Revyna Tan: Selalu Menikmati Proses

Revyna Tan: Selalu Menikmati Proses

Bagikan:

Hobi mancing nampaknya sudah mendarah daging bagi Revyna Tan. Masa kecil dengan lingkungan serta orang-orang yang berkecinampung di dunia mancing jadi awal mula rasa penasarannya untuk mencoba hobi ini timbul. Hingga berjalannya waktu, gejolak ombak laut Timur Lampung jadi arena favoritnya guna mengasah kemampuan mancingnya.

Nama: Ravyna Tan
Profesi: Wirausaha
Asal: Lampung

Pertemuannya dengan sang suami yang juga memiliki hobi serupa menambah kepercayaan diri Revyna untuk terus memaksimalkan hobi mancing. Rasa cintanya terhadap hobinya itu tumbuh selaras dengan tanggung jawabnya sebagai istri, ibu dan perjalanan karirnya mengelola sebuah bisnis.

“Perairan Lampung Timur di Kuala Penet, jadi saksi sepenuh hati saya tercurahkan terhadap hobi mancing untuk kali pertama saat mencoba sport fishing di laut. Kesempatan pertama ini memang luar biasa menegangkannya, karena umpan yang saya lempar tersambar seekor Tenggiri. Tarik menarik pun terjadi dan saya memenangkannya,” ujar Revyna.

Ada sensasi tersendiri bagi Revyna kala mengaplikasikan teknik casting di spot-spot air asin. Adalah sebuah tantangan untuk menikmati sebuah proses dan perjuangan hingga umpan disambar dan ikan sukses ditaklukkan walaupun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebab baginya dalam sebuah proses, pasti akan melahirkan sebuah hikmah positif yang bisa dipetik guna meningkatkan kualitas hidup.

Beragam peranti, terutama pemilihan umpan buatan yang digunakan pada saat mancing jadi perhatian khusus. Dari beragam umpan yang digunakan, khususnya jenis spoon, Revyna mempercayakan produk dalam negeri dari salah satu produsen umpan buatan asal Semarang, Jawa Tengah.

“untuk casting, saya lebih tertarik menggunakan spoon yang diantaranya berukuran 32 gram. Umpan tersebut adalah andalan bagi saya yang kerap mancing di siang hari. Kilau dari spoon didukung action-nya yang bagus menjadi senjata pada cuaca di tengah laut nan terik,” kata Revyna.

Tubuh yang aktif bergerak kala mengaplikasikan teknik casting sungguh bermanfaat baginya sebagai olah tubuh peregangan otot-otot yang kaku. Usai berkecinampung dengan kesibukan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan pemilik serta pengelola sebuah resto, rasanya mancing merupakan jalan keluar penghilang penat.

Namun waktu harus bisa dibagi seadil mungkin antara tanggung jawab dan hobi mancing. Sebelum melakukan kegiatan mancing, Revyna selalu meluangkan waktu yang lebih banyak terhadap keluarga, terutama anak-anak. “Kami sekeluarga selalu dekat dan banyak menghabiskan waktu bersama-sama, bahkan pada saat akhir pekan sekalipun. Jadwal mancing selalu saya buat agar tidak mengganggu aktifitas yang lain, sehingga bisa dijalankan tanpa beban. untuk hobi mancing ini terus terang saya sangat menyukainya.”ungkap dia.


Tidak hanya sekedar hobi, Revyna juga menjadikan mancing sebagai sarana edukasi yang diberikannya kepada keluarga, khususnya kepada buah hati.

Bagi Revyna, keluarga adalah sumber kekuatan dan rasa percaya diri dalam menjalani hobinya tersebut. Rasa takut yang menghantui kala melaut pun sirna ketika dukungan penuh dari suami dan anak-anak terbesit dalam fikiran. Hal ini pun sangat disyukurinya, bahkan ketika timbul pertanyaan dari keluarga yang heran jika dirinya tidak melakukan kegiatan mancing di akhir pekan.

“untuk itu, agar tidak memberatkan urusan keuangan keluarga, saya selalu menyisihkan hasil jerih payah saya yang dialokasikan untuk keperluan mancing, Sudah menjadi hal yang biasa jika saya mengalokasikan dana untuk keperluan mancing selama dua kali dalam satu bulan,” ucap Revyna.

Hasil pancing yang didapat dengan beragam ikan-ikan bervariatif juga kerap dijadikannya sebagai bahan menu andalan untuk kebutuhan pelanggan resto. Jenis ikan seperti Kerapu, Kakap, Tenggiri hingga Kuwe adalah spesies ikan yang gemar diolahnya menjadi menu Kerapu Tahu Tauco, Kakap Merah Asam Manis, Acar Kuning dan masih banyak lagi. Bila mendapatkan hasil yang lebih, Revyna juga tidak lupa untuk berbagi dengan orang lain di lingkungan rumahnya. Hal ini bertujuan agar banyak orang bisa merasakan hasil pancing yang ia dapatkan.

Nilai kebersamaan dalam kegiatan mancing adalah hal mutlak yang selalu dikedepankan Revyna. Karena baginya, hal tersebut merupakan tujuan lain dari hobinya ini. Mengenal banyak orang sama saja menambah ilmu baru yang bisa mengasah kemampuannya dalam menjalankan kegiatan mancing.

Aplikasi Sport fishing, salah satu teknik casting menjadi metode mancing yang kerap digunakan oleh Revyna kala melakukan kegiatan mancing di laut. Sensasi sambaran ikan terhadap umpan jadi alasan kuat dirinya mencintai Casting.

Selain dari sang suami, pengetahuan mancing juga diasahnya melalui forum tanya jawab di sosial media, khususnya Facebook. Dari situ, Revyna banyak mengambil pelajaran dari orangorang yang lebih berpengalaman darinya. Rekan-rekan dari luar kota yang jadi jendela utama dalam upaya Revyna melengkapi setiap kebutuhan mancingnya.

Baginya, Pulau Jawa tetap menjadi basis terbesar beragam pemancing berada. Karena baginya, Pulau Jawa sangat didukung oleh keberadaan geografis laut yang potensial untuk melakukan kegiatan mancing. “Ada keinginan dari saya untuk mencoba bertualang mancing di wilayah Pulau Jawa, seperti di Jogja dan Surabaya. Belum lagi wilayah pengeboran lepas pantai yang sangat potensial untuk mengaplikasikan teknik casting. It’s my dream-lah, pokoknya,” tambah dia.
Dalam akhir ceritanya, Revyna berpesan agar para perempuan harus bisa menjadikan mancing sebagai salah satu hobi idaman. Sebab banyak hal positif yang bisa diambil yang tentu berpengaruh terhadap efek psikis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mulailah kegiatan mancing walau dari hal yang kecil sekalipun. – Rico Prasetio

Bagikan:
Chat