SMK: Promosikan Kebumen Lewat Sidat

Menyepi di tempat sunyi, mancing sidat rupanya banyak hadirkan sensasi. Di pulau jawa, khususnya di pesisir selatan, sidat merupakan target tangkapan idaman. beragam keistimewaan, sensasi perlawanan kala strike, hingga nilai ekonominya yang tinggi jadi daya tarik ‘si unagi’. Tidak hanya pengetahuan teknis, beberapa pemancing disebutkan harus bermodalkan mental baja selama menjalani kegiatan mancing sidat.

Sidat Mania Kebumen (SMK), sebuah komunitas pegiat mancing sidat di Kota Walet hadir guna memasyarakatkan mancing sidat. Di sekitar Kota Walet itu, potensi sidat tersimpan besar. Bahkan beberapa pemancing di sana begitu konsen dengan target ini dan tidak menargetkan ikan apapun selain sidat. Apa yang menjadi alasan sidat begitu istimewa di sana? Dan bagaimana SMK memaksimalkan potensi mancing sidat guna mempromosikan nama Kebumen ke masyarakat luas? Simak wawancara Sahabat Mancing dengan Tris Putu Wongso, Pengurus SMK berikut ini:

Bagaimana awal mula terbentuknya komunitas Sidat Mania Kebumen?

Sidat Mania Kebumen terbentuk pada 31 Oktober 2016 dengan prinsip ‘sedulur sak lawase’ (persaudaraan selamanya). Mulanya, SMK terdiri hanya kisaran kurang lebih 20 orang dengan nama awal Sidat Monster Kebumen. Seiring berkembangnya waktu, dengan bertambahnya anggota dan berdasarkan kesepakatan bersama, maka dibuatlah susunan kepengurusan sekaligus pergantian nama menjadi Sidat Mania Kebumen. SMK dibentuk berdasarkan adanya rasa keinginan menyatukan para pemancing sidat khususnya di wilayah Kebumen dalam wadah kekeluargaan. Sebab di Kebumen, banyak ditemukan pemancing tetapi tidak semua pemancing berminat untuk mancing sidat, hanya beberapa individu saja.

Sejauh ini, bagaimana antusias dan perkembangan mancing sidat di wilayah Kebumen dan sekitarnya?

Seiring berkembangnnya waktu dengan adanya komunitas mancing sidat, banyak para pemancing berminat untuk mancing dengan
target ikan sidat khususnya di Kebumen. Pemancing-pemancing lokal dari waktu ke waktu banyak yang bergabung untuk belajar mancing sidat bersama rekan-rekan SMK. Ikan sidat terkenal memiliki tenaga yang luar biasa di saat melakukan perlawanan. Banyak orang bilang tenaga ikan sidat 7 kali lipat dari bobot ikan sidat tersebut. Tidak mudahnya mendapatkan ikan tersebut disaat mancing, butuh kesabaran tingkat tinggi menunggu saat umpan di makan. Namun hal tersebut menjadikan rasa penasaran dan optimis kian tumbuh di benak pemancing sidat untuk selalu mencoba, sehingga timbul variasi dan inovasi umpan yang digunakan.

Apa yang menjadi keunikan SMK dan mancing sidat?

Pemancing sidat biasanya hanya fokus mancing khusus target ikan sidat saja, hal ini dikarenakan beberapa pertimbangan, seperti; Aktifitas mancing sidat yang dilakukan di malam hari, tidak semua pemancing memiliki mental besar untuk mancing di malam hari. Kemudian penggunaan umpan, dimana umumnya ikan sidat lebih
minat dengan umpan berbau amis, sehingga banyak para pemancing merasa risih menggunakan umpan tersebut. Belum lagi morfologi sidat yang sekilas serupa dengan ular, ini cukup menakutkan. Selanjutnya yaitu kondisi spot sidat yang mayoritas adalah wilayah-wilayah sepi dan sunyi yang jarang dijamah orang. Bisa dibayangkan betapa beratnya perjuangan untuk bisa merasakan sensasi mancing sidat. Untuk itu, jangan pernah mancing sidat seorang diri.

Bagaimana rekan-rekan SMK menanggapi potensi sidat yang ada khususnya di wilayah Kebumen?

