M3R: Mewadahi Hobi Mancing di Malang Raya

M3R: Mewadahi Hobi Mancing di Malang Raya

Bagikan:

Kacamata pemancing sebaiknya juga digunakan kala menjadikan Malang sebagai destinasi wisata. Tidak hanya barisan perbukitan dan gunung-gunung yang menyejukkan, bentang alam laut selatan Malang Raya bak sajian teristimewa bagi mereka penyuka tantangan mancing di laut lepas. Sebut saja Pantai Lenggoksono, Tamban, Sendangbiru yang merupakan sebagian dari banyak titik-titik mancing potensial di sana.

Kian pesatnya perberkembangan geliat mancing di bumi kanjuruhan ini jadi awal terbentuknya sebuah wadah hobi mancing bernama Mancing Mania Malang Raya (M3R). Seperti tujuan sebuah komunitas atau grup mancing pada umumnya, M3R terus berupaya memajukan wisata mancing lebih mendunia seperti destinasi mahsyur lain di wilayah Malang. Bagaimana sebenarnya geliat mancing yang berkembang di Malang? Lalu upaya apa yang dilakukan M3R dalam memajukan wisata mancing? Simak penuturan Ketua M3R, Sugeng Purnomo berikut ini:

Bagaimana potensi mancing di wilayah Malang Raya?
Jika dilihat dari kacamata dunia mancing, Malang sangat unik. Malang bisa dibilang gudangnya pemancing dengan berbagai jenis maupun teknik memancingnya. Hampir semua ada. Baik freshwater (kolam, waduk, sungai) maupun saltwater mulai dari muara, tebingan (rockfishing), pasiran (landbase fishing) maupun spot laut lepas (deep fishing). Ada banyak spot saltwater yang bisa dikunjungi, dari spot dasaran (bottom fishing), popping, casting, jigging, trolling sampai fly fishing. Malang dianugerahi kontur pantai nan panjang di pesisir selatan dengan terdapat puluhan titik pantai nan potensial macam Pantai Licin, Pujiharjo, Wediawu, Lenggoksono, Tamban, Sendang Biru, Tiga Warna, Teluk Asmara, Gua Cina, Batu Bengkung, Bajul Mati, Joilangkung, Ngudel, Nganteb, Balekambang, Kondang Merak, Bantol, Ngliyep dan masih banyak pantai lain di selatan Malang yang masih potensial. Termasuk spot mancing ekstrem dari tebing tepi laut nan terjal (rockfishing). Demikian juga pemancing kolam (ikan Mas, Bawal, Lele dsb) dengan teknik pelampungan, glosoran hingga tegeg. Di Malang cukup banyak kolam pancing baik untuk lomba, galatama maupun harian. Untuk mancing di spot liar, masih banyak sungai yang bisa dipancingi walau potensi ikannya semakin berkurang. Untuk mancing di waduk ada beberapa spot waduk potensial, yaitu waduk Sutami (Karangkates), Selorejo dan Waduk Sengguruh.

Apa keistimewaan mancing di pesisir pantai selatan Malang?
Keistimewaan mancing di pesisir pantai dan laut lepas di Malang adalah intensitas ombaknya yang sangat menantang. Di balik ombak ekstrem, laut di Malang memiliki potensi mancing terbaik dengan varian ikan yang beraneka-ragam. Ikan-ikan predator Samudera Hindia berukuran besar jadi ciri khas. Kontur dasar laut nan potensial membuat jarak mancing sudah bisa diakses dengan cepat tanpa harus mendatangi lokasi yang jauh. Malang punya Pantai Lenggoksono, Tamban, Sendangbiru dan Ngliyep yang kerap dijadikan sebagai lokasi mancing hingga turnamen berskala besar. Pantai tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas penyewaan kapal (jukung) yang siap mengantarkan pemancing menuju spot potensial.
Kami (M3R) juga kerap melakukan koordinasi dan eksplorasi bersama para tekong (sebutan nahkoda) terkait spot-spot potensial dan segala info dan persiapan mancing, sehingga selalu siap kala mengantar para pemancing dari luar daerah. M3R membuka pintu kepada pemancing dari manapun untuk berkoordinasi dengan anggota kami sebelum mengeksplorasi spot-spot di Malang.

