Bagaimana pengaruh cahaya terhadap warna pada lure?

Selain faktor ukuran serta action, pemilihan warna dalam pemakaian umpan tiruan (artificial lure) menjadi salah satu faktor pengaruh terhadap minat makan ikan. Warna pada lure didapatkan dari cahaya matahari yang masuk ke dalam air lalu dipantulkan atau diserap oleh lure dan ditangkap oleh mata ikan. Secara biologis, mata ikan mempunyai bermacam-macam karakter yang bereaksi terhadap spektrum cahaya yang masuk ke dalam air.

Tentu kita masih ingat pelajaran saat di bangku sekolah dulu tentang susunan warna pelangi; merah (me), jingga (ji), kuning (ku), hijau (hi), biru (bi), merah muda atau nila (ni), dan ungu (u). Tiap warna tersebut punya frekuensi (F) dan panjang gelombang (PG) yang berbeda dan sangat mempengaruhi efek cahaya yang ditangkap oleh retina ikan (disebut Kon). Semakin pendek PG, maka cahaya semakin dapat menembus air yang lebih dalam dan merangsang reaksi retina ikan terhadap spektrum cahaya tersebut.

Panjang gelombang jelas memiliki batas tertentu pada kedalaman air. Pemilihan lure berwarna cerah atau tidak disesuaikan dengan target. Ikan predator ada yang memilih warna kilap (pantulkan warna) atau warna alami (serap warna). Kondis ini tergantung dari kadar kekeruhan air. Semakin jernih, maka warna alami sebaiknya digunakan dan sebaliknya. Ada 2 kesimpulan, lure dengan warna gelap dapat menyerap cahaya, sedangkan warna terang memantulkan cahaya. Gelap untuk air jernih (lebih dalam), terang untuk air keruh (permukaan). – Andreas Bahari

Andreas Bahari

Pemancingan yang berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah ini sejak 2016 lalu menjalankan bisnis jual beli peranti pancing khususnya umpan artifisial bernama Kaje Lure.