Turnamen Bupati Kutai Timur Ungkap Potensi Perairan Selat Makassar

Gelaran Bupati Kutai Timur Fishing Tournament selalu menyingkap eksostisme laut Selat Makassar yang tak pernah pudar. Dalam agenda kompetisi mancing tahunan Pemkab Kutai Timur ini, menunjukan perairan Selat Makassar masih banyak dihuni oleh monster-monster laut. Tak salah jika pada turnamen Bupati Kutai Timur yang dihelat 23-24 Desember 2017 kemarin, ditorehkan ikan-ikan pelagis ukuran monster yang berhasil didaratkan oleh sebagian peserta.

Bupati Kutai Timur Fishing Tournament 2017 sukses diikuti sekitar 66 tim mancing dari Kalimantan, Sulawesi dan Bekasi. Dalam turnamen ini tim mancing Deep Water FC asal Sanggata berhasil keluar sebagai juara dengan mendaratkan Doogtoth Tuna seberat 32,2 kg. (Dok/Rudi Arham)

Diantaranya ada tiga ikan yang memiliki bobot diatas 25 kilogram yang didaratkan oleh tiga tim mancing pengisi podium juara. Ketiga tim tersebut adalah Bukit Pelangi FC dari Sangatta yang menorehkan tangkapan GT berbobot 26,5 kilogram. Lalu tim Muara Pantai dari Kaliorang yang juga berhasil mendaratkan ikan jenis yang sama namun dengan bobot yang lebih berat, yaitu 32,1 kg.

Kemudian yang terakhir adalah Deep Water Fishing Club yang sukses menaklukan Dogtooth Tuna seberat 32,2 kg. Meski berselisih tipis, namun tim Deep Water sudah lebih dulu dan unggu dari sisi waktu strike dan penimbangan. Sehingga secara otomatis, tim-tim yang masih berada di wilayah administratif Kabupaten Kutai Timur itu menempati tangga juara 1, 2 dan tiga secara berturut turut.

Ketiga tim berhak membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan senilai Rp30 juta untuk Deep Water FC sebagai juara umum, lalu Rp15 juta untuk tim Muara Pantai di posisi runner-up dan Rp7 juta bagi tim Bukit Pelangi FC sebagai juara ketiga. Selain itu ada juga juara dari kategori spesies ikan yang dilombakan seperti; spesies Ikan Tenggiri/Barracuda, Trvally/Amberjack, Kakap, Kerapu dan Tuna.

Masing-masing kategori ini memunculkan juara 1, 2 dan 3 bagi tim mancing yang berhasil mendaratkan ikan terberat sesuai spesiesnya, serta berhak membawa pulang hadiah masing-masing senilai Rp5 juta, Rp3 juta dan Rp2 juta.

Menurut Rudi Arham selaku ketua penyelenggara, jika agenda Bupati Kutai Timur Fishing Tournament tahun ini diikuti oleh 66 tim mancing dari berbagai daerah. Bukan hanya tim lokal dari Kalimantan Timur saja, tapi ada juga tim mancing dari Kalimantan Selatan, Palu, Sulawesi hingga Bekasi turut meramaikan gelaran turnamen ini.

Rudi menambahkan antusias para pemancing yang begitu besar membuat program lomba mancing terbesar di Kalimantan Timur ini selalu sukses diselenggarakan sejak 2009. “Turnamen ini dihelat dalam rangka memperingati Hari Nusantara dan Hari Armada Nasional. Syukur alhamdulilah antusias dari pemancing begitu positif hingga pendaftaran sudah ditutup minus seminggu sebelum acara,” ujar Rudi kepada SahabatMancing.com, (23/12).

Tidak lupa melalui acara ini, ia juga berharap jika agenda lomba mancing ini bisa memperkenalkan potensi wisata bahari di Kabupaten Paling Timur di Provinsi Kaltim tersebut. “Selain itu yang paling utama menjaga kelestarian laut Indonesia yang terancam ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab. Makanya di turnamen ini kami membawa gerakan ‘Stop Illegal Fishing’ untuk mencegah kerusakan laut yang tak terkendali,” pungkasnya.