Desa Di Banyuwangi Ubah Sungai Kumuh Jadi Kolam Budidaya Ikan

Banyuwangi, SAHABATMANCING.COM – Masyarakat di desa Cluring, Kabupaten Banyuwangi secara kompak mengubah sungai atau kanal-kanal yang awalnya penuh sampah, menjadi kolam penuh ikan nan asri. Melalui program Festival Cipta Wisata Tebar Ikan (Barkanli), masyarakat bersama Disperipangan Banyuwangi bahu-membahu menciptakan ekonomi wisata bahari dengan beragam kegiatan, termasuk diantaranya wisata mancing.

Kampung Pinggir Kanal di desa Cluring, Kabupaten Banyuwangi, berhasil mengubah sungai yang mengaliri desanya menjadi lebih asri dan dihidupi ikan-ikan melalui program Festival Cipta Wisata Tebar Ikan (Barkanli). (Dok: Kabupaten Banyuwangi)

Warga dusun Kepatihan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi memiliki cara tersendiri untuk mengubah sungai Kampung Pinggir Kanal (Pingkan) yang awalnya kumuh dan penuh sampah menjadi lebih berdaya guna.

Melalui program Festival Cipta Wisata Tebar Ikan Terkendali (Barkanli), sungai yang dikenal dengan Dam BCL 5 itu, kini menjadi asri dan mampu dihidupi oleh ikan-ikan air tawar yang ditebar oleh Disperipangan Banyuwangi.

Praktis, kondisi ini tentu menciptakan ekonomi wisata bahari baru untuk menjaring wisatawan. Seperti yang diutarakan oleh Dwi Yanto, Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan Banyuwangi, jika Festival Barkanli ini merupakan upaya warga setempat yang menjadikan sungai sebagai lokasi wisata.

“Dengan diubah menjadi tempat wisata dan lokasi penebaran ikan secara terkendali, maka otomatis warga akan ikut menjaga kebersihan sungai. Kemarin sudah ditebar 3.000 bibit ikan Nila dan Tombro, serta penanaman 25 pohon cemara udang di tepian sungai,” ujar Dwi seperti dilansir dari Banyuwangikab.go.id, (19/11).

Sejumlah perangkat desa dan pejabat teras Disperipangan Kabupaten Banyuwangi menebar sejumlah bibit ikan berupa ikan Nila dan Tombro di Kampung Pinggir Kanal (Pingkan), desa Cluring, Kabupaten Banyuwangi. (Dok: Kabupaten Banyuwangi)

Kemudian Dwi melanjutkan, awalnya Kampung Pinggir Kanal awalnya sangat kumuh, banyak masyarakat setempat buang sampah dan buang air besar sembarangan di sini. Setelah program Bakanli berjalan, sungai desa Cluring kini bertransformasi menjadi destinasi wisata air dan sentra kuliner.

Banyak kegiatan wisata yang ditawarkan di sepanjang aliran sungai desa Cluring. Mulai dari tempat pemancingan, budidaya ikan air tawar, wisata transportasi air, terapi ikan, hingga pusat kebudayaan.

Salah satu kegiatan kebudayaan yang dihelat saat perayaan Festival Cipta Wisata Tebar Ikan (Barkanli), selasa (19/11).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo mengatakan, untuk mendukung keberlangsungan program Cipta Wisata Barkanli, pihaknya akan membentuk Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) yang bertanggungjawab atas operasional dan kelancaran fungsi irigasi sungai.

“Kemudian juga aka nada Kelompok Olahan dan Pemasaran (Poklahsar) yang bertugas untuk mengolah dan meningkatkan nilai jual atas potensi perikanan yang dihasilkan pada sungai Cluring,” tambahnya.

Ia berharap melalui program Barkanli, optimalisasi pemanfaatan pengelolaan potensi sungai tersebut. bisa menjadi peluang penciptaan lapangan kerja baru dan juga peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

“Nantinya saat debit air tinggi di bulan Desember nanti, kami akan tebar kembali 12.000 bibit. Total 15.000 bibit, sedangkan penanaman cemara udang, akan kami genapkan hingga mencapai 100 batang pohon,” pungkas Hari.