Tabuh Genderang Kopdar Nasional Forcasi Ketiga

Genderang ajang kopi darat nasional Forum Komunikasi Castinger Se-Indonesia (Kopdarnas Forcasi) resmi ditabuh pada Sabtu (16/12), di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Lebih dari 700 castinger dari berbagai daerah di Indonesia, akan berkumpul di Danau Teluk Seruo yang menjadi spot sekaligus pusat digelarnya Kopdarnas. Gelaran ini akan menjadi ajang silatuhrami para castinger terbesar yang pernah diselenggarakan di luar Pulau Jawa.

Spot Danau Teluk Seruo yang terletak di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Suamtera Selatan didapuk sebagai venue dan pusat penyelenggaraan Kopdarnas Forcasi ketiga, 16-17 Desember 2017. Sekitar 700 castinger lebih akan berkumpul di Bumi Caram Seguguk. (Dok/@Kota_Indralaya)

Menurut Benk Abdoel selaku Ketua Pelaksana, setidaknya ada 14 perwakilan provinsi yang hadir meramaikan Kopdarnas tahun ketiga ini. Diantaranya perwakilan angler dari seluruh provinsi se-pulau Sumatera (minus Medan & Aceh), Jawa Barat, Bengkulu, Solo, Jakarta, Bangka Belitung, Jambi, hingga Kalimantan Barat.

Selaku tuan rumah, tentu Benk Abdoel bersama jajaran panitia sudah siap menjamu ratusan peserta yang akan datang ke Bumi Sriwijaya. Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa tenda skala besar milik TNI dan Basarnas untuk menampung peserta selama penyelenggaraan kopdar di Danau Teluk Seruo.

“Konsepnya memang cast & bro, jadi kami mempersilahkan juga bagi peserta untuk membawa tenda masing-masing. Diluar itu kami juga sudah menyiapkan rumah-rumah warga sekitar untuk peserta perempuan dan lady angler,” ujarnya kepada SahabatMancing.com, (14/12).

Lebih lanjut ia mengatakan, secara umum spot Danau Teluk Seruo sangat cukup layak untuk menampung ratusan peserta dalam satu tempat. Danau ini selain digunakan sebagai pusat digelarnya Kopdar, juga menjadi spot mancing dan venue dua turnamen yang dihelat di sela-sela acara. Dua turnamen tersebut ialah lomba Ketangkasan Lempar Lure Beregu dan lomba Casting Perorangan.

Dua turnamen ini akan menentukan juara secara beregu/tim dan juga perorangan untuk lomba casting. Para juara tersebut akan diganjar hadiah berupa Piala Bergilir dan Piala Tetap Forcasi, uang pembinaan, dan trip ke Sungai Benu, Jambi untuk fresh water dan trip ke Sea Mount Reef, Lampung untuk salt water.

Potensi Spot

Untuk potensi spot, Danau Teluk Seruo sudah tidak perlu diragukan lagi. Danau buatan yang letaknya berdekatan dengan kantor Pemkab Ogan Ilir ini, dikenal banyak dihuni oleh predator bawa air seperti; spesies Snakehead, Kerandang, Tapah, hingga Belido yang menjadi ikan endemik di pulau Sumatera.

“Teluk Seruo ini berupa danau yang sudah menjadi obyek wisata favorit di Ogan Ilir. Melalui Kopdar ini, kami sekaligus ingin mengenalkan spot mancing air tawar terbaik yang banyak tersedia di Sumatera Selatan,” tambahnya.

Ia melanjutkan, potensi wisata mancing di kabupaten yang berjarak 35 kilometer dari Palembang ini begitu besar. Secara khusus, Geografi Kabupaten Ogan Ilir yang terhampar ekosistem rawa-rawa menjadi suatu keunggulan yang bisa menjadikan daerah ini menjadi pariwisata mancing air tawar andalan di Indonesia selain di Kalimantan.

Untuk itu Benk berharap melalui momentum Kopdarnas ini, para Castinger seluruh Indonesia bisa satu visi-misi untuk memajukan dunia mancing fresh water yang terhampar di bumi pertiwi. “Saya lihat potensi casting di Indonesia sangat luar biasa. Kalau mau diliat jumlahnya, Indonesia paling banyak menggunakan teknik casting hampir 50% lebih dari seluruh para penghobi mancing. Saya berharap, agar kiranya casting bisa menjadi semacam aset berharga dari olahraga mancing di Indonesia,” tutupnya.

Ajang Kopdarnas Forcasi tahun ketiga diselenggarakan di Danau Teluk Seruo, Ogan Ilir Suamtera Selatan, 16-17 Desember 2017. (Dok/Forcasi)