Miftakhul Dwi. A : Perdalam Mancing dari Dasar

Kegiatan mancing seolah tak pernah menutup cakrawalanya kepada siapapun. Tua, muda, pria bahkan wanita, semua berkecinampung menggeluti hobi ini. Lady angler, yang sejauh ini mewarnai geliat dunia pemancingan di Indonesia pun seolah tak ada habis ceritanya. Perempuanperempuan hebat dari sudut nusantara bermunculan, berjibaku mencari sensasi perlawan ikan.

Malang kembali menjadi salah satu daerah dengan antusias Lady angler terbesar, Mifta salah satunya. Sensasi tarikan ikan di kolam pemancingan mempatri kesan bahagia dan membawa perempuan berusia 24 tahun tersebut lebih aktif mancing lagi hingga saat ini.

Nama: Miftakhul Dwi A.
Profesi: Wiraswasta
Asal: Malang

“Mancing bersama keluarga di kolam pemancingan di Malang pada tahun 2016 menjadi awal mula saya menggeluti hobi ini. Satu, dua, tiga kali mencoba mancing, hingga kerap memaksimalkan hari libur untuk berkegiatan mancing. Dari situ jadi keranjingan hingga saat ini,” ujar Mifta.

Dukungan yang tak surut dari keluarga dan orang-orang terdekat jadi modal utama Mifta dalam menjalani hobi mancing. Terlebih hobi mancingnya ini, diakuinya diterima baik oleh keluarga terutama sang ibu, yang bahkan pada beberapa kali kesempatan, keduanya kerap memanfaatkan momentum mancing bersama untuk menjaga kekompakkan satu sama lain walau hanya mancing di kolam.

Dari kolam, Mifta coba beranikan diri menambah jam terbang petualangannya ke spot-spot liar. Belusuk lokasi mancing dari sungai, embung hingga wilayah tambak dilakukan Mifta guna menjawab rasa penasarannya terhadap potensi perikanan yang ada. Malang, Pasuruan, Surabaya hingga Jombang adalah lokasi yang sudah didatangi bersama rekan-rekannya di komunitas Sahabat Mancing 87 Malang paling tidak 2 kali dalam sebulan.

Peran komunitas sebagai wadah untuk memaksimalkan hobinya membawa pengaruh besar. Walau didominasi pria, Mifta merasa sejauh ini rekan-rekannya di komunitas mampu menghormati dan menerima dirinya dengan hangat, tanpa ada batasan apapun. Beragam info mancing pun lebih mudah didapatkan yang berpengaruh pula terhadap kemampuan mancingnya.

Mancing ternyata membawa Mifta menemukan tambatan hati. Pertemuannya dalam hobi ini dengan seorang pria yang juga pemancing, membawa mereka berlayar jauh menuju gerbang pernikahan yang rencananya akan dilangsungkan tahun ini. “Kegiatan mancing sejauh ini masih terus dilakukan bersama dia (calon suami),” ujar pengagum Menteri Susi itu.

Miftakhul saat berpose dengan ikan hasil tangkapannya.

Spesies ikan-ikan air tawar banyak yang dijadikannya sebagai target idaman. Salah satu yang paling digemari adalah mancing ikan gurami. Mifta menyebutkan bahwa gurami adalah ikan ‘sombong’ karena sensifitasnya terhadap umpan yang digunakan. Bila salah umpan, jangan harap ikan akan bisa didapatkan.

“Mancingnya gampang-gampang sulit. Harus ada pengetahuan yang menjadi bekal sebelum kita mancing gurami. Hal itu yang benar-benar saya perhatikan sebelum cek spot, apakah ikannya makan atau tidak, lalu umpannya cocok atau tidak. Jika tidak ada pertanda, coba terus. Prinsip yang saya pegang adalah kalau bisa mancing harus dapat ikan,” jelas Mifta.

Eksplorasi mancing rajin dilakukan dari satu spot ke spot lainnya hingga ia benar-benar merasakan adanya potensi ikan dari spot tersebut. Kegiatan mancingnya itu pun tak lupa ia abadikan dan diunggah ke media sosial, khususnya Instagram. Dimana hasil Instastory ia bedakan ke dalam album ‘sorotan’ agar tertata apik, mulai album ‘tes spot’ dan kegiatan mancing lainnya.

Kesan minor dalam hobi mancing pernah dirasakan Mifta, saat dirinya mengikuti perlombaan mancing di Embung Malangsuko, Malang. Mulanya panitia mengumumkan bahwa di embung tersebut banyak terdapat ikan, namun ia dan rekan-rekannya merasa sulit sekali mendapatkan ikan. Pada akhirnya, mereka bergeser menuju sungai dan justru mendapatkan banyak ikan.

Kini, Mifta terus mempertahankan hobinya ini walau komentar sumbang pernah menerpa dirinya yang mempertanyakan dirinya karena terlalu fokus ke target ‘ikan kecil’. Menurutnya, pemancing memang harus paling tidak merasakan beberapa teknik mancing. Namun kembali lagi bahwa masing-masing teknik itu memiliki sensasi berbeda.

Selain kolam, area tambak dengan target bandeng juga menjadi kegiatan mancing yang kerap dilakukan mifta.

“Ikan-ikan di sungai memang ukurannya kecil, justru itu yang membuatnya sulit untuk dipancing. Kailnya saja menggunakan kail ukuran 20, kail paling kecil. Saya rasa masing-masing teknik ada ciri khasnya, dan tidak semua orang bisa mancing (dengan kail kecil). Mending belajar dan fokus mancing ikan-ikan kecil lebih dahulu agar menguasai tekniknya step by step, ungkap dia.

Kedepannya, Mifta ingin hobi mancingnya ini bisa berkembang lebih jauh lagi, dengan misi dirinya akan mencoba beragam teknik mancing lain, dimulai dengan teknik casting. Efisiensi casting yang tidak memerlukan racikan umpan, serta sensasi sambaran ikan menjadi alasan dirinya ingin sekali terjun menggiati casting. Sebab menurutnya, beragam teknik mancing memiliki perbedaan dan ciri masing-masing yang tentu menghadirkan cerita dan sensasi yang jelas berbeda. – RICO P.