STMJ : Perdayakan Peluang Mancing di Jember

Komunitas mancing memang sejatinya tidak hanya sekedar menjadi wadah berkumpul, namun sudah seharusnya menjelma sebagai wadah yang mampu hadirkan manfaat. Bermula untuk menyatukan pemancing di wilayah Jember, Sedulur Tiyang Mancing Jember (STMJ) kini berkembang begitu pesat.
Pemancing-pemancing dirangkul dan masyarakat diajak untuk sadar akan potensi wisata di Jember.
Susunan pengurus sudah ada, didirikan juga badan usaha dengan unit-unit usaha guna datangkan profit. Koperasi Mina Multi Karya menjadi kendaraan STMJ dalam mempromosikan potensi wisata kepada dinas terkait juga masyarakat luas.
Bagaimana misi dan upaya selengkapnya STMJ dalam menjadikan mancing sebagai jendela wisata di Jember? Simak wawancara SM dengan salah satu pendiri STMJ, Danika Jember berikut ini:

Bagaimana awal mula didirikannya komunitas STMJ?
STMJ adalah perkumpulan pemancing baik freshwater maupun laut di wilayah Jember. Komunitas ini sebenarnya adalah wadah, tidak hanya menyalurkan hobi mancing, namun dimaksimalkan sebagai ajang usaha demi mewujudkan perekonomian anggota dan masyarakat secara luas agar lebih baik lagi sesuai visi dan misi STMJ kedepannya.
Program kerja dimulai dengan membentuk koperasi dengan berbagai unit usaha, seperti tour and travel, fishing trip organizer, serta angkringan. Koperasi ini juga membantu usaha-usaha yang dimiliki anggota-anggota STMJ.Salah satunya promosi ke luar wilayah yang bekerjasama dengan dinas koperasi dan dinas pariwisata kabupaten. STMJ didirikan di kabupaten Jember, tepatnya di Jalan Sumatra VII No. 63 Jember dan sekarang menjadi sekretariat STMJ.

Bagaimana rutinitas STMJ dan apa saja upaya yang dilakukan untuk merangkul anggota?
Akhir pekan merupakan saat aktifitas mancing lebih aktif dilakukan oleh para anggotaanggota STMJ. Pada umumnya, para anggota STMJ tersebut mengadakan kegiatan mancing bersama agar bisa bertukar informasi satu sama lain. Kami juga terus aktif memposting hasil pancing ke grup Facebook STMJ yang bertujuan untuk menyebarkan info ke seluruh masyarakat tentang kegiatan mancing yang dilakukan, khsusunya kepada mereka yang belum benar-benar aktif mancing.
Satu unit jukung fiber, mesin 3 unit (1 mesin tempel 20pk, 2 mesin samping kama @10 pk) yang bersandar di dermaga Puger kami sediakan untuk anggota STMJ yang ingin melakukan kegiatan mancing di spot-spot potensial di sana dengan syarat mengisi kas STMJ dan mengganti bahan bakar.

Sejauh ini, kegiatan apa yang dilakukan atau sudah menjadi agenda rutin?
Agenda kegiatan rutin STMJ tentang pelestarian lingkungan dan sosial yaitu diantaranya bersih-bersih pantai, penanaman bakau, serta sosialisasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir pantai tentang larangan bom, racun , strum ikan, membuang sampah dilaut (utamanya sampah plastik), dan sosialiasi ikan yang dilindungi.
Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) di dalam koperasi Mina Multi Karya, kami pun meningkatkan kepedulian kepada para nelayan dengan mempromosikan dan mengembangkan produk pengolahan hasil tangkap masyarakat pesisir yang membantu perekonomian mereka, khususnya saat musim paceklik (badai) tiba.
Melalui beragam upaya (saluran), pada intinya kami memberikan pengertian pada masyarakat bahwa mancing memiliki efek positif terhadap beragam aspek kehidupan.

Bagaimana upaya STMJ dalam menjadikan Jember sebagai destinasi wisata mancing andalan, baik di Jawa Timur maupun skala nasional?
Kegiatan perlombaan atau turnamen mancing tahunan dengan skala besar (nasional) menjadi salah satu upaya konkret STMJ dalam upaya mempromosikan wisata mancing di Jember. Turnamen tersebut terbukti mampu menarik wisatawan mancing dari beragam wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Mancing di tebing (rock fishing) dan terutama jigging masih sangat potensial karena masih terjaganya terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan di sana. Demikian juga potensi teknik mandas rockfishing.
Selama kondisi air dan ombak bagus, ikan-ikan karang seperti (kerapu, kakap merah, kapuran, black bass, red bass juga keluarga trevally) akan lebih mudah didapatkan. Kami juga
memasukkan wisata kuliner, seni dan budaya di dalamnya menjadi satu kesatuan yang mampu mendobrak pariwisata Jember.

Sejauh ini, bagaimana efek movement beragam aktifitas yang dilakukan STMJ terhadap kegiatan mancing yang ada di Jember?
Sejauh ini respon dari masyarakat sangat positif terhadap apa yang sudah kami lakukan. Hal itu terbukti dari kian ramainya wisata mancing di Jember. Kapal-kapal mancing di beberapa pantai dan
dermaga di Jember masih sibuk melayani pemancing khususnya dari luar Jember. Perekonomian masyarakat pesisir (nelayan) sudah berangsur mengalami kenaikan.
Kami berharap kedepannya, STMJ bisa lebih maju dan berkembang sehingga kegiatan mancing yang dilakukan tidak hanya sekedar ‘berburu’ ikan, namun bisa mengangkat wisata di Jember sehingga bermanfaat dan mensejahterakan masyarakat secara luas. – Rico Prasetio