Pasiraner Jogja Bersama Polairud DIY Gelar Turnamen Mancing Pasiran

Komunitas Pasiraner Jogja bersama Polairud Polda Yogyakarta menggelar event Pesona Mancing Pasiran di Pantai Pelangi, Bantul 19 November 2017. Turnamen mancing pasiran ini digelar sebagai perayaan milad Polairud ke-67 dan juga Pasiraner Jogja ke-6. Tak kurang dari 400 pemancing meramaikan event perdana pegiat mancing pasiran duet bersama intitusi Polisi divisi air dan udara tersebut.

Para pemenang tengah berpose dan memamerkan hadiah piranti joran Shimano dari beragam jenis dalam turnamen mancing pasiran HUT Polairud DIY dan Pasiraner Jogja, (19/11). Dok/Kinomen.

Selain turnamen mancing, dalam perayaan milad ini juga dihelat aksi peduli lingkungan berupa pelepasan puluhan tukik atau benih penyu di pesisir pantai Pelangi. Pelepasan benih tukik ini dilakukan langsung oleh Dit Polairud Polda DIY, Kombespos Mansjur bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul,

Menurut Kinomen selaku ketua panitia lomba mancing pasiran, jika hal ini merupakan kesempatan perdana bagi rekan-rekan Pasiran Jogja bekerjasama dengan Polairud dalam menggelar turnamen mancing. Sebelumnya lanjut Kino, pihaknya sudah empat kali menggelar turnamen serupa secara mandiri oleh internal komunitas Pasiran Jogja.

“Alhamdulilah kami dipercaya oleh Polairud Polda Yogyakarta untuk menggelar turnamen mancing ini. Pada intinya kami hanya membuka jejaring silatuhrami seluas-luasnya atau istilah kami mencari sedulur mancing selawase,” ujarnya kepada SahabatMancing.com, (18/11).

Lebih lanjut, untuk gelaran acara utama yaitu turnamen pesona mancing pasiran dilangsungkan di pesisir pantai Pelangi yang berada di garis pantai selatan Yogyakarta. Kadispar Kabupaten Bantul, Kwintarto, secara resmi membuka langsung turnamen mancing tepat pada pukul 7 pagi waktu setempat.

Luas spot mancing yang menjadi venue lomba memanjang sekitar 2 kilometer dengan batas landasan pacu Depok. Arena yang cukup luas itu pula yang membuat sekitar 400 peserta dapat secara leluasa mengeksplor area pantai yang menjadi landbase memancing. Namun dengan arus ombak yang kuat khas pantai Selatan, tentu teknik ngoyor sangat tidak dianjurkan saat mancing di spot ini.

Sekitar 400 pemancing memadati pesisir pantai Pelangi yang menjadi spot mancing turnamen Pasiraner Jogja dan Polairud DIY.

Potensi spot di pantai selatan Jawa ini terbilang masih sangat baik. Predator-predator laut seperti GT (caru), Gatho (bawal bintang), Surung  dan ikan spesies laut karang lainnya masih banyak dijumpai di perairan lepas pantai Pelangi tersebut.

Dengan mengandalkan umpan hidup seperti undur-undur, udang, cacing laut sampai umpan buatan (lure), para pemancing begitu antusias untuk mendaratkan ikan-ikan buruan mereka agar menjadi jawara dalam turnamen HUT Polairud tersebut.

Hingga dipenghujung lomba, terpilih lima pemancing yang berhasil keluar sebagai juara berkat mendaratkan ikan terberat sesuai kategorinya. Di kategori ikan sisik, ada tiga juara yang masing-masing dihuni oleh Muhadi di posisi tiga berkat mendaratkan ikan Megan dengan berat 0,750 Kg. Lalu di posisi kedua ada Marsel yang sukses menaklukan GT seberat 0,875 Kg. Kemudian di posisi puncak direngkuh oleh Lothong yang menaklukan Caru dengan berat 1,170 Kg.

Kemudian di kategori ikan non-sisik diisi oleh dua juara yaitu pemancing bernama Udin di posisi runner up dan Robert dari Komunitas Handayani Rock Fishing di podium pertama. Keduanya sama-sama berhasil mendaratkan ikan Pari dengan berat 0,740 untuk Udin dan 0,810 Kg untuk Robert.

Kelima pemancing ini diganjar hadiah berupa piranti joran mancing dengan merek Shimano dari beragam jenis, dan uang tunai masing-masing senilai Rp750 ribu, Rp600 ribu, dan Rp400 ribu untuk juara kategori ikan sisik.