Nurni Hayati Selaras harmoni fly fishing

Selaras alun rangkaian senar, mengayunkan flies menuju titik potensial. Gesekan senar itu membelah udara hingga menciptakan sebuah harmoni. Dalam fly fishing, beragam seni dari segala prosesnya menyimpan berjuta sensasi, terutama asupan bagi rohani. Terlepas dari perkembangannya yang kian melekat pada gaya hidup pegiatnya.

Begitu lah Nurni Hayati, seorang perempuan berdomisili di Temanggung itu mendeskripsikan fly fishing. Walau kurang populer di Indonesia, Nurni terus mencoba konsisten menjalankan kegiatan mancing ini. Rasa bosan terhadap sesuatu yang monoton membawanya kian mencintai kegiatan mancing khususnya fly fishing lebih dalam lagi. Bagaimana pandangan Nurni selama menekuni fly fishing dari mata seorang perempuan? Berikut penuturannya:

Nurni Hayati
seorang perempuan asal temanggung yang hobi dengan fly fisihing

Bagaimana anda memandang mancing, dan memilih fly fishing sebagai hobi yang akhirnya anda jalankan hingga saat ini?

Selain dari aspek seni, keindahan dan sains yang kompleks, fly fishing juga memiliki konsep yang bisa diterapkan dalam kehidupan seharihari kita. Sebab fly fishing tidak hanya kegiatan mancing semata, namun di dalamnya jug ada proses, salah satunya proses membuat umpan tiruan yang tepat agar disukai ikan yang ditargetkan.

Saya menyukai sesuatu yang go against the flow, yang tidak ikut tren hanya semata. Saya memiliki kelemahan yaitu cepat merasa bosan dengan sesuatu. Jadi saya coba manipulasi kelemahan saya itu dengan mencari sesuatu hobi yang mempunyai elemen & konsep pembelajaran yang berkelanjutan.

Atas dua sebab ini jadi saya pilih fly fishing. Soal saya bisa bertahan apa tidak, saya sangat baru dalam bidang fly fishing, baru saja 2 tahun. Harapannya saya akan terus istiqomah.

Bagaimana komentar orang-orang lain mengenai kegiatan mancing yang anda lakukan ini?

Mendukung ya. Walau pada mulanya lebih banyak yang memandang sinis dari pada menyokong. Termasuk dari rekan pemancing. Menurut saya, pandangan sinis ini karena ada dua sebab, kebanyakan mereka ini masih belum familiar dengan fly fishing dan kedua karena saya seorang perempuan yang agak dipandang sebelah mata.

Tetapi bagi mereka yang mendukung, mereka memberi dukungan dengan tulus dan saya sangat menghargainya.

Sementara dari keluarga, khususnya suami, dukungan penuh selalu diberikan sebab dia (suami) yang mengenalkan hingga membimbing saya sehingga tetap konsisten dalam mengasah kemampuan fly fishing.

Tidak hanya soal hasil, fly fishing juga mengajarkan Nurni untuk mendalami proses-prosesnya, salah satunya membuat umpan.

Dalam praktiknya di lapangan, apa yang jadi kendala dalam mengaplikasian fly fishing dan bagaimana upaya anda mengatasinya?

Memastikan ikan memakan umpan fly adalah hal paling sulit. Sebab umpan harus dibuat sedemikian rupa menyerupai seranggaserangga yang karakternya identik dengan ekosistemnya di sebuah spot. Sebetulnya bagi saya, semua lokasi mancing pasti ada kendala tersendiri. Kadang minimnya ruang (keleluasaan fly) dan kehadiran angin jadi faktor teknis.

Kembali lagi, hal ini mengharuskan pemancing untuk berfikir mengatasi kendala-kendala tadi agar kegiatan mancing tetap berjalan maksimal. Ini juga yang menjadikan fly fishing tetap menyenangkan apabila kita selalu terus berfikir, belajar dan pantang menyerah.

Tapi tetap, rasanya jika mancing namun ekosistem semakin rusak nyatanya juga jadi kendala. Kelestarian perairan dan spesis lokal di Indonesia harus dipastikan bagus untuk menjadikan segala aktifitas mancing menjadi lebih bermakna.

Bagaimana upaya anda untuk membuat orang lain menyukai paling tidak merespon secara positif kegiatan mancing yang anda lakukan ini?

