampak.

“Untuk itu kami akan dorong terus agar sektor wisata ini tetap jadi motor penggerak perekonomian masyarakat Serang. Lomba mancing ini menjadi salah satu stimulan untuk menggairahkan kembali pariwisata Anyer yang sempat turun, setelah diterpa bencana tsunami dan gempa beberapa waktu silam.” tambahnya.

Jalannya event Lomba Mancing Selat Sunda sendiri berakhir gemilang. Sekitar 43 kapal yang mengangkut para peserta untuk mengeksplorasi spot-spot di sekitar perairan pulau Sangiang, dapat kembali dengan selamat. Tidak sedikit dari para peserta yang mendulang tangkapan yang didominasi ikan berjenis spesies karang, seperti: Giant Trevally, Kerapu Lodi, Kuwe Lilin, hingga Barakuda.

Namun tak seluruh ikan yang ditimbang, masuk hitungan oleh panitia. Karena khusus pada edisi turnamen kali ini, para peserta wajib menyertakan bukti foto atau video saat menyerahkan tangkapan di hadapan dewan juri.

Hingga dewan juri yang beranggotakan lima orang dari sejumlah instansi seperti; Jurnalis Mancing Indonesia, Dinas Kelautan & Perikanan Kab Serang, dan Dirpolairud Polda Banten, memilih tiga peserta yang berhasil masuk ke podium juara.

Ketiga juara podium ini berhak atas hadiah uang tunai senilai Rp12,5 juta untuk juara pertama, Rp10 juta untuk juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga. “Gembira sekali bisa jadi juara pertama. Selama tiga tahun saya mengikuti lomba mancing AKCF, baru tahun ini saya bisa jadi juara, alhamdulilah,” ujar Ali Sanali, peraih juara pertama lomba mancing AKCF.

Kedepan ia berharap agar turnamen mancing ini bisa terus diselenggarakan, namun dengan perbaikan dari sisi penyediaan armada kapal yang mumpuni untuk kegiatan mancing.

Daftar Juara Lomba Mancing Selat Sunda AKCF 2019

JUARA NAMA PESERTA BERAT IKAN (kg) JENIS IKAN
Terberat 1 Ali Sanali 4,6 Kerapu Lodi
Terberat 2 Ubaedi (Putra Sangiang) 4,1 Kuwe
Terberat 3 Dede 3,6 Kuwe