Upaya apa yang dilakukan M3R dalam memajukan geliat mancing di Malang Raya?
Upaya yang dilakukan dalam rangka mengedukasi pemancing pemula maupun masyarakat awam adalah dengan membentuk divisi M3R yang terbagi antara lain; divisi lomba kolam, divisi mancing tambak dan liaran (wildfishing), divisi laut, divisi kelestarian lingkungan dan pemeliharaan habitat perairan serta divisi sosial. Tujuan dibentuk divisi-divisi tersebut yaitu menjelaskan berbagai informasi kepada pemancing pemula maupun masyarakat luas yang ingin mendapatkan informasi dari M3R sesuai tanggung-jawabnya.
Di samping itu, kita memasang banyak banner guna menunjukkan eksistensi M3R hampir di semua pintu masuk wilayah pantai, kolam dan toko pancing. Keanggotaan M3R sebagai grup mancing yang berbasis di media sosial (Facebook dan WhatsApp) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terhitung sejak 1 April tiga tahun lalu (2014), grup M3R di Facebook sudah beranggotakan lebih dari 53.452 anggota dari berbagai kalangan.

Adakah upaya M3R bersama pemerintah daerah dalam mengelola wisata mancing di Malang?
M3R terus berupaya menjadi mitra pemerintah daerah dalam mengeksplor dan mempromosikan aset-aset wisata air, terutama wisata mancing. Ada beberapa upaya promosi wisata mancing yang M3R lakukan bersama Pemda ataupun dinas terkait lain, salah satunya dengan mengadakan turnamen mancing skala nasional di laut selatan Malang. Dimana turnamen tersebut kerap diikuti oleh pemancing dari berbagai kota di Jawa, Bali, Kalimantan, termasuk dari Ibukota Jakarta.
M3R mengajak pemerintah sebagai penyelenggara negara terus pro aktif melalui Perda-perdanya untuk melindungi kelestarian habitat perairan dari perusak lingkungan menggunakan setrum, racun ikan, bom ikan maupun jaring yang mengancam kelestarian potensi perikanan di wilayah Malang. Sepertinya Pemda harus lebih tegas dalam menerapkan peraturan yang sudah dibuat. Sebab, praktik di lapangan masih banyak masyarakat yang menggunakan setrum maupun racun ikan terutama pada habitat ikan air tawar.

Bagaimana M3R memaksimalkan wadah hobi ini untuk kepentingan masyarakat luas?
M3R memiliki pengurus dengan pembagian tugasnya masing-masing. Dimana para pengurus tersebut secara kompak kerap menginisiasi kegiatan sosial bagi masyarakat setiap tahunnya. Kegiatannya bermacam-macam, pertama santunan dan mancing bersama anak yatim-piatu. Kegiatan ini termasuk yang unik, kami mengundang para anak yatim-piatu untuk mancing di sebuah kolam. Para anggota M3R yang hadir berbaur dengan anak yatim-piatu dalam suasana mancing bersama dengan berperan sebagai asisten mereka di pinggir kolam. Kami melayani mereka mulai dari membawa peranti mancing lengkap, menyiapkan dan memasang umpan, melempar umpan ke kolam sampai menggendong dan menyuapi mereka pada saat makan siang bersama.
Intinya, kami M3R ingin berbagi kebahagiaan serta kasih sayang sebagai orangtua kepada anak yatim-piatu, walaupun hanya sesaat namun kami ingin meninggalkan kesan positif. Kami pun tak lupa kerap melakukan kegiatan bersih-bersih spot sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Apa harapan ke depannya M3R ini terhadap geliat mancing yang ada di Malang Raya?
Tentu sebagai grup mancing dengan anggota yang cukup besar, M3R berharap bisa menjadi wadah utama bagi para pemancing di kawasan Malang Raya yang bermanfaat untuk memaksimalkan hobi mancing dengan cara saling berinteraksi, bersilaturahmi, berbagi informasi (teknik dan spot).
Selain itu, M3R melalui para anggotanya terus mengupayakan untuk berpartisipasi dan mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan. Sehingga potensi yang ada bisa diwariskan ke anak cucu kita kelak, mengingat Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia. –Rico Prasetio

Bagikan:
Chat