Terus terang ini sesuatu yang sulit. Hakikatnya, fly fishing dimana pun di dunia ini, adalah cabang kegiatan mancing yang kurang populer dan sedikit peminatnya.

Apa yang bisa saya lakukan sekarang adalah terus konsisten menjalankan hobi ini agar ada kenaikan derajat perempuan dimata laki-laki, khususnya di dunia pemancingan.

Selama masih dalam lingkup mancing (fly fishing) saya selalu siap untuk bekerjasama dengan siapapun dan kapanpun.

Sementara guna mengenalkan fly fishing kepada masyarakat awam, kami sudah menjalankan usaha penjualan alat fly fishing secara online Bugs & Bobbin Fly Fishing Shop.

Tujuannya tidak lain untuk memudahkan para pegiat fly fishing untuk melengkapi beragam info dan kebutuhan mancing mereka.

Masing-masing teknik mancing memiliki sensasi tersendiri, selama
menjalani fly fishing, seni mancing dan sensasi mancing seperti apa yang anda rasakan?

Seperti yang disebutkan tadi bahwa bagi saya, fly fishing adalah gabungan seni yang indah serta sains yang kompleks, gabungan kerohanian dan ketegasan yang saling melengkapi.

Kesinambungan kecintaan dan kerohanian itu memberikan satu kepuasan yang unik. Dalam fly fishing ini, ikan (hasil) bukanlah sesuatu yang utama. Sejatinya ada banyak hal lain yang bisa digali dari fly fishing untuk mereka yang benar-benar menghayati dan mendalami teknik mancing ini secara benar.

Saya memang baru saja menggeluti fly fishing, namun saya merasa teknik mancing ini punya pengertian meluas. Dalam aplikasinya di lapangan, masing-masing tempat mancing memiliki cara dan kebutuhan berbeda. Contohnya di sungai, laut, kolam dan muara pasti berbeda.

Pemancing fly fishing dituntut harus mengetahui kondisi spot dan target setiap kali pergi memancing ke tempat baru.

Kita menemukan realita bahwa umpan yang digunakan juga harus menyesuaikan karakteristik ikan di lokasi mancing. Di samping itu, datang ke lokasi-lokasi baru juga membawa saya untuk terbiasa dengan budaya dan cara hidup sekitar.

Tempatnya lain, suasananya lain, orang-orangnya lain. Intinya, fly fishing mengajarkan saya untuk terus belajar dan mengerjakan setiap proses-prosesnya.

Selain dari aspek seni, keindahan dan sains yang kompleks, fly fishing juga memiliki konsep yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Sebab fly fishing tidak hanya kegiatan mancing semata, namun di dalamnya juga ada proses, salah satunya proses membuat umpan tiruan yang tepat agar disukai ikan yang ditargetkan.

Pengalaman apa yang paling berkesan selama menekuni kegiatan mancing?

Disetiap saya mancing semua jadi kenangan yang manis. Semuanya. Oke, jadi waktu itu saya bersama suami pergi ke Kedah, Malaysia untuk mancing dengan target ikan Tarpon. Pada saat itu saya masih pemula.

Singkat cerita akhirnya saya pun strike, perlawanan ikan masih terus terjadi, cukup lama memang. Ikan pun sukses didapatkan dengan susah payah. Hingga saat ingin dilepas, rupanya ikan kelelahan, meregang nyawa dan mati.

Sempat menyesal memang, sebab pada momentum strike perdana itu tidak mampu melepaskan kembali ikan (release) dengan baik. Pengalaman seru, namun mengiris hati.

Kedepannya saya punya impian bisa memancing ikan mahseer di sungai-sungai yang jernih seperti di Padang (Indonesia), Chiang Mai (Thailand), Sabah (Malaysia) dan kalau ada rezeki mau ke New Zealand untuk berburu trout.

Seberapa pentingnya perempuan harus mencoba kegiatan fly fishing menurut anda?

Bagi sebagian orang terutama di mata perempuan, mungkin fly fishing tidak sepenting hal lain. Tetapi menurut saya fly fishing harus dicoba karena seperti yang sebutkan tadi, bahwa semua keindahan segala aspek ada di dalamnya.

Mungkin dengan lebih banyak perempuan, maka akan tercipta beragam variasi karena wanita semestinya mempunyai input dan pandangn yang berbeda dari kaum adam. Sehingga kedepannya akan lebih banyak orang yang mencintai dan menjaga alam di Indonesia. –RICO P.