Sejauh ini potensi ikan sidat di wilayah kebumen masih menjanjikan. Demi kelestarian potensi tersebut, SMK tidak hanya melakukan eksplorasi, tetapi juga peduli terhadap pelestarian ikan, dengan melakukan relokasi benih ikan sidat di sungai-sungai tertentu dan melepas kembali ikan sidat yang dirasa belum layak konsumsi. Jika potensi sidat di Kebumen semakin terjaga, maka pemancing akan semakin mudah mendapatkan hasil. Sehingga, Kebumen bisa dijadikan sebagai destinasi andalan wisata mancing sidat. Ikan sidat banyak ditemui di sungai-sungai yang bermuara di Samudera Hindia, mulai dari wilayah pegunungan di utara Kebumen hingga bagian selatan, seperti daerah Ayah, Karangsambung, Buluspesantren, Klirong dan lainnya.

Lalu upaya apa yang sudah dilakukan dalam memaksimalkan potensi mancing yang ada tersebut, sehingga mampu mengangkat nama Kebumen ke khalayak luas?

Dalam memperkenalkan potensi mancing sidat ke khalayak luar, SMK sering mengadakan kegiatan mancing dan perlombaan di wilayah Kebumen. Kami juga rutin mewakili Kebumen mengikuti perlombaan mancing sidat di luar kota. Belum lama ini, SMK pernah bekerjasama dengan salah satu televisi nasional dengan tema berburu ikan sidat dalam acara ‘Jejak Petualang Wild Fishing’ dan juga ‘Jejak Si Gundul’. Secara tidak langsung, kerjasama ini telah memperkenalkan potensi ikan sidat yang ada di kebumen ke tingkat nasional. SMK juga pernah menjadi juara lomba mancing sidat tingkat provinsi (Yogyakarta/Jateng).

Selain di wilayah Kebumen, adakah pernah rekan-rekan SMK melakukan kegiatan mancing di luar Kebumen? Bagaimana perbedaan potensinya dengan sidat di Kebumen?

Rekan-rekan SMK sering melakukan mancing di luar daerah Kebumen, seperti wilayah Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Purwokerto, Cilacap, Wangon, Purworejo, Magelang dan sebagainya. Wilayah-wilayah tersebut, terutama yang berbatasan langsung dengan pesisir selatan jawa (Samudera Hindia), terkenal memiliki banyak Sidat. Daerah pesisir ukuran sidatnya tergolong kecil, tidak seperti di wilayah aliran dari hulu yang memiliki ukuran sidat lebih besar, namun lebih sulit didapatkan karena jarang.

Mancing sidat kerap dilakukan di spot-spot ekstrem, apa tips dan upaya yang harus dilakukan pada saat mancing sidat?

Mancing sidat biasa dilakuan di tempat-tempat yang jauh dari aktifitas manusia, terkadang juga di tempat-tempat yang masih liar. Pemancing dihadapkan di suasana mancing yang gelap dan dingin di malam hari. Hal yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga keselamatan dari adanya serangan binatang buas di alam liar. Untuk itu, pemancing perlu mempersenjatai diri dengan alat keselamatan selain sepatu boot, senter penerang, dll. Satu lagi, karena spot-nya tergolong jauh, bekal logistik juga mesti benar-benar diperhitungkan agar tidak kehabisan makanan ketika mancing. Terakhir, satu yang paling utama dan terpenting sebelum mancing sidat adalah anda harus siapkan mental yang kuat.

Peranti yang digunakan biasanya rakitan (buatan sendiri), dimana gagang joran menggunakan kayu (umumnya kayu keras dan berserat) dan ujungnya full fiber. Tersedia dari ukuran XL, XXL dan XXXL tergantung pemakaian. Mancing sidat tidak menggunakan ril, tapi benang digulung pada pipa. Senar yang digunakan berukuran diameter besar (0.80 – 0.100 mm) dengan kail ukuran 5/0 – 8/0 guna menahan perlawanan sidat. Senar atas (leader) harus berukuran lebih besar dari senar utama. Umpan yang dipakai identik berbau amis seperti, embrio unggas, gasir/jangkrik, ulat pohon kelapa, belut kecil, cacing tanah, ikan tawes dan lain-lain. — RICO P.