Sensasi Mancing Di Atas Kapal Pinisi Dalam Festival Pinisi 2017

Ada yang berbeda dalam gelaran Festival Pinisi 2017 yang dimulai pada 2 sampai 4 November pekan ini. Hajatan akbar promosi pariwisata Kabupaten Bulukumba ini menghelat perlombaan mancing yang dipadukan dengan berlayar menggunakan kapal Pinisi. Kapal tradisional kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut, didaulat sebagai armada para pemancing yang ingin merasakan sensasi mancing di atas kapal warisan leluhur Nusantara.

Festival Pinisi 2017 segera digelar dalam rangka mengenalkan budaya bahari khas Kabupaten Bulukumba yang terkenal dengan ikon Kapal Pinisi. (Dok/Him Saifanah)

Pemkab Bulukumba, Sulawesi Selatan secara mengejutkan menggelar perlombaan mancing yang dikemas bersamaan dengan agenda trip  berlayar menggunakan kapal Pinisi. Keputusan ini dilakukan demi merangkul masyarakat pesisir, terutama kaum Nelayan setempat untuk ikut ambil bagian dalam Festival Pinisi 2017.

Pasalnya hampir sebagian besar kaum Nelayan hanya memiliki kapal Pinisi skala kecil dengan ukuran 5 GT (gross tonage) sampai 10 GT. Hal tersebut sangat kontras dengan standar panitia yang menetapkan kapal peserta trip minimal berbobot di atas 10 GT. Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muhammad Ali menuturkan jika perlombaan mancing ini dihelat untuk mengakomodir permintaan masyarakat yang ingin turut serta dalam festival yang sudah dilangsungkan sejak 2010 tersebut.

“Dalam trip perahu tersebut, juga akan digelar lomba memancing ikan berkelompok. Satu kelompok beranggotakan tujuh orang. Ikan yang dipancing tidak boleh jenis yang dilindungi seperti ikan Napoleon dan beragam spesies Hiu. Lokasi pemancingan di sekitar perairan Bira sebelum berlabuh di Pantai Bira,” ujar Ali dalam keterangan resminya kepada SahabatMancing.com, (31/10).

Dalam kesempatan yang sama, Ubayd Mantsur selaku pihak panitia Festival Pinisi 2017 mengungkapkan, jika potensi spot mancing yang berada di perairan Tanjung Bira masih sangat baik. Ikan-ikan seperti Cakalang, Tuna, sampai Marlin masih cukup melimpah di dalam perairan yang memisahkan antara Kabupaten Bulukumba dengan Kepulauan Selayar ini.

“Kami tidak membatasi teknik mancing yang akan digunakan oleh peserta. Peserta bebas mancing dengan menggunakan alat pancing profesional atau secara tradisional (handline). Namun jika peserta strike ikan-ikan yang dilindungi mereka wajib untuk release. Untuk pemenang kami mencari ikan yang paling terberat,” tambahnya.

Lebih lanjut, akan ada dua kategori juara yang diperebutkan oleh peserta. Pertama kategori perlombaan trip LeppeE – Tanjung Bira yang menyediakan hadiah utama satu unit mobil pick up. Kemudian untuk kategori lomba mancing pemenang akan diganjar hadiah utama satu unit sepeda motor. Diluar itu masih terdapat hadiah hiburan dan doorprize berupa sepeda, peralatan elektronik rumah tangga, smartphone, sampai piranti mancing lengkap.

Bagi peserta yang ingin mendaftar perlombaan ini dibuka untuk masyarakat umum. Peserta cukup merogoh kocek senilai Rp250 ribu untuk kapal ukuran kecil (dibawah 10 gt) dan Rp500 ribu untuk kapal ukuran besar (diatas 10 gt).

Saat ini, Ubayd mengklaim jika sudah ada ratusan pendaftar dengan puluhan kapal yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta lomba mancing dan trip kapal Pinisi LeppeE – Tanjung Bira. Lomba akan dilangsungkan pada hari pertama (2/11) selama satu hari penuh dari pukul 08:00 pagi sampai 17:00 sore. “Kami menargetkan bisa menjaring sampai ratusan peserta dan 50 kapal pinisi yang ikut serta dalam perlombaan ini. Untuk target pengunjung, khusus selama Festival Pinisi kami cetak sampai 40 ribu tiket,” tutupnya.

Untuk pendaftaran dan informasi, sila hubungi: Ubayd Mantsur 0812-4221-778 dan Suparman 0853-9544-5818