Pulo Panjang Fishing Tournament, Bukti Potensi di Teluk Banten

Perlombaan mancing bertajuk ‘Pulo Panjang Fishing Tournament’ usai diadakan di Pulau Panjang, Sabtu (13/5). Sebanyak 31 pemancing dari Jabodetabek dan Banten mengikuti kegiatan mancing teknik casting dengan target ikan-ikan muara dan karang pesisir tersebut.

Para peserta mini turnamen ‘Pulo Panjang Fishing Tournament’ menaiki sampan masing-masing untuk kemudian melakukan kegiatan mancing di tepian Pulau Panjang, Sabtu (13/5). SAHABATMANCING.COM/RICO PRASETIO

Seperti diberitakan sebelumnya, potensi mancing yang masih baik di Pulau Panjang menjadi alasan pemilihan lokasi. Selain itu, ketersediaan sampan di pulau tersebut mampu memenuhi jumlah peserta yang digunakan untuk mengekplorasi spot-spot dangkal di sana.

Panitia menyiapkan 18 kapal berkapasitas 2 pemancing guna memfasilitasi para pemancing dalam melakukan ekeplorasi tersebut. Sebanyak 31 peserta beserta panitia sebelumnya diangkut menggunakan kapal penyeberangan dari dermaga Bojonegara, Cilegon.

Berdasarkan pengamatan dari SM, mayoritas peserta menggunakan piranti ukuran ringan (ultralight) untuk memancing. Sebab, piranti jenis seperti ini memang cocok digunakan di spot pinggiran pulau. Dimana ikan-ikan berukuran kecil pun mampu menghadirkan sensasi tarikan ketika melakukan perlawanan.

Mewakili seluruh panitia penyelenggara, Sugeng Poerba mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta dan pendukung acara yang menyukseskan perlombaan ini. Ia berharap ke depannya para komunitas mancing di Banten khususnya bisa kembali mengadakan event yang lebih besar dari sebelumnya.

“Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini. Semoga kegiatan ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan yang nantinya mampu menjadi wadah silaturahmi para pemancing dari berbagai wilayah,” ucap dia usai menutup acara.

Komentar yang sama juga disampaikan oleh perwakilan panitia dari komunitas Banten Fishing Community (BFC), Bismo. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus diadakan lebih rutin, karena selain mewadahi para pemancing, juga mampu mempromosikan suatu lokasi mancing kepada masyarakat luas. “Hasil mini turnamen kemarin pasti akan lebih banyak lagi jika kondisi air di sekitar Pulau Panjang tidak keruh,” tambahnya.

Kegiatan dengan peserta lebih besar lagi tentu menjadi harapan seluruh pemancing agar bisa dijadikan momentum silaturahmi dan eksplorasi mancing di lokasi baru. Untuk itu, Bismo bersama rekan-rekan komunitas mancing di Banten berencana akan melakukan survey ke beberapa spot mancing potensial seperti di Pulau Shangyang.

Perlombaan ini terselenggara berkat kerjasama antara Hinomiya dan ARP dengan komunitas mancing asal Banten yaitu Banten Fishing Community (BFC), Banten Wild Fishing (BWF) serta Uncal. RPS