Tim Asal Kalimantan Rajai Turnamen Piala Bupati Berau 2017

Turnamen mancing piala Bupati Berau 2017 usai diselenggarakan pada 11-12 November 2017 lalu. Lomba mancing yang mengeksplor kemolekan kawasan perairan Derawan ini berakhir dengan kemenangan bagi tim mancing asal Kalimantan. Selain tim lokal JRC 2 dan Sangatta 2 yang berhasil mengamankan podium kedua dan ketiga, posisi puncak juga diisi oleh tim Marlin 2 asal Tarakan yang sukses menggondol Piala Bupati Berau tahun ini.

Kadispora Berau, Muhammad Dakri, menyerahkan hadiah dan juga piala bergilir Bupati Berau kepada tim Marlin 2 yang berhasil keluar sebagai juara. (Dok/Yudi Rizal

Tim Marlin 2 yang berasal dari Kalimantan bagian Utara mampu menyempil ke tangga juara pertama di tengah perkasanya tim-tim mancing tuan rumah. Bukan perkara mudah, untuk menjadi kampiun para pemancing Marlin 2 perlu mendaratkan Tuna Sirip Kuning seberat 28,2 Kilogram. Hal ini berselisih tipis dengan tim runner up JRC 2 yang hanya mendaratkan Kerapu monster seberat 25,4 Kg.

Kemudian disusul oleh tim Sanggata 2 di posisi tiga yang meraih tangkapan Tuna Yellowfin dengan berat 19 Kg. Hasil ini tak mampu dikejar oleh tim lain yang hanya mengisi juara di kategori spesies. Praktis ketiga juara ini berhak membawa hadiah uang tunai masing-masing senilai Rp30 juta untuk Marlin 2, Rp25 juta untuk JRC 2 dan Rp20 juta untuk Sanggata 2.

Selain Tuna dan Kerapu, ada lima ketegori spesies lain seperti; Barrakuda, Kakap, Tenggiri, Kurisi dan Giant Trevally yang diperebutkan dalam lomba in. Masing-masing kategori spesies diisi oleh tiga tim juara. Ketiga juara ini juga  diganjar hadiah uang tunai masing-masing senilai Rp10 juta, Rp8 juta dan Rp6 juta.

Tangkapan ikan peserta tengah dihimpun oleh peserta untuk ditimbang dan dihitung sebagai syarat untuk penentuan juara.

Menurut Yudi Rizal selaku Ketua Turnamen Mancing Piala Bupati Berau 2017, jika turnamen tahun ini diisi oleh 59 tim mancing dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya tim lokal dari area Kalimantan saja, tim mancing dari Jakarta, Surabaya, hingga Malaysia juga turut serta dalam ajang turnamen yang sudah digelar sejak 2005 tersebut.

“Pemancing dari Malaysia gabung ke tim lokal dan tim dari Kaltara. Mereka sudah rutin ikut turnamen ini sejak tahun lalu. Tahun depan kami targetkan pemancing dari luar negeri akan luar akan membentuk tim sendiri,” ujarnya kepada SahabatMancing.com, (13/11).

 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pemuda & Olahraga (Kadispora) Kabupaten Berau, Muhammad Dakri yang mewakili Wabub Berau dalam penyerahan juara juga berharap, kedepan turnamen mancing tahunan ini bukan saja menjadi program pariwisata andalan Kabupaten Berau, tapi juga menjadi ajang kompetisi mancing skala nasional dan internasional.

“Pak Wabub menantang untuk membuat event skala internasional dan nasional. Kami menerjemahkannya tahun besok sudah masuk ke agenda nasonal sampai 2019. Karena Pak Wabub planning tiga tahun kedepan turnamen Berau sudah skala internasional,” tutupnya.